assalammualaikum ww
lalamo ndak mambaco email sampai ado labiah kurang 3000 email alun tabaco (
dek banyak masou mailist ) mancalaik judul sakilas tak salek klik mouse ka
judul ya iko ...kiroan ado ado pritiwa apo? ruponyo peristiwa maso2 parang...
kalau peristiwa situjuah alhamdulillah ambo wakatu ketek suko dicarioan samo
nenek peristiwa2 perang ta masou salah cieknyo situjuah ko bukan dr ciek nenek
tp dr nenek lainpun dicaritoan pulo tamasou dr nenek dr apa ambo di jkt
samangek tujuh baleh baliau mancaritoan krn baliau ko tamasuk pandeka di maso
dulu ....itu seh lah dulu email ambo ka mancigok email2 lainnyo ciek dulu
wassalam
renny
auliah azza <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Termasuk saya, yang lahir dan besar di Rantau. Saya malah tidak tahu dimana
itu Situjuh apalagi kisah yang disampaikan oleh Bapak Nofendri.
Yang saya tahu hanya PRRI dan Perang Rakyat Silungkang tahun 1926 - 1927.
Banyak sejarah yang harus diketahui oleh kita, untuk diketahui kebenarannya,
penjelasan dan pengertian yang sangat dalam.
Pemberontakan/Perang Rakyat Silungkang meninggalkan luka paling dalam.
On Jan 16, 2008 6:28 PM, chaidir latief <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Iko bana yang dibahas di TVRI beberapa hari yang lalu Peristiwa penting di
Ranah indak diketahui urang Jaan kan urang luar daerah beberapa waktu yang
lalu ambo tanyokan ka anak sekolah SD dan SMP di beberapa kota ( sebagai uji
petik Sia tu A Saat urang Banuhampu Bamyak yang indak tau
Baa urang jka tahi kalau indak diagih tau Sia nan peduli
Vhaidir N Latief Dt Bandaro
Nofendri < [EMAIL PROTECTED]> wrote:
Dari Singgalang OnLine
Limapuluh Kota, Singgalang
Sekali setahun, setiap 15 Januari, rakyat Situjuh bergemuruh dadanya. Di
sebuah lembah bernama Lurah Kincir, pembantaian terhadap para pejuang
dilakukan Belanda pada 15 Januari 1949. Inilah peristiwa sejarah yang
menggetarkan hati.
Hari ini yang tersisa adalah makam para pahlawan Situjuh, satu di antaranya
Chatib Sulaiman. Sejak terjadinya peristiwa hingga sekarang, terus
berkembang anggapan, tragedi Lurah Kincir itu bisa terjadi, disebabkan
pengkhianatan seseorang bernama Kamaluddin Tambiluak. Namun, sejauh itu,
tidak pembuktian lewat pengadilan untuk mengukuhkan Tambiluak sebagai
pengkhiat, karena ia telah dibunuh sebelum sempat diinterogasi.
Perdebatan
Sosok Tambiluak sebagai pengkianat masih menjadi perdebatan hangat oleh
peserta diskusi sehari peristiwa Situjuh. Akibatnya diskusi yang hampir
digelar setiap tahun itu, tetap berkisar yang menyebabkan tewasnya puluhan
pahlawan yang dibombardir penjajah Belanda.
Diskusi yang dihadiri oleh beberapa pelaku sejarah di Limapuluh Kota itu
menghangat setelah peserta diskusi yang umumnya generasi muda mempertanyakan
kebenaran Tambiluak sebagai pengkianat. Tampil sebagai nara sumber, Ketua
LKAAM Sumbar, H. Kamardi Rais Dt.P Simulie dan Ketua Yayasan PDRI, H.Thamrin
Manan.
Pro-kontra terhadap sosok Tambiluak yang pengkianat mewarnai diskusi
tersebut. Meski demikian, para pelaku sejarah dan narasumber berharap kepada
peserta diskusi untuk tidak menjadikan forum tersebut sebagai mencari
'kambing hitam' dalam peristiwa kelabu itu.
"Sesuai dengan tema diskusi, Peristiwa Situjuh dan Situjuh Masa Depan.
Berarti kita harus memikirkan, bagaimana peristiwa Situjuh dikenang
masyarakat Indonesia sebagai penyelamat bangsa," ujar H.Kamardi Rais Dt.
Simulie, Selasa (15/1).
Peringatan peristiwa Situjuh dengan inspektur upacara Sekdaprov, Yohanes
Dahlan. Kemudian dilanjutkan dengan mengheningkan cipta dan peletakan
karangan bunga di makam pahlawan yang gugur di Lurah Kincia, Situjuh.
Sejarah yang terserak
Peristiwa Situjuh merupakan serentetan perjalanan sejarah perjuangan rakyat
guna mempertahankan kemerdekaan di Sumatra. Ini, juga rangkaian sejarah
Pemerintahan Darurat Republik Indonesia dalam penyelematan Negara Kesatuan
Republik Indonesia (NKRI). Peristiwa Situjuh memberikan banyak makna
kepribadian, kesetian , semangat dan kegigihan perjuangan walaupun ada orang
yang mengunting dalam lipatan.
Ini disampaikan gubernur yang bacakan Sekdaprov. Sumbar Drs. H. Yohannes
Dahlan dalam upacara Peringatan Peristiwa Situjuh di lapangan Khatib
Sulaiman Situjuh Batur, Lima Puluh Kota Selasa kemarin. Hadir dalam
kesempatan tersebut, Bupati dan Wakil Bupati Limapuluh Kota, Kepala Dinas
Sosial, Kepala Biro Ekonomi Pemprov Sumbar, Muspida, utusan pemkab/ko
se-Sumbar, dinas instansi di lingkungan Pemkab Limapuluh Kota.
Gubernur menyampaikan, saat ini ada agenda besar yang mesti dilakukan secara
bersama-sama yaitu menghimpun seluruh catatan sejarah yang terserak di
daerah, sebagai bahan kajian dan penelitian bagi generasi muda, guna
melestarikan semangat nasionalisme.
Gugur
Dalam peristiwa Situjuh gugur 60 pejuang akibat serangan Belanda, diantara
Chatib Sulaiman, Arisun Sutan Alamsyah, Tantawi, setelah mengadakan rapat
mengatur strategi perlawanan terhadap tentara Belanda di Lurah Kincir.
Selain di Lurah Kincir, belanda juga membunuh pejuang di Situjuh Banda Dalam
dan Situjuh Gadang. Makam pejuang Situjuh juga terdapat di tiga nagari
tersebut. 204
---------------------------------
Never miss a thing. Make Yahoo your homepage.
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
Website: http://www.rantaunet.org
===============================================================
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Selalu mematuhi Peraturan Palanta RantauNet lihat di
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-palanta-rantaunet
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply.
- Posting email besar dari >200KB akan di banned, sampai yang bersangkutan
menyampaikan komitmen akan mematuhi Tata Tertib yang berlaku.
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim melalui
jalur pribadi.
===============================================================
Berhenti, kirim email kosong ke:
[EMAIL PROTECTED]
Webmail Mailing List dan Konfigurasi teima email, lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di
https://www.google.com/accounts/NewAccount
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---