Haluan Minggu, 12 Februari 2012

Eksotik Gunung Singgalang 


Singgalang memang tidak di ragukan lagi. Dengan keaneka­ragaman satwa dan 
pesona alam yang disajikannya, gu­nung yang memiliki keting­gian 2.877 Mdpl ini 
mampu memanjakan para penggiat alam, dan menikmati ke­indahan alam atas karunia 
Tuhan Yang Maha Esa.

Ketenaran Gunung Sing­galang juga tidak terlepas dari kemolekan Telaga Dewi 
yang selalu memancarkan keinda­hannya dan selalu membuat betah para pengunjung 
me­man­dangi kemilau cahaya bintang di permukaan telaga. 


Untuk menikmati kein­dahan dan keagungan gunung yang bersebelahan dengan gunung 
Tandikek ini tidaklah begitu sulit.


Hanya dengan menempuh perjalanan selama enam jam, anda akan me­ngin­jakkan kaki 
di tepi Telaga Dewi setelah hasrat petua­lang anda terus dipompa saat 
menaklukkan medan yang lumayan me­nguras energy.

Untuk mencapai puncak, biasanya para pendaki dian­jurkan untuk melalui jalur 
Koto Baru, Agam yang nanti­nya akan melewati Nagari Pandai Sikek.


Disana kita akan bisa melihat dan berwi­sata secara langsung ke per­kam­pungan 
yang sangat ter­kenal akan songketnya. De­ngan ramah, biasanya para perajin 
akan melayani para pengunjung apabila ingin mengetahui dan mengenal songket 
Pandai Sikek secara mendalam.

Setelah lelah melewati nagari Pandai Sikek yang menanjak curam dengan me­ma­kan 
waktu selama dua jam sambil menelusuri perkebunan tebu, anda bisa beristirahat 
di pondok yang tersedia khu­sus untuk para pendaki di samping tower stasiun 
TVRI, RCTI, dan metro TV Pandai Sikek. Di depan pondok, anda bisa melihat 
kesangaran dan kekokohan Gunung Marapi.

Di pondok ini, biasanya para pendaki menyempatkan bermalam dengan mendirikan 
tenda hanya untuk menikmati keindahan sunrhise yang menakjubkan dari balik 
Gu­nung Marapi.

Selangkah meninggal pon­dok, pendakian akan lebih terasa berat karena akan di 
rintangi oleh hutan Pimpiang yang mengharuskan para pendaki sekali-kali untuk 
menunduk dan merayap. Jalur ini akan dilewati selama 1 jam perjalanan dan akan 
berakhir di mata air satu atau shelter satu. Dengan keter­sediaan air yang 
melimpah, shelter satu ini menjadi fa­vorit bagi pendaki untuk nge-camp. 
Disamping itu juga, lokasi ini sangat landai dan luas, sehingga mampu 
me­nam­pung 5-6 tenda untuk berdiri.

Dari shelter satu anda akan menempuh rute yang menanjak sampai ke cadas, dengan 
kemiringan rata-rata 45 derajat. Makin ke puncak anda akan menemukan ba­nyak 
pohon pakis yang cantik dan melewati trek yang agak lembab dan hutan yang masih 
asri. Di kiri atau kanan, anda akan menemukan tiang listrik dan kabel-kabel 
yang bisa dijadikan panduan untuk sampai ke puncak Karena di puncak gunung 
singgalang terdapat tower pemancar satelit. Namun bagi beberapa pendaki, tiang 
dan kabel listrik yang ada di sepanjang jalur pendakian dianggap sebagai 
pengganggu.

Perjalanan menempuh rute sebelum cadas biasanya memakan waktu normal seki­tar 5 
jam. Namun itu tergan­tung cepat atau lambatnya perjalanan pendaki, karena di 
rute ini fisik anda akan benar-benar diuji.

Setelah mencapai cadas, sontak perubahan suhu udara akan sangat terasa drastic. 
Pendaki biasanya akan mera­sakan hawa yang lebih dingin dan hembusan angin yang 
lebih kencang.

Saat berada di cadas, pendaki akan melihat banyak batuan yang berwarna kuning 
dan sebuah tugu yang diberi­nama Galapagos SMA 1 Padang yang dibuat untuk 
mengenang dua orang siswa SMA 1 Padang yang hilang saat mendaki gunung 
singga­lang ini tahun 1988 lalu.

Setelah melewati cadas, kita akan memasuki kembali kawasan hutan yang lembab 
dan pohon-pohon yang dise­limuti lumut tebal. Hanya dengan menempuh perjalanan 
selama satu jam, eksotik telaga dewi akan terlihat secara langsung oleh anda.

Telaga yang sering diseli­muti kabut ini, akan menam­pilkan pesona yang khas 
untuk membuat para pendaki betah berlama-lama memandangi permukaan air telaga 
yang bening sambil mendengarkan hembusan angin yang mampu mendamaikan hati anda.

Banyak yang mendaki gunung singgalang hanya sampai di telaga dewi saja. Namun 
masih ada lagi puncak singgalang yang memakan waktu satu jam lagi.

Di puncaknya ini kita akan menemukan tower pe­mancar satelit yang meru­pakan 
mua­ra dari tiang-tiang yang dite­mui di sepanjang perjalanan

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke