Assalaamu'alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuhu BENCANA (LAGI) Telah terjadi lagi bencana Berulang kembali bencana Bahkan belum selesai pedih sebuah bencana Telah datang lagi bencana Bahkan lebih dahsyat pula bencana Berpuluh beratus korban bencana Di negeri yang terlalu akrab dengan bencana Laut membawa bencana Hujan membawa bencana Angin membawa bencana Gunung berbagi bencana Bahkan bumi yang dipijakpun berbencana Tak kunjung habis derita Bertumpuk-tumpuk derita Anak-anak meratap dalam derita Tua jompo merintih dalam derita Petani menderita Nelayan disamun derita Dimana agaknya salahnya? Apa agaknya yang menjadi puncanya? Kenapa begini adanya? Di bumi yang padahal aduhai indahnya? Di negeri yang subhanallah kayanya? Dengan masyarakat yang alangkah banyak ragamnya? Sombong, mungkin itulah agaknya Takabur, barangkali itu penyebabnya Durhaka, padahal sudah mereka dengar beritanya Khianat, jadi hiasan hidupnya Zhalim, para pemukanya Tipu permainan hidupnya Sombong Mereka menyangka mereka serba bisa Menyangka tidak suatu apapun yang menghalangi kehendak mereka Semua bisa dibeli belaka Dan uang adalah segala-galanya Padahal apalah arti uang yang entah dari mana datangnya Takabur Semua seolah enteng-enteng saja Negeri bagai tidak ada tepi untuk mereka Hukum mereka yang punya Kuasa ada ditangan mereka Wahai, alangkah jumawanya
Durhaka Ibu bapa durhaka kepada anaknya Guru durhaka kepada muridnya Pedagang durhaka kepada pembelinya Imam durhaka kepada makmumnya Pemimpin durhaka kepada Tuhannya Khianat Kalau engkau tidak melihat, maka hanya ‘aku’lah yang benar Kalau engkau melihat, maka uang’ku’lah yang benar Kalau tidak ada yang tahu, maka semua boleh ‘ku’lakukan Kalau rakyat banyak tahu, hakim dapat ‘ku’kendalikan Padahal Tuhan pasti tahu, dan ‘aku’ tidak meperdulikan Zhalim Biar orang lain mampus selama ‘aku’ suka mana ada urusan? Biar negeri ini karam selama ‘aku’ dapat untung lalu apa permasalahan Biar ada penegak hukum, huh, bagi’ku’ semua bukan halangan Biar beribu korban, selama tidak menyentuh’ku’ tidak ada persoalan Biar anak istri’ku’ mendapat laknat bagi’ku’ tak ada kekhawatiran Tipu Di pasar banyak tipu Di jalan raya ada tipu Di sekolah penuh tipu Di kantor-kantor........ Di pengadilan .......................... Mungkin itulah sumber bencana Ketika amanah jadi barang langka Ketika kejujuran tak bermakna Ketika ketakaburan membutakan mata Ketika kezhaliman bersimaharajalela Ketika tipu dan khianat jadi hiasan dunia Cobalah simak ‘Jika penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, sesungguhnya Kami bukakan keberkahan kepada mereka dari langit dan bumi. Tapi mereka mendustakan ayat-ayat Kami. Lalu Kami siksa mereka karena ulah mereka.’ (Al A’raf (7) ayat 96) Dan cobalah simak, ‘Telah terjadi kerusakan (malapetaka) di darat dan di laut karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari akibat perbuatan tangan mereka, agar mereka kembali.’ (Ar Ruum (30) ayat 41) Maka Belum jugakah datang waktunya untuk kembali? Menyadari betapa kecilnya nilai masing-masing diri? Disisi Allah Yang Maha Menguasai? Dia mampu mendatang bencana bagi seluruh negeri Sungguh, tidak ada daya apapun bagi setiap diri disisi ilahi Ya Allah Rabbil ‘iizzati Lembutkanlah kiranya hati-hati ini Untuk takut dan mengerti Lalu bersimpuh bersujud dengan sepenuh hati Memohon ampunan Mu ya Rabbi Dan hentikanlah kiranya cobaan demi cobaan ini Jatibening, ba’da subuh, Jumat 18/12/1428 Wassalamu'alaikum, Lembang Alam Dapek pulo di caliak di http://lembangalam.multiply.com dan www.palantalembangalam.blogspot.com ____________________________________________________________________________________ Never miss a thing. Make Yahoo your home page. http://www.yahoo.com/r/hs --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== Website: http://www.rantaunet.org =============================================================== UNTUK SELALU DIPERHATIKAN: - Selalu mematuhi Peraturan Palanta RantauNet lihat di http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-palanta-rantaunet - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply. - Posting email besar dari >200KB akan di banned, sampai yang bersangkutan menyampaikan komitmen akan mematuhi Tata Tertib yang berlaku. - Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim melalui jalur pribadi. =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Webmail Mailing List dan Konfigurasi teima email, lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di https://www.google.com/accounts/NewAccount -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
