MAMPUKAH KITA BERHADAPAN DENGAN NARKOBA ?
   
  Oleh : K.Suheimi
   
  Kisah yang menarik hati tentang Narkoba ada dalam Qur’an tentang dua Malaikat 
Harut dan Marut
   
  Harut dan Marut adalah 2 orang Malaikat yang di sebut  dalam Al-Qur.an surat 
Al Baqarah ayat 102 Yang artinya :" Dan   mereka mengikuti   apa yang di baca 
oleh setan-setan pada masa  kerajaan Sulaiman". Dari  ayat Al_Qur'an itu muncul 
beberapa penafsiran tentang Harut  dan  Marut adalah 2 orang Malaikat yang 
turun  ke  Bumi. 
   
  Bermula  dari  kisah ketika para Malaikat berkata  :"Ya  Tuhan  , betapa 
sabarnya Engkau  menghadapi dosa-dosa dan kesalahan  manu­ sia". Tuhan 
menjawab :"Saya memberikan cobaan kepada mereka  dan saya bebaskan kalian dari 
cobaan". Malaikat berkata "Sekiranya kami berada di tempat manusia, kami tidak 
akan membuat  maksiat kepadaMu". Tuhan berkata :"Pilihlah dua Malaikat  dari 
kalian untuk di kirim ke Bumi". 
   
  Mereka lalu memilih dua Malaikat yaitu­ Harut  dan Marut. Kedua Malaikat 
ini di beri hawa  nafsu  syahwat seperti   yang ada pada manusia. Sesampai di 
Bumi mereka  bertemu dengan  wanita cantik yang bernama Zahrah, kedua Malaikat 
itupun jatuh  cinta dan mengajak Zahrah bermain cinta , tapi  di  tolak. Namun 
Zahrah bersedia bermain cinta asal Malaikat itu mau  menga­jarkan  bacaan 
untuk naik dan turun langit. Kedua Malaikat itupun goyah imannya, dia tergoda 
dan dia kalah dalam godaan nafsu syah­watnya.
   
  Dalam  versi  yang lain di sebutkan bahwa,  Zahrah  bersedia bermain cinta 
asal saja kedua malaikat itu mau  memenuhi  salah satu  dari 3 syarat yang di 
ajukan Zahrah yaitu ; menyembah  pa­tung,  membunuh atau minum khamar. 
Harut  dan Marut  mengetahui bahwa  ke tiga perbuatan itu terlarang, tapi yang  
paling ringan menurut  mereka adalah minum khamar. Mereka memilih minum  khamar 
sampai mabuk. Dalam keadaan mabuk mereka berzina dengan perempuan itu. Pada 
waktu itu ada seorang yang lewat dan melihat perbuatan mereka.  Karena takut 
orang itu membuka rahasia, akhirnya  mereka membunuhnya.
   
  Betapa  bahayanya  minum  khamar tertera  dalam  kisah  ini, Malaikatpun 
dibikinnya mabuk dan  terjadi  rentetan  perbuatan maksiat yang lain yaitu 
berzina dan membunuh. Sering  perbuatan maksiat  yang satu  diikuti secara 
beruntun  dengan  perbuatan maksiat yang lain. Dan tak jarang pada mulanya 
seseorang  ingin menutupi perbuatan maksiat yang satu dengan membuat maksiat 
yang lain,  sehingga  perbuatan maksiat itu  makin  menumpuk.  Sekali perbuatan 
maksiat di kerjakan dia akan menuntut perbuatan maksiat yang lain,  sehingga 
terjadi lingkaran setan yang  saling  dan tambah  memberatkan. 
   
  Dosa  minum minuman keras diikuti oleh dosa zina  dan  untuk menutupi semua 
itu di tambah lagi dengan dosa membunuh  manusia, maka  dia  tak tertolong 
lagi, bertubi-tubi dosa  demi  dosa  di kerjakan  dan  bertambah-tambahlah azab 
derita yang akan  di  ta­nggungkan.
   
  Maksiat  artinya  durhaka, kata ini dipakai  untuk  menyebut perbuatan 
durhaka atau dosa yang tidak mau  mengikuti  perintah Allah dan RasulNya, 
tetapi justru mengerjakan laranganNya.  Maksiat  yaitu segala pekerjaan yang  
sifatnya meninggalkan yang wajib dan mengerjakan yang haram. Maksiat ada yang  
sifatnya merusak  dan menodai ketentraman umum dan hak masyarakat dan  ada pula 
yang sifatnya pribadi. Dengan demikian segala perbuatan yang tidak sejalan  
dengan kehendak syariat Islam di  sebut  maksiat, apakah itu menyangkut hak 
Allah  SWT ataupun yang menyangkut  hak pribadi.
   
  Nah, Harut mengira mengerjakan maksiat meminum khamar  lebih enteng dari 
mengerjakan perbuatan maksiat yang  lain,  ternyata dari  maksiat yang enteng 
berlanjut dan berkesudahan dengan  men­gerjakan  maksiat yang semakin besar 
dan semakin  berbahaya dan semakin besar dosanya. Ada baiknya dalam tulisan ini 
kita singgung sedikit tentang khamar.
   
  Khamar adalah bahasa arab yang artinya minuman keras,  sebe­tulnya khamar 
itu artinya tertutup, terhalang atau  tersembunyi.  Kemudian nama khamar itu di 
gunakan untuk sebutan atau nama  bagi setiap minuman keras lainnya yang 
sejenis.  Minuman  keras  itu disebut khamar karena dapat menutupi akal dan 
fikiran  peminumnya dari mengerjakan  perintah Allah dan RasulNya.
   
  Meminum  khamar  hukumnya terlarang atau haram  sama  dengan hukuman berjudi 
dan termasuk dosa besar (Al Baqarah  119).  Dan begitu juga kalau kita baca 
surat Al  Maidah ayat 90. Khamar  itu termasuk perbuatan keji dan dinyatakan 
sebagai  perbutan syetan yang  harus  di jauhi. Meminum khamar  banyak 
menimbulkan  efek negatif  yang sangat merugikan manusia  bukan  saja  
peminumnya melainkan juga orang lain yang sering merengut banyak korban jiwa 
karena sikap saling membenci  dan permusuuhan yang timbul  akibat minum khamar. 
Khamar dapat menyebabkan peminumnya lupa diri, lupa ingatan  dan lupa  keluarga 
dan lain-lainnya  bahkan  juga  lupa kepada Tuhan yang menciptakannya.
   
  Minum  khamar  berarti merusak diri  sendiri,  merusak  akal fikiran, merusak 
jantung merusak hati merusak  pembuluh  darah. Merusak diri di sebut dengan 
perbuatan aniaya yang di kenal dalam agama  kita dengan dzalim. Dzalim adalah 
dosa, jadi minum  khamar adalah dosa besar. Dan kisah diatas menunjukkan 
besarnya  akibat yang di timbulkan oleh perbuatan minum khamar.
  

Opium atau candu adalah ekstrak tanaman Papaver somniferum (poppy) yang telah 
dikenal sejak berabad-abad lalu. Terdapat jauh di lereng bukit pegunungan 
Kolombia, Myanmar, Meksiko, Thailand, Laos, Afganistan dan Pakistan. Opium atau 
candu memiliki sifat narkotika yang berarti mematikan rasa, mengurangi nyeri, 
mengantuk dan depresan umum. Mengandung lebih 20 jenis bahan aktif alkaloid, 
salah satunya yaitu morfin, yang ditemukan di abad ke 19, diambil dari nama 
dewa mimpi Yunani (Morpheus). Sejak lama proses sintesa morfin dari opium sudah 
dimulai oleh Paracelsus di abad ke 16. Opium bekerja melalui reseptornya karena 
memiliki kemiripan struktur kimia dengan senyawa yang dibentuk tubuh (endorfin).


  Ketika daun bunga poppy berguguran merupakan waktu yang tepat untuk memanen, 
biasanya 2 karung besar dipanen pertahun. Selanjutnya pemanen membuat beberapa 
irisan di bagian luar bunga poppy dengan pisau yang berbentuk bulan sabit dan 
menunggu sampai mengeluarkan getah seperti susu. Getah tersebut terus menerus 
merembes dari sayatan pisau. Lelehan getah dibiarkan kering di bawah sinar 
matahari hingga berwarna coklat, kemudian dikerok dan disimpan ke dalam kantong 
sebagai opium mentah untuk diproses atau diolah menjadi morfin murni di bawah 
pengawasan ahli kimia yang berpengalaman. 
Kira-kira 30-60 detik setelah narkoba disuntik ke pembuluh darah, individu akan 
merasakan gelombang hangat menjalar dari pinggang bagian bawah seperti sensasi 
“sibuk” (rush sensation) yang meluncur menuju sistem syaraf pusat. Sebuah 
sensasi ketenangan yang dalam yang menyelubungi diri individu dengan cepat. 


   
  Antara mitos dan kenyataan, kehidupan pecandu di masyarakat telah menjadi 
stigma bahwa “ Sekali adiksi tetap adiksi ” ketagihan dan kecanduan. Mereka 
yang terus menerus menggunakan narkoba akan berperilaku menjadi pecandu 
(addict). Pada mereka yang berhenti dan memulai proses pemulihan harus ingat 
bahwa bila menggunakannya lagi mereka membangkitkan penyakit adiksi. Terapi dan 
pemulihan ketergantungan narkoba merupakan suatu proses yang sangat panjang.

Jarang sekali pecandu yang sadar dengan kemauan memutuskan bahwa suatu hari 
nanti akan menghentikan kebiasaan menggunakan narkoba dan tidak akan 
menggunakan lagi. Kebanyakan pecandu harus dipaksa untuk mengikuti terapi 
apakah itu karena terkait masalah hukum, campur tangan anggota keluarga dan 
teman, atau kesengsaraan yang memaksa untuk mengubah kehidupan. 

Ketika pecandu dihadapkan untuk mengendalikan penggunaan narkoba yang 
kecenderungannya gagal dan tidak terkendali maka umumnya tanggapan mereka : 
“Saya tahu bahwa saya bermasalah, tetapi saya belum mau menghentikan semuanya 
ini, saya ingin belajar dulu bagaimana menggunakannya hanya pada hari-hari 
libur”. 


  Untuk itu ingin saya petikkan sebuah Firman suci Nya dalam Al Qur'an 
  Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah:"Pada keduanya 
itu terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya 
lebih besar dari manfaatnya". Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka 
nafkahkan. Katakanlah:"Yang lebih dari keperluan". Demikianlah Allah 
menerangkan ayat-ayatNya kepadamu supaya kamu berfikir, (QS. 2:219)
     
   
  Tulisan ini dapat dilihat di Website WWW.ksuheimi.blogspot.com 


       
---------------------------------
Looking for last minute shopping deals?  Find them fast with Yahoo! Search.
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
Website: http://www.rantaunet.org
===============================================================
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Posting email besar dari >200KB akan di banned, sampai yang bersangkutan 
menyampaikan komitmen akan mematuhi Tata Tertib yang berlaku.
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim melalui 
jalur pribadi.
===============================================================
Berhenti, kirim email kosong ke:
[EMAIL PROTECTED]

Webmail Mailing List dan Konfigurasi teima email, lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di
https://www.google.com/accounts/NewAccount
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke