..:: Padang Ekspres ONLINE Rabu, 21-November-2007, 12:05:10 Musyawarah Kerja Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (Muker LKAAM) Kabupaten Solok yang berlangsung Senin (19/11), di Gedung Solok Nan Indah, Koto Baru, memunculkan prestasi spektakuler. Prestasi itu lahir dari tangan dingin Ketua LKAAM Solok H Gusmal Dt Rajo Lelo SE MM bersama jajaran LKAAM Solok.
Gusmal yang juga Bupati Solok itu, melaunching (meluncurkan) 4 buah buku tentang adat, berjudul; Pemberian Gelar Kehormatan dalam Masyarakat Adat Kabupaten Solok, Identifikasi Suku dalam Wilayah Kabupaten Solok, Pedoman Perkawinan Menurut Adat di Kabupaten Solok, dan Tingkok Nagari dalam 4 jilid. Ditengah kesibukannya dalam memimpin Kabupaten Solok dan sejumlah organisasi lainnya, memang tidak mudah bagi seorang Gusmal untuk menyusun buku sebanyak itu bersama timnya. Ia mengaku butuh waktu lima tahun untuk menyusun buku yang bahannya diolah dari 35 Nagari di Kabupaten Solok tersebut. Menurutnya, permintaan bahan dan materi yang diperlukan untuk menyusun empat buku telah disampaikan berulangkali ke seluruh LKAAM Kecamatan untuk 74 Nagari. Namun, hanya 35 Nagari yang menindaklanjuti, sedangkan 39 nagari lainnya terpaksa ditinggalkan, karena tidak memungkinkan lagi menunggu yang berakibat gagalnya penyusunan buku. Apalagi, permintaan itu sudah berlangsung sejak lima tahun lalu. Selain itu, Ketua LKAAM Kabupaten Solok itu mengungkapkan saat ini lembaga yang dipimpinnya itu tengah merampungkan pula buku tentang Pidato Adat, karena pidato adat masing-masing Nagari berbeda-beda. Untuk buku satu ini, LKAAM hanya menyusun dasar-dasarnya. Empat buku yang diluncurkan itu tidak diperjualbelikan, dan hanya diperuntukkan bagi para anak kemenakan, ninik mamak, bundo kanduang, masyarakat Kabupaten Solok. Meskipun begitu, Gusmal mengungkapkan saat ini sudah ada pihak ketiga yang mengharapkan agar buku-buku yang diterbitkan itu bisa diperdagangkan atau dijual bebas. Dengan adanya empat buku tentang adat istiadat di Kabupaten Solok tersebut, Gusmal berharap pemahaman masyarakat Kabupaten Solok tentang adat istiadatnya sendiri semakin meningkat. Buku juga sangat membantu bagi kalangan mahasiswa dalam menyempurnakan thesisnya. "Meskipun LKAAM Propinsi Sumatera Barat menilai LKAAM Kabupaten Solok merupakan LKAAM yang paling aktif di Sumatera Barat, namun kita tidak ingin berpuas diri. Buktinya, hari ini kita menggelar pula Muker," ujar Gusmal merendah. Dalam perkembangannya, lanjut Gusmal, Kabupaten Solok merupakan satu-satunya daerah di Sumatera Barat yang memasukkan LKAAM/Kerapatan Adat Nagari (KAN) dalam unsur Pemerintahan Nagari. Ini telah diperkuat dengan telah diterbitkannya Perda Kabupaten Solok Nomor 6/2007 tentang Pemerintahan Nagari. Di dalamnya terdapat 15 pasal yang mengatur tentang KAN/LKAAM. Sebelumnya Pemerintahan Nagari hanya terdiri atas Wali Nagari dan Badan Musyawarah Nagari (BMN). "Salah satu pertimbangannya, KAN bukan lembaga masyarakat, melainkan lembaga pemerintah, sudah ada sejak dahulu. Anggotanya tidak dipilih, melainkan berasal dari unsur ninik mamak dan bundo kanduang," jelasnya, seraya menambahkan adanya kewajiban pemerintah kabupaten ketentuan itu dalam produk Perda, menjadi masuk ke dalam unsur Pemerintahan Nagari. Terpisah, Ketua Panitia Pelaksana Muker LKAAM Solok B. Dt. Kayo didampingi SC Dt. Bdr Hitam dan ES. Dt. Basa mengatakan, Muker digelar untuk membahas program kerja LKAAM Tahun 2008, dan isu aktual yang muncul di tengah masyarakat akhir-akhir ini. Di antaranya, isu aliran sempalan yang meresahkan, implementasi Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) yang cenderung menurun, dan pengentasan kemiskinan. Rekomendasi dari hasil pembahasan ketiga isu penting tersebut selanjutnya akan diserahkan ke LKAAM/KAN dan Pemerintah Kabupaten Solok untuk ditindaklanjuti. Sejumlah rekomendasi yang dilahirkan antara lain, meminta ninik mamak, alim ulama, cadiak pandai dan bundo kanduang agar terus meningkatkan pengetahuan agama dan adat dengan memakmurkan masjid dan surau. Kemudian, Pemerintah Nagari, BMN dan KAN diminta menghidupkan kembali kesenian anak nagari seperti pencak silat, randai dan lain sebagainya untuk memperkuat kembali budaya Minang. Selain itu, LKAAM juga meminta Wali Nagari, KAN dan ninik mamak agar menginventarisir tanah ulayat nagari dan kaum serta membentuk Lembaga Peradilan Adat di tingkat nagari, untuk menyelesaikan masalah sako dan pusako. "Untuk menanggulangi kemiskinan, LKAAM mengharapkan para ninik mamak di masing-masing suku membentuk lembaga-lembaga ekonomi mikro seperti koperasi, baitul mal dan lain sebagainya. Selanjutnya, Wali Nagari, bundo kanduang, KAN, BMN diminta mengantisipasi munculnya ajaran/aliran terlarang serta penyakit masyarakat lainnya seperti judi, miras, napza, pornografi dan pornoaksi di lingkungan masyarakat masing-masing," kata Dt. Bdr Hitam. Kepada Pemerintah Kabupaten Solok dan dinas terkait, LKAAM meminta perhatian dan bantuan bagi pembinaan adat dan agama. (***) ..:: Padang Ekspres ONLINE ::.. : http://www.padangekspres.co.id/ --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== Website: http://www.rantaunet.org =============================================================== UNTUK SELALU DIPERHATIKAN: - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply. - Posting email besar dari >200KB akan di banned, sampai yang bersangkutan menyampaikan komitmen akan mematuhi Tata Tertib yang berlaku. - Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim melalui jalur pribadi. =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Webmail Mailing List dan Konfigurasi teima email, lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di https://www.google.com/accounts/NewAccount =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
