GHIBAH
  Oleh : Dr. H. Suheimi
   
  Melakukan ghibah, yaitu membicarakan keburukan seseorang yang ketika itu 
tidak ada ditempat. Tanpa sengaja dan tanpa dinyana kita telah terseret 
melaukan ghibah, kita telah terseret berbuat dosa demi dosa, dan orang yang 
dighibahi pun menderita akibat usilnya mulut dan hobinya menghibahi orang.
              Dimana mana kita dengar ghibah, dilapau dan warung banyak ghibah, 
menghakimi seseorang sebelum dia diadili. Telah dihukum sebelum jatuh palu.
              Kadang kadang salah hukum, justru orang yang tak bersalah yanmg 
tergiring jadi terdakwa dan diadili serta dihukum beramai ramai. Ghibah yang 
telah merusak dan menghancurkan seseorang, merusak hubungan sesama manusia, dan 
memutus tali silaturahim, merusak habluminannas. Merusak tali perasaudaraan.
              Yang sering merusak persaudaraan adalah meremehkan, memanggil 
sesama orang beriman dengan yang tidak simpatik, banyak berprasangka, suka 
mencari kesalahan orang lain dan mengumpat.
              Agama kita mengajarkan, “belumlah diakatakan orang beriman 
seseorang sebelum dia mengasihi saudaranya sebagaimana dia mengasihi dirinya 
sendiri”. Perbuatlah sesuatu pada saudaramu, sebagaiman engkau senang jika hal 
itu diperbuat untukmu. Dan jangan lakukan sesuatu, apabila kamu tidak suka, 
bila sesuatu itu dikerjakan pada dirimu. Lamak diawak katuju dek urang. Celoteh 
orang minang.
              Makanya selalu saja adat istiadat, norma norma, sopan santun, dan 
agama mengajar dan menganjurkan kita untuk menjauhi ghibah.
              Lihatlah surat Alhujurat ayat 11 : “ Hai orang orang yamg 
beriman, janganlah suatu kaum mengolok olokkan kaum yang lain (karena) boleh 
jadi mereka (yang diolok olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok 
olokkan) dan jangan pula wanit wanita (mengolok olokkan) wanita lain, karena 
boleh jadi wanita (yang diperolok olokkan) lebih baik dari pada wanita (yang 
mengolok olokkan) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu 
panggil memanggil dengan gelar gelar yang buruk. Seburuk buruk panggilan ialah 
(panggilan) yang buruk sesudah iman dan barang siapa yang tidak bertaubat, 
mereka itulah orang orang zalim (QS.49:11)
              Untuk menghindari ghibah dan sejenisnya, Allah dan Rasul selalu 
membimbing kita dengan tuntunan sunah dan ayat ayatnya.
              Prinsip utama dan pertama itu dengan beberapa petunjuk yang lain 
untuk memperkuat dan mempertegas maknanya, dengan menjelaskan secara konkrit 
hal hal yang akan memberi hikmah ilahiyah yang sangat tinggi, deretan firman 
Allah tentang persaudaraan berdasarkan iman itu dilanjutkan dengan penegasan 
tentang prinsip bahwa seluruh umat manusia adalah bersaudara, dan bahwa 
terbaginya umat manusia menjadi berbangsa bangsa  dan bersuku suku agar antar 
sesama dan antar suku saling mengenal.
              Tak kenal maka tak tahu, tak tahu maka tak sayang, tak sayang 
maka tak cinta.
  Petunjuk dan ayat ini dimaksudkan sebagai tanda pengenalan diri, yang 
semuanya harus dibawakan dalam lingkungan kemanusiaan yang lebih luas dengan 
sikap penih saling menghargai.
              Juga ditegaskan bahwa harkat, martabat seseorang tidak dapat 
diukur dari segi lahiriah seperti kebangsaan dan kebahasaan.
              Harkat dan martabat itu ada dalam sikap hidup yang lebih sejati, 
yang ada pada bagian diri manusia yang paling mendalam yaitu taqwa dan bahwa 
hanya Allah yang mengetahui dan dapat mengukur takqwa itu.
              Jad Tuhanlah yang berhak menentukan tinggi rendah derajat 
seseorang berdasarkan taqwanya. Sedangkan manusia harus memandang sesama dalam 
semangat persaamaan derajat.
              Untuk semua itu ingin saya petikkan sebuah firman suciNya dalam 
Alqur’an : Katakanlah : Inginkah Aku kabarkan kepadamu apa yang lebih baik dari 
yang demikian itu . untuk orang orang yang betakwa (kepada Allah), pada sisi 
rab mereka ada surga yang mengalir dibawahnya sungai sungai; mereka kekal 
didalamnya. Dan mereka dikaruniai istri istri yang disucikan serta keridhaan 
Allah, dan Allah maha melihat akan hamba hambaNya. (QS. 3: 15)
              Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Rabbmu yang telah 
menciptakan kamu dari yang satu dan dari padanya Allah menciptakan istrinya; 
dan dari pada keduanya  Allah memperkembangbiakkan laki laki dan perempuan yang 
banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) namaNya kamu 
saling meminta satu sama lain dan peliharalah hubungan silaturahim. 
Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu. (QS.4 : 1) 
     
  Tulisan ini dapat dilihat di Website WWW.ksuheimi.blogspot.com 
   
  Ghibah ini saya tulis sebagai memenuhui permintaan dari Hanifah


       
---------------------------------
Never miss a thing.   Make Yahoo your homepage.
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
Website: http://www.rantaunet.org
===============================================================
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Posting email besar dari >200KB akan di banned, sampai yang bersangkutan 
menyampaikan komitmen akan mematuhi Tata Tertib yang berlaku.
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim melalui 
jalur pribadi.
===============================================================
Berhenti, kirim email kosong ke:
[EMAIL PROTECTED]

Webmail Mailing List dan Konfigurasi teima email, lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di
https://www.google.com/accounts/NewAccount
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke