Tenun Songket merupakan seni budaya spesifik dibelahan benua Asia yang
berasal dari daratan negeri Cina, keberadaannya lebih kurang sejak 1000
tahun yang lalu. Dalam kisah perjalanan yang cukup panjang. Tenun Songket
setelah itu hadir di Negeri Siam (Thailand), kemudian menyebar ke beberapa
negara bagian di Semenanjung Negeri Jiran Malaysia. Seperti ke Selangor,
Kelantan, Trengganu dan Brunai Darussalam kemudian menyeberang ke pulau
Andalasan yaitu ke Silungkang, Siak dan Palembang. Yang mana Songket
Silungkang berasal dari Negara Bagian Selangor, sedangkan Songket Pandai
Sikek berasal dari Silungkang dan Songket Payakumbuh berasal dari Pandai
Sikek. Yang membawa ilmu songket dari Selangor ke Silungkang yaitu Baginda
Ali asal Kampung Dalimo Singkek beserta hulubalang beliau yang diperkirakan
pada abad ke 16 dan lebih kurang sudah sejak 400 tahun yang lalu.

Pada tahun 1910 Songket Silungkang telah berkiprah di gelanggang
Internasional pada Pekan Raya Ekonomi yang berlangsung di Brussel ibukota
Belgia. Yang mendemonstrasikan cara bertenun pada waktu itu yaitu Ande
BAENSAH dari Kampung Malayu, dan dikala itu hanya dua daerah penghasil
Songket dari Indonesia yang ikut didalam Pekan Raya Ekonomi tersebut yaitu
Silungkang dan Bali. Seperti Songket Bali itu sendiri berasal dari Negeri
Sungai Gangga India. Di tahun 1920 Ismail, Kampung Dalimo Godang, adik dari
Ongku Palo pergi merantau kenegeri Indo Cina, seperti Vietnam, Birma dan
Laos yang membawa barang dagangan berupa kain Songket, kain Batik, kain
Lurik serta kain sarung Bugis dari Makasar.

Kemudian menyusul pada tahun 1921 yaitu Muhammad Yasin kampung Panai Empat
Rumah pergi merantau ke Calcutta sebuah kota yang terletak diujung pantai
timur India, membawa barang dagangan yang sejenis dengan barang dagang yang
dibawa Ismail ke Indo China. Apa kata Om Frans dari Maluku, bagi kami orang
Maluku belum bisa dibilang Dehafe (Elite) apabila salah satu keluarga disana
belum menyimpan sekurang-kurangnya 20 helai kain Songket tenunan Silungkang.
Begitu juga pakaian adat perkawinan di Minahasa Sulawesi Utara, seperti
penganten wanitanya juga memakai kain Songket tenunan Silungkang, yang mana
warga dari kedua daerah tersebut sangat bangga sekali memakai kain Songket
tenunan Silungkang, sebagaimana bangganya masyarakat Minangkabau memaki kain
sarung Bugis dari Makasar. Di era tahun 50-an, Abidin kampung Dalimo Godang
berdagang kain Songket dengan mempergunakan jasa Pos dan mengirimkan dengan
pos paket ke berbagai kota di Indonesia, antara lain : Padang, Jakarta,
Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya dan Makasar.

Masih pada era yang sama, Songket Silungkang hadir sebagai peserta diarena
Pasar Malam dibeberapa kota besar di pulau Jawa, seperti pasar malam Gambir
di Jakarta, pasar malam Andir di Bandung, pasar malam Simpang Lima di
Semarang, pasar malam Alun-Alun di Yogyakarta, pasar malam Yand Mart di
Surabaya.

Pada tahun 1974 diruangan Bali Room Hotel Indonesia Jakarta diadakan pameran
Industri Kecil yang diselenggarakan oleh Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia
(IWAPI) pimpinan DR. Dewi Motik Pramono.

Dari sekian banyak hasil kerajinan industri kecil dari seluruh Nusantara
yang dipamerkan pada waktu itu, merasa kagum dan bangga akan Nagari
Silungkan, setelah melihat didalam sebuah kotak kaca, disana tersimpan
sehelai kain Songket karya anak nagari yang telah berumur 234 tahun pada
waktu itu, warna dasar merah hati ayam yang memakai benang Mokou Bulek
Soriang tak sudah, bermotif Pucuk Rebung, yang mana kain Songket tersebut
bukanlah milik kolektor, tetapi milik sebuah Museu di Den Haag Negeri
Belanda.

Informasi dari seorang sarjana asal Koto Anau Solok, di era tahun 1990-an
pernah mengikuti bidang studi di Canada, ibu kost dari sarjana tersebut
menyimpan lima helai kain Songket tenunan Silungkang. Memang sudah
selayaknya kampung Batu Manonggou dijadikan sebagai kawasan penghasil
Songket di Nagari Silungkang, karena hampir disetiap rumah disana memiliki
alat tenun (palantai) untuk memproduksi kain Songket sebagai Home Industri,
istimewanya lagi bukan kaum wanitanya saja yang pandai bertenun Songket,
tetapi kaum prianya juga mahir bertenun Songket.

Di masa lampau jika ada tamu yang berkunjung ke Silungkang untuk melihat
bagaimana cara bertentun Songket, mereka diajak ke bawah rumah, karena
disanalah diletakkan alat tenun, sekarang ini sudah ada dua show room kain
Songket yang terletak ditepi jalan lintas Sumatera, lebih tepatnya dibawah
kampung batu Manongou, disana juga tersedia alat tenun untuk
mendemontrasikan cara bertenun Songket. Keunggulan dari kain Songket
Silungkang selama ini, jika dipakai akan terlihat indah cemerlang, Songket
Silungkang bukan saja berjaya di Bumi Merah Putih ini, bahkan juga berkibar
dibeberapa negara Eropa seperti Belanda, Inggris, Perancis, Swiss dan Belgia
bahkan ada diantara ibu rumah tangga disana yang mengoleksi kanin tenun
Songket Silungkang yang telah berumur antara 100 hinga 200 tahun. Bahkan di
Nagari Silungkang sendiri Songket yang seumur itu sudah sangat sulit untuk
ditemui.

Begituilah kisah perjalanan sejarah ilmu bertenun songket yang datangnya
dari daratan negeri Cina. (SS/DAPESA)

*
*

*Sumber : Tabloid Suara Silungkang - Edisi Kelima November 2007 *
 Alamat Redaksi : Lantai Atas, Blok C Pasar Inpres Silungkang, Kec.
Silungkang, Kota Sawahlunto 27431. 0755 - 91353, email :
[EMAIL PROTECTED]



-----------------

-- 
http://auliahazza.com/
http://auliahazza.belajar-islam.com/

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
Website: http://www.rantaunet.org 
=============================================================== 
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN: 
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply. 
- Posting email besar dari >200KB akan di banned, sampai yang bersangkutan 
menyampaikan komitmen akan mematuhi Tata Tertib yang berlaku. 
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim melalui 
jalur pribadi.
=============================================================== 
Jika anda, kirim email kosong ke >>: 
berhenti >> [EMAIL PROTECTED] 
Cuti: >> [EMAIL PROTECTED] 
digest: >> [EMAIL PROTECTED] 
terima email individu lagi: >> [EMAIL PROTECTED] 

Webmail Mailing List dan Konfigurasi keanggotaan lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe 
Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke