kalau sekarang gampang, tinggal ngomong sama supplier atau pemenang tender
he..he..he
muhammad syahreza <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Bung Hatta Dan Kisah Sepatu
Bally
From : Unknown
PADA tahun 1950-an, Bally adalah sebuah merek sepatu yang bermutu tinggi dan
tentu tidak murah. Bung Hatta, Wakil Presiden pertama RI, berminat pada sepatu
Bally. Ia kemudian menyimpan guntingan iklan yang memuat alamat penjualnya,
lalu berusaha menabung agar bisa membeli sepatu idaman tersebut.
Namun, uang tabungan tampaknya tidak pernah mencukupi karena selalu terambil
untuk keperluan rumah tangga atau untuk membantu kerabat dan handai taulan yang
datang kepadanya untuk meminta pertolongan. Hingga akhir hayatnya, sepatu Bally
idaman Bung Hatta tidak pernah terbeli karena tabungannya tak pernah mencukupi.
Yang sangat mengharukan dari cerita ini, guntingan iklan sepatu Bally itu
hingga Bung Hatta wafat masih tersimpan dan menjadi saksi keinginan sederhana
dari seorang Hatta. Jika ingin memanfaatkan posisinya waktu itu, sebenarnya
sangatlah mudah bagi Bung Hatta untuk memperoleh sepatu Bally.
Misalnya, dengan meminta tolong para duta besar atau pengusaha yang menjadi
kenalan Bung Hatta.
"Namun, di sinilah letak keistimewaan Bung Hatta. Ia tidak mau meminta sesuatu
untuk kepentingan sendiri dari orang lain. Bung Hatta memilih jalan sukar dan
lama, yang ternyata gagal karena ia lebih mendahulukan orang lain daripada
kepentingannya sendiri," kata Adi Sasono, Ketua Pelaksana Peringatan Satu Abad
Bung Hatta. Pendeknya, itulah keteladanan Bung Hatta, apalagi di tengah
carut-marut zaman ini, dengan dana bantuan presiden, dana Badan Urusan
Logistik, dan lain-lain.
Bung Hatta meninggalkan teladan besar, yaitu sikap mendahulukan orang lain,
sikap menahan diri dari meminta hibah, bersahaja, dan membatasi konsumsi pada
kemampuan yang ada. Kalau belum mampu, harus berdisiplin dengan tidak berutang
atau bergantung pada orang lain. Seandainya bangsa Indonesia dapat meneladani
karakter mulia proklamator kemerdekaan ini, seandainya para pemimpin tidak
maling, tidak mungkin bangsa dengan sumber alam yang melimpah ini menjadi
bangsa terbelakang, melarat, dan nista karena tradisi berutang dan meminta
sedekah dari orang asing.
---------------------------------
Never miss a thing. Make Yahoo your homepage.
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
Website: http://www.rantaunet.org
===============================================================
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Posting email besar dari >200KB akan di banned, sampai yang bersangkutan
menyampaikan komitmen akan mematuhi Tata Tertib yang berlaku.
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim melalui
jalur pribadi.
===============================================================
Jika anda, kirim email kosong ke >>:
berhenti >> [EMAIL PROTECTED]
Cuti: >> [EMAIL PROTECTED]
digest: >> [EMAIL PROTECTED]
terima email individu lagi: >> [EMAIL PROTECTED]
Webmail Mailing List dan Konfigurasi keanggotaan lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---