Mengurangi arus merantau itu mungkin agak susah. Ini terkait dengan tuah rantau 
dalam budaya Minang. Push factor-nyo ado dalam sistem sosial Minangkabau, kata 
Dr. Mochtar Naim. Ini menimbulkan penyakit "Minangcomplex", kecek ahli nan lain 
(misalnyo bacolah artikel St. Pariaman). 
Kalau kito liek dalam keluarga Minang nan tadiri dari babarapo anak padusi, 
faktor internal conflict sangaik kuaik. Ini didorong pula oleh faktor orang tua 
(terutama Ibu) yang kuat orientasi materialnya. Umpamo kalau sorang anak 
perempuan dibalikan tivi baru dek lakinyo, maka anak yang kedua disindir dek 
ibunya: "laki kau bilo ko ka mambali radio baru?". Keadaan ini juga menjadi 
salah satu faktor pendorong bagi laki2 Minang pergi merantau membawa 
keluarganya. Toh refleksinya dapat dilihat dalam novel2 Hamka ditahun 
30-60-an-- "Merantau ke Deli", "Anak dan Kemenakan", "Dijemput Mamaknya", dll. 
Disertasi dr. Mochtar Naim, Meranta: Minangkabau Voluntary migration" tentu 
rancak dibaco untuk memahami karaktersitk merantau urang Minang tu. 
Memang nelongso kita melihat perantau Minang yang datang ke Jakarta setelah 
tahun 80-an, terutama mereka yang tak punya skill, marantau jo tulang lapan 
karek sajo. Bak kecek2 Uda Azyumardi Azra, pilihan pekerjaan perantau Minang 
kini pun lah babeda dari dulu nan kebanyakan jadi panggaleh (paliang tidak). 
Kini apo nan dapek disasau se lai, asalai dapek makan. Bagaimana bisa hidup di 
rantau jika yg dijual 5 halai saputangan, 10 kaus kaki, 7 catuih api,.......di 
jembatan penyebrangan. Tapi, sungguapun baitu, nan makan di kadai nasi juo. 
Itulah sifat urang Minang. Kalau pulang rayo....licin juo pakaian. Malagak ka 
kampuang (nan kayo baitu juo: lieklah urang Suliak Aia pulag basamo, bakilek2 
sedannyo..badirik2 sajak dari tapian Singkarak).

Sementara di kampuang sawah laweh jadi padang gubalo kabau. Indak ado nan 
mangarajokan karano sebagian besar urang kampuang pai marantau. Padahal kalau 
betul2 bekerja di kampuang mungkin hidup mereka lebih baik dari di rantau degan 
menjual 8 halai sarawa kotok, 10 halai anak baju, 30 buah pinjaik....







----- Pesan Asli ----
Dari: Yulnofrins Napilus <[EMAIL PROTECTED]>
Kepada: RantauNet2 Milis <[email protected]>
Terkirim: Sabtu, 8 Desember, 2007 9:28:38
Topik: [EMAIL PROTECTED] 15 org Anggota DRPD DKI ke Sumbar...?


Assalamualaikum ww

Satu lagi pe-er Pemda Sumbar dan mungkin pe-er kita semua juga adalah bagaimana 
mengurangi jumlah orang Minang merantau ke Jakarta...? Bagaimana meningkatkan 
ekonomi di Sumbar...?

Barusan saya diinform temen bahwa 2-4 Desember lalu, 15 orang anggota DPRD DKI 
dg staff2nya dari Komisi A (Bidang Penertiban, dll.) berkunjung ke Sumbar 
bertemu dg DPRD Sumbar utk mendiskusikan, bagaimana mengurangi jumlah eksodus 
orang Sumbar ke DKI. Krn DKI katanya melihat bahwa penduduk Sumbar sktr 5 juta 
jiwa, tetapi 2,5 juta nya ada di DKI. Kelihatannya mereka mau membantu Sumbar 
mencarikan jalan keluarnya agar orang Sumbar tidak perlu keluar Sumbar, 
khususnya ke DKI untuk bekerja dan menetap.

Ada gak dunsanak yang tahu tentang isu ini....? Ada yg punya angka/statistik yg 
lebih tepat? Apakah orang Sumbar sudah membuat susah DKI...?  

Mudah-mudahan bukan itu alasannya. Mungkin aja sebetulnya mereka ingin 
jalan-jalan menikmati indahnya alam Ranah Minang sampai ke Bukittinggi... Krn 
sebagian besar Anggota Dewan tsb alah terlalu acok bana mancaliek foto-foto 
keindahan Sumbar di www.west-sumatra.com ha..ha... 

Wassalam,
Nofrins




Looking for last minute shopping deals? Find them fast with Yahoo! Search.


      ________________________________________________________ 
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di di bidang Anda! Kunjungi 
Yahoo! Answers saat ini juga di http://id.answers.yahoo.com/
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
Website: http://www.rantaunet.org
===============================================================
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Posting email besar dari >200KB akan di banned, sampai yang bersangkutan 
menyampaikan komitmen akan mematuhi Tata Tertib yang berlaku.
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim melalui 
jalur pribadi.
===============================================================
Berhenti, kirim email kosong ke:
[EMAIL PROTECTED]

Webmail Mailing List dan Konfigurasi teima email, lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di
https://www.google.com/accounts/NewAccount
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke