KETIKA BURUNG KENA FLU
Oleh : K Suheimi
Bila burung kena flu, seluruh dunia heboh, heboh karena burung ini dapat
menularkan flunya dalam waktu yang singkat dan menular dengan sangat cepat .
Jika ada ayam sekandang, maka semuanya bisa ditulari flu ini dan semuanya bisa
mati. Mati mendadak kerna incubasi 3 4 hari lalu ayam-ayam itu ranggahnya
yang tadi merah berubah jadi biru dan hitam, nafasnya sesak terdengar bunyi
nafas yang ngorok. Dia ngak kuat mengangkat kepala, sehingga kepala itupun
mengangguk-angguk orang kampung saya bilang kena sakit dek akuk. Air
ludahnya berceceran dan bisa-bisa tahinya agk encer. Air ludah dan tahi ini
banyak mengadung virus dan dapat menularkan, terutama pada burung atau unggas
yang lain. 1 atau 2 hari kemudian dia terkapar, sedikit menggelepar lalu modar
atau mati.
Burung yang kena flu sekarang berbeda dengan ayam yang kena flu di masa lalu,
mungkin virus yang menularinya sudah berubah strai, yang sekarangdikenal dengan
H5NI.
Dulu ayam itu juga kena virus, tapi mungkin virusnya tak seganas sekarang,
sehingga di zaman dulu, begitu ada ayam yang kena flu, buru2 di sembelih dan
dimasak. Saya masih ingat waktu kecil, makanan yang mahal, enak dan di
idamkanitu adalah makan ayam. Cuma waktu kecil dulu, 2 kali kesempatan makan
ayam. Pertama bila kita sakit, selera patah, lalu ibu mau menanyakan Mau makan
apa?. Waktu itu dapatlah makan ayam pembuka selera yang patah.
Kedua sewaktu ayam sakit. Bila ayam peliharaan mulai sakit. Ranggah atau
jenggernya mulai kelabu dan pucat, ayam itupun terasa ringan, nah ayam itu
disemblih sehinga kami dapat makan ayam. Sekarang saya ingat waktu makan ayam
dua kali. Waktu kita sakit atau waktu ayam sakit.
Tapi kini bila ayam sakit, segera kuburkan dan di bakar agar virus yang
menakutkan itu lenyap bersama api, dan terkubur dalam tanah, agar dia tak
menggangu makhluk hidup yang lain. Karena di sinyalir virus ini bisa menular
dari unggas ke makhluk lain seperti kucing anjing dan juga manusia.
Virus ini dapat menular melalui udara ataupun kontak melalui makanan,
minuman, dan sentuhan. Namun demikian, virus ini akan mati dalam suhu yang
tinggi. Oleh karena itu daging, telur, dan hewan harus dimasak dengan matang
untuk menghindari penularan. Kebersihan diri perlu dijaga pula dengan mencuci
tangan dengan antiseptik. Kebersihan tubuh dan pakaian juga perlu dijaga.
Makanya jika membuat kandang ayam, bikin kandangnya itu yang bisa di sinari
oleh Matahari. Apalagi di Indonesia yang kaya cahaya matahari, maka virus itu
bisa dimatikan dengan teriknya cahaya matahari. Dan selalu membersihkan kandang
itu. Sayangilah ayam yang di pelihara itu dengan memperhatikan pencahayaan dan
membersihkannya.
Dari perlakuan manusia terhadap ayam-ayam sering tak bersahabat. Lihat saja
sewaktu manusia mebawanya kepasar. Kaki ayam diikat ramai-ramai di gantungkan
pada motor dan dibiarkan dia tergantung lama. Waktu tergantung itu air ludahnya
bercucuran dan bisa menempel dimana-mana dan tentu ini akan menularkan. Banyak
lagi sikap-sikap yang tak bersahabat cara memperlakukan ayam
Virus dapat bertahan hidup pada suhu dingin. Bahan makanan yang didinginkan
atau dibekukan dapat menyimpan virus. Tangan harus dicuci sebelum dan setelah
memasak atau menyentuh bahan makanan mentah.
Unggas sebaiknya tidak dipelihara di dalam rumah atau ruangan tempat tinggal.
Peternakan harus dijauhkan dari perumahan untuk mengurangi resiko penularan.
Oleh karena itu, jika ditemukan hewan atau burung yang mati mendadak pihak
otoritas akan membuat dugaan adanya flu burung. Untuk mencegah penularan, hewan
lain di sekitar daerah yang berkasus flu burung perlu dimusnahkan.
Dalam tempo 48 jam tampak gejala dan bisa berakibat fatal, diawali oleh
Gejala umum yang dapat terjadi adalah demam tinggi, keluhan pernafasan dan
(mungkin) perut. Replikasi virus dalam tubuh dapat berjalan cepat sehingga
pasien perlu segera mendapatkan perhatian medis.
Penanganan medis maupun pemberian obat dilakukan oleh petugas medis yang
berwenang. Obat-obatan yang biasa diberikan adalah penurun panas dan anti
virus. Di antara antivirus yang dapat digunakan adalah jenis yang menghambat
replikasi dari neuramidase (neuramidase inhibitor), antara lain Oseltamivir
(Tamiflu) dan Zanamivir. Masing-masing dari antivirus tersebut memiliki efek
samping dan perlu diberikan dalam waktu tertentu sehingga diperlukan opini
dokter.
Untuk lebih mendalami flu burung ini saya petikkan bahan dari iNternet
sebagaiberikut
1. Apakah Flu Burung itu?
Influenza A (H5N1) adalah bagian dari jenis virus influenza tipe A.
Burung-burung liar adalah tempat tinggal alami dari virus ini, maka dinamakan
flu burung atau avian influenza. Virus ini beredar diantara burung-burung di
seluruh dunia. Virus ini sangat mudah berjangkit dan dapat menjadi sangat
mematikan bagi mereka, terutama pada unggas jinak misalnya ayam.
Virus ini disebarkan oleh unggas liar, karena itulah dinamakan flu avian atau
flu burung. Virus tersebut menyebar pada unggas hampir diseluruh dunia, sangat
menular terhadap sesama unggas dan mematikan, terutama jenis unggas seperti
ayam.
2. Siapa yang terinfeksi?
Virus ini tidak menulari manusia pada khususnya. Namun pada tahun 1997,
kejadian pertama penularan langsung virus influenza A (H5N1) dari burung ke
manusia telah dibuktikan saat terjadi serangan penyakit flu burung diantara
unggas di Hong Kong; virus tersebut telah menyebabkan sakit pernafasan yang
parah pada 18 orang, 6 diantaranya meninggal. Sejak saat itu, terdapat kejadian
penularan H5N1 pada manusia. Namun sejauh ini virus H5N1 tidak bisa menular
dari manusia ke manusia. Petugas-petugas kesehatan terus memantau keadaan ini
secara teliti untuk mendapatkan petunjuk adanya penularan H5N1 antar manusia.
Sampai dengan tanggal 17 Oktober 2007, Indonesia telah melaporkan 109 kasus flu
burung H5N1 pada manusia. 88 diantaranya mematikan. 3 kasus mematikan
dilaporkan telah terjadi di Bali sejak bulan Agustus 2007.
3. Bagaimana penyebarannya?
Burung-burung yang terinfeksi menyebarkan virusnya di air liur, cairan
saluran pernafasan, dan kotorannya. Virus flu burung menyebar diantara
burung-burung yang rentan saat mereka terkena kotoran yang telah
terkontaminasi. Diyakini bahwa sebagian besar kasus infeksi H5N1 pada manusia
disebabkan oleh kontak dengan unggas yang telah terinfeksi atau lingkungan yang
telah terkontaminasi.
4. Apakah ada obat untuk pencegahan dan pengobatan?
Ya. Tamiflu yang mengandung oseltamivir adalah suatu cara pengobatan
antiviral, yang terbukti dapat menekan kemampuan virus untuk menyebar dari sel
yang terinfeksi ke sel yang sehat. Sampai dengan 7 Oktober 2005, Indonesia
telah mendapatkan 60.000 tablet Tamiflu. Saat ini antiviral tersebut hanya bisa
didapatkan di 44 rumah sakit penerima Tamiflu. Di Bali bisa didapatkan di Rumah
Sakit Sanglah.
4. Siapa yang harus meminum obat?
Petunjuk pengelolaan flu burung saat ini menyarankan bahwa oseltamivir
dianjurkan bagi orang dengan:
Demam tinggi (>38°C)
Batuk
Kesulitan bernafas
Memiliki latar belakang kemungkinan terkena
yang mungkin akan membuat orang tersebut beresiko menjadi terinfeksi oleh flu
burung, antara lain:
Selama 7 hari sebelum terkena, telah mengalami salah satu atau lebih dari
keadaan berikut ini:
Kontak (dalam jarak 1 meter atau kurang) dengan dengan ternak unggas atau
burung liar baik hidup atau mati
Berada pada tempat dimana ternak unggas pernah atau sedang dikandangkan
selama 6 minggu sebelumnya
Berhubungan (dalam jarak jangkauan sentuhan atau percakapan) dengan orang
yang didiagnosa menderita influenza A (H5N1)
Berhubungan (dalam jarak jangkauan sentuhan atau percakapan) dengan orang
yang menderita penyakit pernafasan akut yang tidak dapat dijelaskan yang
kemudian berakhir pada kematian
(atau) Selama 7 hari sebelum terkena, pernah bekerja dalam suatu
laboratorium dimana ada pengolahan contoh dari orang atau binatang yang
dicurigai menderita penyakit flu burung.
(Patokan di atas hanya berlaku di negara-negara atau daerah-daerah dimana flu
burung telah dikenali sebagai penyebab penyakit pada manusia atau populasi
hewan). Sejauh ini, tamiflu hanya diberikan pada orang yang mengalami gejala
terinfeksi flu burung. Tamiflu belum disarankan sebagai pencegah penyakit
sebelum terinfeksi dan tidak ada penelitian yang memperlihatkan bahwa tamiflu
memberikan kekebalan terhadap virus H5N1.
6. Apabila saya sudah divaksinasi untuk mencegah influenza, apakah saya tetap
akan dapat tertular Flu Burung?
Ya. Vaksin yang ada saat ini belum melindungi diri anda dari penyakit yang
disebabkan oleh H5N1. Vaksin yang ada saat ini melindungi anda dari influenza
musiman tipe A dan B. Vaksin untuk H5N1 sedang dalam tahap pengembangan di
beberapa negara.
7. Apa keuntungan vaksinasi influenza jika tetap bisa terkena Flu Burung?
Tujuan dari vaksinasi adalah untuk mengurangi kesempatan terjadinya infeksi
yang bersamaan antara influenza manusia dan flu burung. Infeksi ganda yang
bersamaan tersebut akan memberikan kesempatan pada virus manusia dan virus dari
flu burung untuk pertukaran gen atau mutasi, yang kemungkinan akan menghasilkan
jenis influenza baru yang mana akan mudah menyebar sebagaimana influenza
manusia namun akan mematikan sebagaimana flu burung.
Untuk itu ingin saya petikkan sebuah Firman suci_Nya dalam Al_Qur'an
Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Rabbmu dan
penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta
rahmat bagi orang-orang yang beriman. (QS. 10:57)
Tulisan ini dapat dilihat di Website WWW.ksuheimi.blogspot.com
---------------------------------
Be a better pen pal. Text or chat with friends inside Yahoo! Mail. See how.
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
Website: http://www.rantaunet.org
===============================================================
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Posting email besar dari >200KB akan di banned, sampai yang bersangkutan
menyampaikan komitmen akan mematuhi Tata Tertib yang berlaku.
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim melalui
jalur pribadi.
===============================================================
Jika anda, kirim email kosong ke >>:
berhenti >> [EMAIL PROTECTED]
Cuti: >> [EMAIL PROTECTED]
digest: >> [EMAIL PROTECTED]
terima email individu lagi: >> [EMAIL PROTECTED]
Webmail Mailing List dan Konfigurasi keanggotaan lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---