Ada beberapa hal yang perlu diingat oleh kita manusia yang lemah ini. Pertama: Allah berfirman "Laisa kamistlihi Syaiun"(Allah itu, tiada satupun yang bisa menyerupainya). Ketika Allah berfirman :"Yadullaahi fauqa aidiihim" arti secara letternya(tangan Allah berada diatas tangan mereka), banyak terjadi perdebatan karena masalah "Tangan Allah" ini, sehingga banyaklah yang menduga macam-macam.Membayangkan yang macam-macam.
Kedua: Masalah banyak tanya ini. Kita disuruh bertanya pada ahli dzikri(maksudnya pada yang ahlinya), kalau mau tanya masalah kesehatan gigi yah bertanya pada dokter gigi agar dapat jawaban yang tepat, jangan pula ditanya pada insinyur pertanian, maka akan dijawabnya lain lagi, akan dijawab paling ngak dengan jawaban yang berhubungan dengan kesehatan gigilah semacam "Tebu bisa membersihkan gigi, maka banyak-banyaklah makan tebu".Toh ada giginya jugakan, tapi apakah tepat dengan pertanyaan seorang pasien tentang kenapa gigi bisa cepat berlubang? Dalam tempat lain, Allah mengingatkan kita agar jangan bertanya apabila dengan jawaban pertanyaan tersebut akan menyakiti hati sipenanya: "Laa tasaluu 'an syain in tubda lakum tasukkum".(Janganlah kamu bertanya akan sesuatu hal(yang kamu akan tahu dengan jawaban pertanyaan tersebut)akan menyakiti hati kamu sendiri". Jadi, sangat berbeda sekali orang yang bertanya memang ingin tau, karena sama sekali tidak tau, dengan orang yang bertanya tetapi ia tau, hanya untuk nyinyir, semacam kaum nabi Musa alaihissalam, ketika diperintahkan Allah untuk menyembelih sapi, banyak sekali pertanyaan mereka, mulai dari sapi semacam apa, tuakah, mudakah, warnanya apa, dllnya, sehingga Allah membukakan kedok mereka, pada dasarnya mereka bertanya itu bukan untuk apa-apa, hanya memang mereka ngak mau menjalankan perintah Allah itu saja. Sama sajakan ketika seorang pria dilamar seorang puteri, banyak sekali alsannya, belum siap menikahlah, belum ada inilah, macam-macamlah jawabannya, yang pada dasarnya, ia sendiri hakikatnya memang belum mau menikahi wanita tersebut, dikarenakan ngak tertarik, atau ngak sukalah, atau memang istilahnya belum sreg. Ketiga: Ada beberapa permasalahan yang memang memerlukan bukti atau dalil empiris, tetapi kita harus ingat daya pikir, akal manusia juga terbatas, ada juga beberapa permasalahan dalam agama, yang tidak bisa dibuktikan dengan data empiris. Kita ingat, ketika nabi Ibrahim Alaihissalam bertanya tentang bagaimana Allah menghidupkan orang yang telah mati. Allah memberikan contoh kongritnya, dengan menunjukkan bukti empiris, tetapi ketika nabi Musa, meminta bukti akan adanya Allah dengan keinginan beliau untuk melihat wajah Allah, Allah juga kabulkan, tetapi mampukah nabi Musa melihat wajah Allah tersebut?, belum apa-apa, beliau sudah tersungkur dan bertaubat mohon ampunan, atas kesilafannya. Jadi, bukan tidak bisa apa sajapun bagi Allah, semua bisa pada kekuasaan Allah, hanya saja keterbatasan akal, ilmu manusia, yang memang ngak bisa menerimanya, atau menangkapnya, dan ini ngak bisa dipungkiri. Rasulullah dalam beberapa hadits memang memberitakan bagaimana kondisi orang dineraka, ada pohon yang sangat bau aromanya, kayu bakarnya dari manusia, dan Allahpun memberikan bayangan bagaimana kenikmatan di surga, yang mengalir dibawahnya sungai-sungai, ada bidadari yang mana dibayangkan juga gelas-gelas bertelekan dan sebagainya, semua itu Allah dan RasulNya yang memberikan bayangan pada kita, tetapi apakah memang benar gelas, bidadari semacam yang kita lihat didunia ini? Allahu'alam, yang pasti Rasulullah sendiri memberitakan pada kita, bahwa surga itu "Maalaa 'ainun raat, wala udzunun sami'at...."(Yang tidak pernah terlihat oleh mata, kedengaran oleh telinga dan ngak terbersit sedikitpun dalam bayangan. Tetapi, karena dasarnya otak manusia ini, dalam memberikan pemahaman, biasanya suka akan contoh-contoh, maka tak heran dalam dakwah AlQuran haditspun banyak i'tibar-i'tibar, cerita-cerita dalam sejarah, karena dengan melalui cerita/contoh-contoh pada hakikatnya lebih mudah difahami. Wassalamu'alaikum. Rahima. --- Syafrinal Syarien <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Good explanation. Bravo Rahima! > > --- Rahima <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > > Assalamu'alaikumwarahmatullahiwabarakaatuh. > > > > Karena daya pikir manusia terbataslah, makanya > > apa-apa > > yang akan dikerjakan/diciptakannya selalu > > dibayangkannya dulu. Karena memang pada dasarnya > > semua > > manusia itu memiliki daya pikir yang > > terbatas.Membayangkan itu, bukan berarti > mengatakan > > Allah memiliki administrasi semacam administrasi > > manusia. Itu untuk mempermudah pemahaman saja. > Sama > > > Wassalamu'alaikum. Rahima. > > > > > > > ____________________________________________________________________________________ > Looking for last minute shopping deals? > Find them fast with Yahoo! Search. > http://tools.search.yahoo.com/newsearch/category.php?category=shopping > > > > ____________________________________________________________________________________ Never miss a thing. Make Yahoo your home page. http://www.yahoo.com/r/hs --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== Website: http://www.rantaunet.org =============================================================== UNTUK SELALU DIPERHATIKAN: - Selalu mematuhi Peraturan Palanta RantauNet lihat di http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-palanta-rantaunet - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply. - Posting email besar dari >200KB akan di banned, sampai yang bersangkutan menyampaikan komitmen akan mematuhi Tata Tertib yang berlaku. - Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim melalui jalur pribadi. =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Webmail Mailing List dan Konfigurasi teima email, lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di https://www.google.com/accounts/NewAccount -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
