Assalamualaim w.w. para sanak sa palanta dan para pegiat pariwisata,
   
  Waah, dari 100 obyek wisata yang dipromosikan Depbudpar, ternyata Sumatera 
Barat hanya kebagian 1 ( baca: SATU) obyek saja, nampaknya itupun belum 
dipersiapkan dengan baik, sehingga  sewaktu Menbudpar menanya Kadisbudpar 
sebagai pejabat  pengampu yang secara fungsional bertanggung jawab, jawabannya 
-- kok mirip tentara -- 'ya pak, baik pak'. Sudah barang tentu jawaban yang 
diinginkan Menbudpar tersebut bukan hanya 'ya pak, baik pak', tetapi lebih dari 
itu. 
   
  Dalam bayangan saya, beliau dengan sikap percaya diri mestinya menjawab: 
"Beres pak. Jangankan tabuik, banyak lagi yang sudah saya siapkan. Kan tidak 
sia-sia saya berpromosi ke mancanegara untuk memperkenalkan potensi pariwisata  
Sumbar yang amat besar itu, baik wisata alam, wisata budaya, wisata kuliner, 
dan jangan lupa pak, juga wisata sejarah. Saya sudah bekerjasama erat dengan 
PHRI, ASITA, dan juga MAPPAS, Pak. Pokoknya saya didukung oleh segala kalangan 
di Sumatera Barat, baik pak Gub dan pak Wagub, DPRD Sumbar, serta kalangan 
operator pariwisata, yang saya layani dengan baik. Kalau Bapak tak percaya, 
bisa Bapak kirim peninjau ke Sumbar. Bapak jangan percaya suara-suara yang 
menghujat saya.  Sekarang tokoh-tokoh Minang di Rantau dan di Ranah sedang 
mempersiapkan diskusi panel Perang Paderi, 1803-1838, perang saudara yang 
paling lama di Indonesia, lebih lama dari perang Vietnam, meliputi tiga 
kawasan: Sumatera Barat, Mandahiling, dan Riau. Ini juga potensi wisata.
 Sejarah PDRI apalagi Pak, ini kebanggaan orang Minang dan kebanggaan Republik 
Indonesia, dan saya yakin akan menarik bagi generasi muda. Pokoknya, jangan 
khawatir, Pak".
   
  Namun jawaban tersebut memang hanya imajinasi saya saja, yang saya yakin tak 
akan pernah terjadi. Keadaan nyata amat jauh dari imajinasi saya itu. Yang 
menjadi pertanyaan saya: mengapa sikap dan perilaku -- apalagi kebijakan dan 
strategi -- pejabat fungsional daerah yang paling bertanggung jawab terhadap 
program nasional kepariwisataan ini 
koq seperti tak nyambung, baik dengan kebijakan dan strategi nasional maupun 
dengan aspirasi dan kepentingan pegiat pariwisata di Sumatera Barat? Apa yang 
salah ? Apa tak pernah ada evaluasi terhadap kinerja beliau, dan apa tak ada 
arahan serta teguran dari BA 1 dan BA 2 ? Wallahualam bissawab.
   
  Yang jelas, dari berbagai makalah serta data statistik yang disajikan dalam 
seminar masyarakat hukum adat Minangkabau bulan Juni 2007 yang lalu, kondisi 
sosial ekonomi Sumatera Barat -- khususnya di daerah kabupaten -- sungguh 
sangat menyedihkan. Keadaan yang mengenaskan itu akan berubah banyak kalau 
program pariwisata ini berhasil baik, khususnya wisata alam, wisata budaya, dan 
wisata sejarah, yang jelas akan berlangsung di kabupaten-kabupaten.  BA 1 juga 
sudah berkali-kali mencanangkan bahwa pariwisata merupakan program andalan 
Sumatera Barat.
   
  Dalam berbagai pembahasan yang dilakukan dalam jajaran MAPPAS disadari bahwa 
kata kunci dalam upaya menyukseskan program nasional pariwisata ini adalah 
KOORDINASI, antara tiga komponen kegiatan pembinaan pariwisata, yaitu 
Pemerintah sebagai regulator, PHRI dan ASITA sebagai MAPPAS yang mewakili 
konsumen pariwisata. Wadah yang dianggap tepat untuk ini adalah apa yang 
disebut 'West Sumatra Tourism Board', disingkat WSTB. Sudah berkali-kali 
gagasan ini disampaikan kepada fihak terkait di Sumatera Barat, namun 
kondisinya tetap  NATO, 'no action, talk only'.
   
  Mengingat pariwisata ini bukan saja  merupakan program nasional yang harus 
disukseskan, tetapi juga penting bagi peningkatan taraf hidup masyarakat Ranah 
sendiri, maka situasi yang sangat amburadul dalam bidang pariwisata ini bukan 
saja perlu dibenahi tetapi juga perlu diterobos. 
   
  Menteri Kebudayaan dan Pariwisata perlu diberi masukan tentang keadaan yang 
sebenarnya di Sumatera Barat, agar beliau dapat mengambil kebijakan, strategi, 
dan 'executive decision' yang tepat untuk menyelamatkannya. Tahun 2008 sudah 
tinggal dua hari lagi.
   
  Kalau Kadisbudpar Sumbar -- konco arek jo lawan kareh pak Nof tu -- mau 
mendengarkan dan bersedia bekerjasama secara melembaga dengan komponen-komponen 
pegiat pariwisata lainnya, sudah barang tentu akan kita sambut dengan tangan 
terbuka. 
   
  Namun, jika masih tidak mau atau masih tidak bersedia, saya khawatir nanti 
ada yang akan nekad mengajukan 'mosi tak percaya' kepada beliau, mungkin dari 
para sanak yang sudah tidak sabar lagi menahankan keamburadulan berkepanjangan 
ini.
   
   
  Wassalam, 
  Saafroedin Bahar
  
Yulnofrins Napilus <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          Wakatu launching Visit Indonesia 2008 di JCC yg diresmikan Menbudpar 
dan Menkominfo dan disiarkan langsuang dek Metro TV, ambo hadir jo Bu Sekjen 
MAPPAS. Johan Backir dari RCTI sangajo pulang liburan utk hadir ke acara iko. 

Menurut Pak Jerowacik, jumlah wisatawan masuk ke Indonesia Tahun 2007 mencapai 
angka 5,5 juta pengunjung. Pernah tertinggi, 5,3 juta. Itu terjadi sebelum bom 
Bali. Makanya skrg Pemerintah mencoba menggenjot lagi promosinya. Setahu ambo, 
wisatawan masuk ke Malaysia Tahun 2006 adalah 16 juta orang. Luar biasa 
tingginya dibanding jumlah penduduknya yg hanya 23 juta jiwa. Sehingga ini 
bakal jadi tantangan besar buat Indonesia. Kata MC Tantowi Yahya, di Amerika 
dan negara maju lainnya, obyek2 wisata mereka umumnya adalah "hand made". 
Sedangkan obyek wisata kita di Indonesia "sangat alamiah". Hanya perlu polesan 
sedikit lagi, termasuk kebersihan toilet dan kenyamanan lainnya bagi wisatawan. 
Mestinya nilai obyek wisata kita lebih baik dari obyek wisata mereka...

Kembali ke pokok bahasan, stlh acara salasai pukua 21.00 wib, kito sempat 
maota-ota jo "konco arek lawan kareh ambo, Kadisbudpar Sumbar". Tibo2 konco 
ambo iko dipanggia dek Pak Thamrin, Dirjen Pemasaran DepBudPar dg Bu Titin, 
Direktur Pemasaran dalam Negeri DepBudPar. Pertanyaan Pak Dirjen: "Bagaimana dg 
promosi Tabuik di Sumbar...? Sudah sampai dimana...? Agendanya kan sudah kita 
masukkan ke Visit Indonesia 2008..? Kita berharapTabuik tsb bisa menarik jumlah 
wisatawan dari Malaysia, Singapore dsktrnya...". Alah grogi pulo konco ambo 
iko, sehingga hanya bisa berucap: "Iya Pak... Baik Pak...". Tolong jangan 
ditanya bagaimana ekspresi kita sbg orang Sumbar yg berkebetulan berada disana 
waktu itu...

Yang pasti, ambo sudah bajanji jo konco ambo itu utk basuo di Padang atau kalau 
beliau duluan ke Jakarta, akan diskusi utk persiapan Pulang Basamo 2008 nanti. 
Kito tetap berusaha memisahkan urusan pariwisata dg urusan pribadi sbg kawan. 
Insya allah. Nampaknyo baru itu yang bisa kito lakukan Pak Saaf...

Wassalam,
Nofrins

"Dr.Saafroedin BAHAR" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:    Ha ha ha ha ha ha, iyo iyo 
iyo ..... Kadipangaan lai ko, kok coitu respons [ sabagian ketek? sabagian 
gadang?]  dari sanak kito di Ranah. 
   
  Kok dipikia-pikia, lai ka baiyo bana kito mamaralukan pariwisata ko ?  Kok 
indak, kan masih banyak karajo lain nan dapek kito karajokan. Jan sampai arang 
abih basi binaso, tukang maambuih payah sajo. Agamo kito kan malarang 
mangarajokan nan mubazir.
   
  Mungkin itu sababnyo Depbudpar nampaknyo indak bagairah bana taradok Sumatera 
Barat, walau [sacaro formal] dimasuakkan juo ka Daerah Tujuan Wisata.
   
  Ka sia kito kabatanyo, karano tiok masukan nan kito sampaikan, saroman batu 
jatuah ka lubuak sajo.
   
  Apo paralu reformasi jilid duo di Ranah ko ? 
   
  Wassalam,
  Saafroedin Bahar.

Yulnofrins Napilus <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
  "Aah... urang rantau iko bakalabiahan bana... Jan lah coitu bana Pak... Masak 
masalah ketek itu sajo jadi masalah...? Alah biaso sajo nyo dek kami disiko 
macam itu... Jan lah dipaburuak bana nasib kami di kampuang iko... Masih banyak 
nan baiak-baiak nan kami buek disiko... 

Jan lah sombong bana Apak minta dilayani dikampuang kami... Baru bapitih 
saketek sajo alah minta dilayani pulo sarupo dewa... Agamo kami disiko Islam. 
Indak ado kamus dewa itu dalam budaya kami do... 

Kecek tulisan Kompas di hlmn 40 hari iko itu, salah gadang tu mah... Sia bana 
urang Kompas itu, kok berani-berani nyo manilai-nilai kami...  Mereka alun tau 
bagai lai do baa baminang-minang disiko... Kami disiko duduak samo randah, 
tagak samo tinggi... 

Di rumah makan iko, kami pemegang saham sadonyo... Kok indak kalanteh nyo, jan 
lah singgah ditampek kami... Mohon maaf Pak, coitu kami disiko...".

Wassalam,
Nofrins St. Batuah
"4 rancak, 5 lamak bana"


    
---------------------------------
  Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it 
now.  

__._,_.___   Messages in this topic (4) Reply (via web post) | Start a new 
topic 
  Messages | Files | Photos | Links | Database | Polls | Members | Calendar 
  Kita membangun MAPPAS untuk ikut menangani masalah-masalah wisata di ranah, 
dengan cara meminta perhatian fihak yang berwenang mengenai masalah-masalah 
tersebut di Sumatera Barat. 

Menimba teknik DPR RI dalam membahas rancangan undang-undang, saya merasa ada 
baiknya kita himpun sebuah daftar yang memuat secara rinci masalah-masalah 
kepariwisataan ini, yang untuk sementara kita sebut
sebagai Daftar Inventarisasi Masalah Pariwisata Sumatera Barat, atau DIM-PSB. 
Terhadap setiap masalah yang ditemui pada setiap obyek wisata kita sampaikan 
saran konkrit, dan kita catat respons manajer obyek wisata tersebut.

    MARKETPLACE
      
---------------------------------
  Earn your degree in as few as 2 years - Advance your career with an AS, BS, 
MS degree - College-Finder.net. 
    
---------------------------------
    
---------------------------------
  Earn your degree in as few as 2 years - Advance your career with an AS, BS, 
MS degree - College-Finder.net. 


   
Change settings via the Web (Yahoo! ID required) 
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch format to 
Traditional 
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe 

    Visit Your Group 
      Drive Traffic
  Sponsored Search
  can help increase
  your site traffic.

    Green Y! Groups
  Environment Groups
  Find them here
  connect with others.

    Women of Curves
  on Yahoo! Groups
  see how women are
  changing their lives.



  .

 
__,_._,___                         

       
---------------------------------
Never miss a thing.   Make Yahoo your homepage.
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
Website: http://www.rantaunet.org 
=============================================================== 
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Selalu mematuhi Peraturan Palanta RantauNet lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-palanta-rantaunet
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply. 
- Posting email besar dari >200KB akan di banned, sampai yang bersangkutan 
menyampaikan komitmen akan mematuhi Tata Tertib yang berlaku. 
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim melalui 
jalur pribadi.
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: 
[EMAIL PROTECTED] 

Webmail Mailing List dan Konfigurasi teima email, lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe 
Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di
https://www.google.com/accounts/NewAccount

-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke