Kalau saya, diberitahukan bahwa orang minang terkenal pencongnya. Kalau benar diomongin jelek, apalagi kalau jelek diomongin lebih jelek lagi
On Nov 26, 2007 8:43 PM, Darul M <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > *From:* Boby Lukman > *Sent:* Monday, November 26, 2007 5:22 PM > > > *Assalamualaikum...Sanak Mantari Sutan dan Dunsanak lainnya di RN..* > > > > *Pertama membaca postingan ini..bukannya bangga yang saya rasakan, namun > sedih, marah dan kecewa...saya sedih karena begitu mudahnya kita memberikan > gelar kepada seseorang yang bukan anggota keluarga kita..begitu mudahnya > kita menebar gelar kepada orang lain yang tidak ada sangkut pautnya dengan > kita...* > > > > > > St.P Berkomentar: > > Begitu besarkah harga gelar di rang awak itu? Apa ada syarat tertentu bagi > seseorang yang mau diberi gelar? > > > > Malah, ada ketentuan adat di kampuang, malah dapat memberikan "suku", > kepada orang yang mau mengaku kemenakan. Adat ini dinamakan malakok. > > > > Bagi saya, yang bukan ahli apa-apa ini, tidak ada masalah memberi gelar > kepada siapa saja, asal ada manfaatnya. Pemberian gelar kepada Gubernur > Lampung, jelas ada manfaatnya bagi warga Lampung keturunan Minangkabau. > > > > Kemudian ada manfaatnya buat kampung di Ranah, paling nggak, pemberian > gelar itu berbiaya, ada pembelanjaan uang di ranah, uang yang berasal dari > rantau. Ini berarti menambah devisa buat ranah, sehingga akan menambah uang > beredar di ranah. Makin banyak peredaran uang maka "iduik makin lapang" kata > orang ekonom. > > > > Yang saya heran, kenapa ya kita selalu berfikiran negatif saja atas apa > yang dilakukan orang. Apa ada kerugian buat kita. Kalau ada kerugian ya coba > komplain secara resmi, baik resmi secara hukum psitif maupun resmi secara > adat. Biar keluar energi positif untuk pengembangan adat itu sendiri. > > > > Ini katanya lho (The Secrets). Kalau kita selalu berfikiran negatif, maka > energi negatif itu akan selau tersimpan dalam alam bawah sadar kita, > sehingga lama-lama akan menyebabkan kehidupan kita jadi negative. > > > > Kalau nggak percaya, coba teliti dalam pergaulan, orang yangselalu tidak > bersetuju dengan orang lain, maka dia akan mempunyai kesilitan dalam > berteman.Bila teman sudah kurang sekali maka dunianya akan sempit. Pepatah > ranah: duduak surang basampiksampik, duduak basamo balapanglapang. Orang > yang tidak atau sedikit teman maka akan susah hidupnya. Apa lagi setelah > pension. Mau bukti, bagi pekerja boleh buktikan dengan pensiun dulu. > > > > Beribu maaf, berpendapat agak lain. > > > > Salam > > St.P 54 > > --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== Website: http://www.rantaunet.org =============================================================== UNTUK SELALU DIPERHATIKAN: - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply. - Posting email besar dari >200KB akan di banned, sampai yang bersangkutan menyampaikan komitmen akan mematuhi Tata Tertib yang berlaku. - Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim melalui jalur pribadi. =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Webmail Mailing List dan Konfigurasi teima email, lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di https://www.google.com/accounts/NewAccount =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
