Sanak, Prilaku syirik itu melekat pada diri dan niek setiap orang, Bukan pado kuburan. Jadi apopun niek urang pai baziarah ka makam Syech Burhanuddin, tantu inyo jo Allah tahu.
On 2/23/12, [email protected] <[email protected]> wrote: > Kiro2 dima latak syiriaknyo atau a panyabaok syiriaknyo masyarakaik baziarah > ka makam ko. Salaruik salamo nangko alun ado tadanga lai istemawanyo makam > iko. > Salam. > Batuduang ameh (45) pekanbaru, agam > > ---------- > Terkirim dari telepon Nokia saya > > ------Pesan asli------ > Dari: Andre Suchitra <[email protected]> > To: <[email protected]> > Date: Thursday, February 23, 2012 6:01:51 PM GMT+0800 > Subject: Re: [R@ntau-Net] Ribuan Umat Ziarahi Makam Syekh Burhanuddin > > Tarimo kasih banyak sharing infonyo Pak. > > Andre penasaran juo, baa pulo lah fakta di lapangan, apokah masyarakat kita > mengkultuskan dan me-spesial-kan makam tu untuk tempat yg maqbul untuk > berdoa. Dan apokah benar masyarakat ndak ado yang syirik berziarah ko. > > Mungkin ado dunsanak sapalanta nan lebih tau? > > Andre > > > 2012/2/23 dedi yusmen <[email protected]> > >> *Tradisi Basyafa* >> >> Basyafa atau Basapa adalah sebuah ritual dalam bentuk ziarah secara >> serentak ke makam Shaikh Burhanudin di Padang Sigundi Ulakan - Pariaman. >> (Fathurahman, 2008). Shaikh Burhanudin adalah tokoh ulama tarekat >> Syattariyah di Sumatera Barat yang berjasa menyebarkan tarekat ini >> khususnya dan Islam pada umumnya. >> >> Dalam setiap tahunnya, ziarah bersama ini dilakukan pada hari Rabu setelah >> tanggal 10 Safar, karena jatuh pada bulan Safar maka dinamakan lah >> kegiatna >> itu Basapa (Bersafar). Penentuan Basapa ini terkait dengan hari yang >> diyakini sebagai tanggal wafatnya Shaikh Burhanudin Ulakan, yaitu 10 Safar >> 1111 H/1691 M. >> >> Tradisi ziarah pada hari meninggalnya Shaikh tarekat atau ulama setempat >> ini kalau di Jawa terkadang dinamakan 'Haul', namun yang mengkhususkan >> waktu dan sudah menjadi tradisi seperti kegiatan Basapa ini memang tidak >> banyak. >> >> Menilik Tahun meninggalnya Sheikh Burhanudin, yang merupakan bukti >> perkembangan Tarekat dan sekaligus Islam di Sumatera Barat pada awalnya >> dikembangkan oleh ulama-ulama Tarekat, Dari Sejarah perkembangannya >> diceritakan (Faturrahman, 2008) melalui tarekat ini Islam dikembangkan >> secara damai menggunakan seni dan budaya setempat, salah satu hasil seni >> dalam pengembangan Islam melalui Tarekat ini adalah Salawat Dulang, yang >> masih 'eksis' sampai sekarang, serupa pengembangan Islam oleh Wali Songo >> di Jawa melalui seni rakyat setempat dengan 'wayang' nya. >> >> Ziarah ke Makam Shaikh Burhanudin Ulakan, mirip dengan Ziarah ke Makam >> Wali Songo di Jawa. Alm. Gus Dur sewaktu ke Padang semasa menjabat sebagi >> Presiden menyempatkan diri berziarah ke makam Shaikh Burhanudin ini. Pada >> satu kesempatan diskusi dengan salah seorang 'anak muda' yang berdarah NU >> berasal dari Jombang, dimana beliau juga berkesempatan berziarah ke makam >> Shaikh tsb, menurut teman ini Shaikh Burhanudin memmpunyai kaitan dengan >> guru-guru tarekat Syattariyah di Jawa terutama di pesantren2 yang berbasis >> NU. Dari disertasi Faturrahman diketahui minimal Shaikh Burhanudin >> terhubung dengan Pesantren Buntet Cirebon dan Giriloyo di Jogjakarta, >> melalui Guru utama Shaikh Burhanudin Shaikh Abdurrauf Al-Jawi (Singkil) di >> Aceh. >> >> Awal abad 19 terjadi perubahan alur pemikiran dan pergerakan Islam >> ditandai dengan pulangnya tiga Haji terkemuka Minangkabau Haji Miskin, >> Haji >> Piyobang dan Haji Sumanik dari Mekah, pemikiran pembaharuan ini menjadi >> cikal bakal selanjutnya gerakan Paderi yang nantinya dikenal dengan >> Harimau Nan Salapan sebagai Tokoh Utama pergerakan. Gerakan Pembaharuan >> Ulama Paderi yang pada dekade berikutnya dilanjutkan oleh Shaikh-Ulama M. >> Djamil Djambek, Haji Abdullah Ahmad, dan Haji Abdul Karim Amrullah >> (Ayahanda Buya Hamka, sebagai Salah Satu Tokoh Utama Muhammadiyah). >> >> Menariknya, Salah satu Ulama Harimau Nan Salapan, Tuanku Nan Renceh pada >> awalnya juga merupakan penganut Tarekat Syattariyah dari Jalur Tuanku Nan >> Tuo Cangkiang - Tuanku Nan Tuo Mansiangan-Shaikh Burhanudin. >> >> Dilihat dari Demografi, Ulama Tradisional (Golongan Tuo) sebagai salah >> Titik awal masuknya Islam melalui Pesisir menyebarkan Islam dari Rantau >> Tuo (Pesisir) ke Darek, "Ulama pembaharuan" (Golongan Mudo istilahnya >> waktu itu) berpusat di "Darek" yang kemudian menyebarkannya ke Pesisir >> MInangkabau (Rantau Tuo). Beberapa Ulama waktu itu bersinggungan di kedua >> golongan ini seperti Tuanko Nan Renceh dan Tuanku Nan Tuo yang sama-sama >> berasal dari Tilatang Kamang. >> >> Kekhawatiran kegiatan Basapa ini cuma satu "jangan menjadi kegiatan >> syirik" yaitu dengan mengagungkan kuburan " dengan meminta sesuatu >> dikuburan". Namun terkadang demi Pendapatan Daerah dengan Bungkus >> Pariwisata terkadang akidah dikorbankan, yang banyak terjadi dengan ziarah >> pada makam ulama ini termasuk ziarah makam walisongo di Jawa, >> dimana dapat kita saksikan langsung bagaimana umat melakukannya dan >> masyarakat setempat memanfaatkannya demi motif 'ekonomi' dalam bingkai >> ' penghormatan pada ulama' >> >> Salam >> DY Dt RPNT >> >> >> *From:* Nofend St. Mudo <[email protected]> >> *To:* RN - Palanta RantauNet <[email protected]> >> *Sent:* Thursday, 23 February 2012, 5:19 >> *Subject:* [R@ntau-Net] Ribuan Umat Ziarahi Makam Syekh Burhanuddin >> >> Kamis, 23 Februari 2012 04:21 WIB >> >> PADANGPARIAMAN--MICOM: Sedikitnya 400 ribu peziarah berasal dari berbagai >> daerah mengunjungi Makam Syekh Burhanuddin di Ulakan, Kabupaten >> Padangpariaman, Sumatra Barat setiap tahun dalam kegiatan Basyafa dan >> wisata religius. >> >> "Apabila penyelenggaraannya ditingkatkan menjadi event nasional, akan >> mendatangkan efek ganda terhadap peningkatan pendapatan >> masyarakat," kata Bupati Padangpariaman Ali Mukhni di Padangpariaman, Rabu >> (22/2). >> >> Tradisi Basyafa salah satu kegiatan daerah yang telah mengglobal dan tidak >> dimiliki oleh kabupaten atau kota lain di Sumatra Barat. >> >> Ia menjelaskan, pengembangan wisata religius di kawasan makam itu sangat >> potensial antara lain karena tata ruang dan posisinya yang sangat >> strategis. >> >> Lokasi makam, katanya, mudah dijangkau karena dekat dengan Bandara >> Internasional Minangkabau sehingga memudahkan wisatawan untuk ikut serta >> meramaikan setiap event yang diselenggarakan. (Ant/OL-11) >> >> >> http://m.mediaindonesia.com/index.php/read/2012/02/23/300470/293/14/_Ribuan_Umat_Ziarahi_Makam_Syekh_Burhanuddin_ >> >> Wassalam >> Nofend | 35-L | Cikasel >> >> Sent from Pinggiran JABODETABEK® >> >> -- >> . >> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain >> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet >> http://groups.google.com/group/RantauNet/~ >> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. >> =========================================================== >> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: >> - DILARANG: >> 1. E-mail besar dari 200KB; >> 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; >> 3. One Liner. >> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: >> http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 >> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting >> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply >> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & >> mengganti subjeknya. >> =========================================================== >> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: >> http://groups.google.com/group/RantauNet/ >> >> >> -- >> . >> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain >> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet >> http://groups.google.com/group/RantauNet/~ >> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. >> =========================================================== >> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: >> - DILARANG: >> 1. E-mail besar dari 200KB; >> 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; >> 3. One Liner. >> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: >> http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 >> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting >> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply >> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & >> mengganti subjeknya. >> =========================================================== >> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: >> http://groups.google.com/group/RantauNet/ >> > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet > http://groups.google.com/group/RantauNet/~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: > - DILARANG: > 1. E-mail besar dari 200KB; > 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; > 3. One Liner. > - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: > http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 > - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet > http://groups.google.com/group/RantauNet/~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: > - DILARANG: > 1. E-mail besar dari 200KB; > 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; > 3. One Liner. > - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: > http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 > - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/ > -- Sent from my mobile device Wassalaamu'alaikum Dutamardin Umar (aka. Ajo Duta), suku Mandahiliang, lahir 17 Agustus 1947. nagari Gasan Gadang, Kab. Pariaman. rantau Deli, Jakarta, kini Sterling, Virginia-USA ------------------------------------------------------------ -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
