Maaf pak Sandi, sepengetahuan saya perkebunan di Silungkang tidak dijual. Tanah2 Silungkang walaupun ada 1 atau 2 tak berpagar, tapi ada yang punya. Biasanya tanah-tanah tersebut adalah tanah warisan/tanah ulayat dari nenek yang kesekian.
Menurut orang-orang, jika tanah warisan dijual akan membawa bencana alias sial. Jika ada yang menjual, tanyakan asal usulnya secara detail. Bercakap-cakaplah di Balai Silungkang atau carilah informasi sebanyak-banyaknya. Karena sering terjadi, ada orang yang mengaku-ngaku tanah tersebut adalah miliknya. Padahal tanah tersebut hanya dititipkan untuk dijaga, dirawat dan diolah oleh old ownernya yang asli. Tapi old ownernya tidak meminta sepeserpun apapun dari orang tersebut. Soal tanah bapak saya, pun tidak dijual. Pengrajin ubi di Silungkang hanya mencari investor. Setelah panen, singkongnya untuk memasok bahan baku pembuat kerupuk singkong di Silungkang. Saya pribadi baru tahu ada permasalahan ini setelah membaca di tabloid Silungkang dan bisa menjadi PR bagi Walikota Sawahlunto yang katanya 3 atau 4 bulan lagi akan PILKADA. 2008/1/15 Sandi Yudha <[EMAIL PROTECTED]>: > tarimokasih ateh info dunsanak sidi, ko buliah ambo batanyo, bara harago > tanah / perkebunan disilungkang tu...pertanyaan ambo salanjuiknyo sia nan > ka manampuang ko kabun ubi ko alah panen...bisa ndak diagiahkan sacaro > detail ka ambo...mungkin bisa pulo ambo jojokan ka rang minang nan bakepeng > nan ambo tahu. > > Wassalam, > > Sandi Yudha > > > On 1/15/08, sidi macho <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > Assalammu'alaikum > > Kebetulan saya membaca artikel di Silungkang Online yaitu mengenai seluk > > beluk pengrajin kerupuk ubi khas Silungkang, kerupuk ubi produk Silungkang > > ini katanya sudah merambah pasar luar negeri juga namun sayangnya terkendala > > bahan baku ubi yang harus di > > "impor" dari Solok (Cupak, Muaro Paneh, Alahan Panjang), Kabupaten > > Sawahlunto/Sijunjung, Kab. Dharmasraya bahkan dari Pariaman, akibatnya lebih > > dari separuh pengeluaran untuk menutupi biaya operasional. > > Disini saya hanya menyampaikan wacana, siapa tahu ada sebagian dari > > Saudagar Minang atau warga Silungkang sendiri yang sudah mapan di Rantau, > > mungkin mau untuk berinvestasi di Silungkang dalam hal perkebunan ubi secara > > besar2an, karena menurut yang saya baca di artikel tsb bahwa di Silungkang > > masih banyak lahan kosong untuk berkebun ubi. Kemudian apabila sudah panen, > > pemasarannya cukup di Silungkang saja karena permintaan bahan baku kerupuk > > ubi cukup besar. Pengrajin kerupuk pun tertolong karena tidak jauh2 lagi > > membeli ubi sehingga mengurangi biaya operasional dan akhirnya dapat > > meningkatkan perekonomian di Silungkang. Demikian saja dari saya mohon maaf > > apabila dalam penyampaian ini kurang pada tempatnya, mudah2an ada yg > > tertarik. > > Wassalam > > C. Saidi Khatib 31+ > > Duri - Riau > > > > --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== Website: http://www.rantaunet.org =============================================================== UNTUK SELALU DIPERHATIKAN: - Selalu mematuhi Peraturan Palanta RantauNet lihat di http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-palanta-rantaunet - Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply. - Posting email besar dari >200KB akan di banned, sampai yang bersangkutan menyampaikan komitmen akan mematuhi Tata Tertib yang berlaku. - Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim melalui jalur pribadi. =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Webmail Mailing List dan Konfigurasi teima email, lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di https://www.google.com/accounts/NewAccount -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
