Mamak Asmardi Arbi di Tangsel, Mamak Zubir Amin di Bonjer, Bu Evy di Pomalaa, 
Dunsanak Ramadhanil P di Palu dan Dunsanak di Palanta Nan Ambo Hormati.
 
Assalamualaikum ww.
 
Menarik membicarakan buah Manggis ini. Bisa dibawah becanda untuk melepas penat 
dan bisa juga secara serius untuk melihat potensi ekonominya.
 
Thread ini saya dapat dari teman yang cinta dengan buah-buahan. Di kebunnya 
yang sering saya kunjungi, ada : Durian 22 jenis, Jambu Bol, Rambutan, Manggis, 
Durian Belanda (Sirsak), Buah Naga dan lain-lain.
 
Dari teman lainnya, yang berkecimpung dalam bidang usaha Import Buah-buahan 
dari seluruh dunia, dari pengamatannya, buah lokal pada dasarnya jauh lebih 
baik dibanding buah Import.
 
Teman ini pernah mencoba mengumpulkan Manggis dan buah-buah lainnya seperti 
Mangga untuk dieksport.
 
Kendala yang dihadapi antara lain sulit mendapatkan buah sesuai standard. 
Standard tingkat kematangan, tidak disortir sesuai ukurannya (besar-kecil).
 
Standard ini sulit didapatkan karena jumlah pohon buah  yang dimiliki oleh 
petani relatip sedikit. Tidak menguntungkan secara ekonomis bila dikelola 
dengan tekun.
Disamping itu, pohonnya tersebar di beberapa tempat sehingga untuk 
mengumpulkannya membuat biaya transportasi menjadi mahal.
 
Kendala lain  yang berhubungan dengan infrastruktur adalah tidak ada atau 
kurangnya jalan untuk transportasi saat buah di panen. Contohnya, kebun Jeruk 
di Kalimantan Barat.
Setelah di Panen, buah diangkut dengan sepeda atau sepeda motor melalui jalan 
sempit. Sering kali mutu buah menjadi berkurang karena goncangan diperjalanan.
 
Untuk jangka pendek, kami berpendapat bahwa Manggis khususnya, dicoba dulu 
ditanam dalam satu wilayah, umpamanya Nagari. Satu Kepala Keluarga, misalnya 
menanam 5 (lima) pohon. Karena jumlah pohon dalam satu wilayah cukup banyak, 
menjadi mudah untuk dilakukan penyuluhan atau apapun yang berhubungan dengan 
Manggis ini.
Saat panen tiba, Pedagang akan mudah mengumpulkannya.
 
Sebagai contoh yang ada dikampung kami Nagari Tanjuang Barulak, Batusangkar. 
Hampir semua keluarga memiliki pohon jeruk purut yang diambil daunnya (daun 
jeruk).
Daun jeruk ini, sekarang sudah merupakan penghasilan tambahan yang cukup 
memadai. Yaaa... karena jumlah pohon jeruk yang ada dalam satu wilayah (Nagari) 
cukup banyak sehingga dengan sendirinya ”Pasar jadi terbuka”.
 
Konon kabarnya, daun jeruk Tanjuang Barulak termasuk daun jeruk kualitas 
terbaik.
 
Lebih dan kurang mohon dimaafkan.
 
Wassalam


Refluss
Sent from my iPad



On 28 Feb 2012, at 19:08, [email protected] wrote:

> Pak Ramadhanil yang baik,
> 
> Saya kebetulan lagi mengunjungi anak yang jadi pekerja pabrik di PT Antam. 
> Pomalaa, Kolaka. Sekalian bernapak tilas diwilayah ini karena saya alumni 
> pertama SMP Antam di Pomalaa, suatu kawasan tambang dan pabrik feronikel 
> pertama di Indonesia. 
> Dari CSR Antam untuk masyarakat tampaknya belum menyentuh bantuan dibidang 
> pertanian. Mereka masih fokus pada pengendalian lingkungan dan upaya 
> mendongkrak pendidikan formal. Alhamdulilah saat ini sudah tampil cendekiawan 
> etnis Tolaki dan Mekongga. Jadi CSR Dibidang budi daya buahan belum ada, 
> Sehingga masyarakat baru tahap mengambil hasil alam yang sudah tersedia saja. 
> Misalnya, duku, Langsat, duren, salak, rambutan. Meskipun ada Perkebunan 
> besar serti, coklat dan kelapa sawit, namun digarap oleh transmigran dari 
> Jawa. 
> 
> Karena saya tertarik thread khasiat buah manggis dari pak Reflus, saya 
> teringat kenangan masa kecil sate manggis. Sangat bagus untuk di budidayakan 
> karena khasiatnya.
> 
> Apa yang pak Dhanil paparkan, saya jadi kagum atas pengabdian pak dhanil 
> didaerah perantaun yang ada pepatahnya. Dima bumi dipijak disinan langik 
> dijunjung. Lalu bagaimana dengan pakar pertanian dan perkebunan di Sumbar? 
> Mudahan pakar sumbar bisa mengikuti kebutuhan zaman ya pak. Apalagi tanaman2 
> yang berkhasiat berlimpah dari sumbar. Tentunya pak Dhanil dapat melakukan 
> kemitraan dengan Unand.
> 
> Teriring doa semoga pak Dhanil sukses selalu,
> 
> Wassalam,
> 
> Evy Nizhamul.
> Pomalaa, kolaka.

> 

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke