Assalamu'alaikum wr.wb.

Ya iyaalah da Nof...secara mereka (wisatawan) itu kan orang sibuk dengan
bidang masing-masing, paling cepat mencari infonya ya lewat internet, yang
bisa mereka akses dimana saja dan kapan saja. Kalau mendatangi biro
perjalanan tentu membutuhkan waktu dan biaya. Herannya kenapa
pejabat-pejabat di dinas pariwisata selalu telat menyimpulkan ini?? Malah
masih ada yang keukeuh atau ngotot mengatakan promosi pariwisata masih lebih
efektif dengan brosur dan leaflet yang butuh biaya tinggi. Ada apa ya
dibalik semua itu??? Hmmmmm....jalan-jalan dan fee percetakan kah????????

salam
Reza

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
Website: http://www.rantaunet.org 
=============================================================== 
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN: 
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply. 
- Posting email besar dari >200KB akan di banned, sampai yang bersangkutan 
menyampaikan komitmen akan mematuhi Tata Tertib yang berlaku. 
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim melalui 
jalur pribadi.
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: 
[EMAIL PROTECTED] 

Webmail Mailing List dan Konfigurasi teima email, lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe 
Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di
https://www.google.com/accounts/NewAccount
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke