Ruponyo Pauah nan ditanyo Ajo Sur kapatang, cukup terkenal juo ditetangga kito. Bahkan jadi namo salah satu ruang utama.... .............................. Sebagai buntut kekalahan orang2nya dalam berbagai Pilkada di Riau. Sejumlah pejabat diberbagai Kabupaten ditarik ke Pemprov Hari Senin besok akan ada lagi mutasi ratusan pejabat eselon III dan IV
------------------------------ Jumat, 02 Maret 2012 23:32 WIB - RiauOnline Usai Adu Mulut, Sekdaprov Nyaris Usir Wagubri PEKANBARU, RiauOnline.com - Sekdaprov Riau Wan Syamsir Yus perintahkan Satpol PP untuk mengamankan Wakil Gubernur Riau HR Mambang Mit setelah sempat terjadi adu mulut. Tindakan yang hampir berujung pada pengusiran ini, terjadi pada saat acara pelantikan pejabat eselon II di lingkungan Setdaprov Riau yang berlangsung di gedung daerah. Kejadian yang terbilang langka ini, mengingat posisi jabatan Wan Syamsir Yus selaku Sekdaprov adalah jelas berada dibawah seorang wakil gubernur. Sementara saat kejadian tersebut, puluhan pejabat dan tamu yang saat itu menyaksikan secara langsung hanya terdiam melihat aksi nekad sang mantan Walikota Dumai itu. Kejadian itu sendiri berawal ketika Mambang Mit secara tiba-tiba mendatangi acara pelantikan di ruang Pauh Janggi gedung daerah. Acara yang sudah berlangsung dan dalam tahap pembacaan nama-nama pejabat oleh protokol, tiba-tiba diminta untuk dihentikan. Kontan saja, keadaan di dalam ruangan langsung tegang. Tak terkecuali Wan sendiri yang saat itu memimpin acara pelantikan. "Hentikan,... hentikan," kata Mambang dengan tegas. Mambang yang saat itu datang dengan wajah sedikit tegang langsung memanggil dan memerintahkan Wan Syamsir Yus menghampirinya. "Sini, sini" kata Mambang dengan nada agak sedikit meninggi. Saat menghampirinya, Mambang lalu bertanya apakah benar ini acara pelantikan. Saat itu Wan pun langsung membenarkan. Namun Mambang kembali bertanya kalau pelantikan kenapa dirinya tidak tahu. Karena sebagai seorang wakil gubernur, mestinya acara pelantikan tersebut juga harus dilaporkan. Namun saat itu, Syamsurizal yang terlihat hadir pada acara tersebut langsung menghampiri serta membawa ke dua orang pejabat tersebut ke salah satu ruang kecil di tempat acara. Setibanya di ruang tersebut Mambang bahasa kekuasaannya kembali mempertanyakan kalau memang ada pelantikan kenapa dirinya tidak diberi tahu. Bahkan saat itu Mambang juga mempertanyakan soal Surat Keputusan (SK) mutasi para pejabat eselon II tersebut. Namun Wan saat itu mengaku tidak ada. Bahkan saat Mambang mencoba melihat kertas yang dipegang Wan, hanya ada tertera nama-nama pejabat, tanpa ada tertulis SK mutasi. Tatapan mambang pun semakin tajam mengarah Wan. Mungkin karena tak ingin berdebat, Wan tiba-tiba langsung meninggalkan Mambang di ruangan bersama Syamsurizal menuju acara. Seketika itu juga, Wan langsung melanjutkan acara dengan kembali melanjutkan membacakan nama-nama pejabat. Merasa dilecehkan, Mambang yang saat itu masih berada di ruangan kecil acara, lalu kembali mendatangi Sekda dan mempertanyakan SK mutasi. Tak ingin kehilangan muka di hadapan para pejabat yang akan dilantik, Wan pun menyebut jika apa yang dilakukanya itu adalah perintah dari seorang gubernur. "Saya diperintah gubernur untuk melantik acara mutasi ini," ujar Wan. Bahkan saat itu, Wan langsung memerintahkan para Satpol PP yang saat itu ada di ruangan acara untuk mengamankan Mambang. Tak ayal, perintah yang keluar dari mulut bawannya itu membuat Mambang tersentak. Para pejabat yang hadir saat itu termasuk tamu yang menyaksikan prosesi pelantikan pun terdiam. Meski demikian tak satu pun Satpol PP yang berani 'mengusir' Mambang dari ruangan. Sementara Mambang mengatakan, jika memang itu perintah gubernur tidak masalah, lantas meninggalkan ruangan. Saat pergi, tak satu pun perkataan yan keluar dari mulut Mambang, kecuali dengan hanya mengangkat tangan dengan wajah merah sebagai tanda, kekesalannya terhadap Wan dan acara pelantikan mutasi yang tidak diketahuinya. Sementara Wan sendiri di dalam ruangan tetap tak bergeming dengan tetap melajutkan acara pelantikan. Namun demikian, jelas terdengar saat Wan menyampaikan kata sambutan, mewakili gubernur tidak sepenuhnya konsen. Napas Wan tak teratur seperti orang sedang berlari. Begitu juga saat salah seorang protokol menyampaikan nama-nama pejabat yang dimutasi, terdengar beberapa kali salah penyebutan nama jabatan. Wan Syamsir Yus usai langsung berkilah jika pelantikan yang dipimpinnya tersebut atas perintah gubernur. Karena itu meski saat itu ada wakil gubernur datang, tetap tidak ada masalah. Sebab secara hirarki, atasan seorang PNS itu adalah tetap seorang gubernur. Ketika ditanya apakah sudah ada melakukan komunikasi bersama Mambang selaku atasannya. Wan menyebut jika tataran komunikasi itu ada pada tingkat atas antara gubernur dan wakilnya. Karena ketika sudah berada dalam satu sistem tidak mungkin dimasukinya. Namun demikian, Wan menyatakan kejadian tersebut dianggap sesuatu yang biasa. "Merekakan ada dalam satu kotak, kan tak mungkin kotak itu saya masukin lagi. Kan begitu," ujarnya. Di tempat terpisah saat ditemui di Kantor Demokrat Riau jalan Diponegoro, Mambang Mit mengatakan jika kehadirannya pada acara tersebut tidak ada bertujuan untuk merusak acara pelantikan. Tetapi hanya mencoba melihat apakah benar ada pelantikan ada tidak. Selain itu, juga untuk memastikan apakah pelantikan itu memiliki SK atau tidak. Meski mengaku merasa tidak enak atas kejadian tersebut, Mambang tetap tidak bisa menyebunyikan rasa kesalnya atas beberapa kegiatan mutasi pejabat di Pemprov Riau. Karena selama ini, dirinya sebagai seorang wakil gubernur tidak pernah merasa dilibatkan, termasuk pemberitahuan. Karena bagaimana pun, sebagai orang nomor dua di Riau, mestinya laporan juga harus ada diterimanya. "Saya hanya tahu dari koran saja, bahwa ada mutasi. Kemudian ada juga dapat telepon, itu pun bukan ditujukan ke saya melainkan hanya mendapat informasi bahwa ada pejabat yang sudah mendapat undangan," ungkap Mambang. Karena itu, setelah sholat Jumat langsung mengecek ke tempat acara dan ternyata benar adanya jika pelantikan dilakukan hari ini (kemarin,red). Kepala Biro Umum Setdaprov Riau, Surya Maulana mengatakan secara aturan memang sudah selayaknya seorang wakil gubernur menghadiri atau melantik apabila gubernur sedang berhalangan. Setelah itu jika keduanya ada halangan, baru Sekdaprov dan diikuti para asiseten sesuai dengan bidangnya masing-masing. Walau demikian, terkait dengan inseden antara wakil gubernur dan Sekdaprov, Surya Maulana enggan mengomenatrinya. Karena menurutnya hal itu sudah berada pada tataran tingkat politik tinggi. "Secara aturan benar, yang berhak mewakili itu wakil jika gubernur sedang berhalangan. Lalu dibawahnya ada Sekda dan para asisten," jelas Surya Maulana yang kini menjabat Kepala Dinas Perhubungan Riau. Ada pun, berikut susunan 33 pejabat yang dilantik berdasarkan Surat Keputusan (SK) Gubernur Riau M Rusli Zainal nomor kpts 159/II/2012 tertanggal 24 Februari 2012: 1. Muhammad Yafis Staf Ahli Gubernur bidang Kemasyarakatan 2. Feizal Qomar Karim Staf Ahli Gubernur. 3. Indrawati Nasution StafAhli Gubernur bidang Ekonomi dan Keuangan. 4. Fadrizal Labay Staf Ahli Gubernur bidang Politik dan Hukum 5. Akmal JS Kepala Badan Lingkungan Hidup 6. Zulkarnain Kadir Sekretaris DPRD 7. Daswanto, Kepala Kesbangpol dan Linmas 8. Mulkan Syarif Badan Ketahanan Pangan 9. Adizar, Kepala BPMPD 10.Zulher Kepala Dinas Perkebunan 11.Zailani Arifsyah Sekretaris Badan Penyuluhan 12.Saqlul Said Amri Kepala Dinas Sosial 13.Zaini Ismail Kepala Badan Administrasi Kepegawaian 14.Alimuddin Kepala BP2T 15.Rizka Utama Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip 16.Muhammad Wardan Kepala Dinas Pendidikan Nasional 17.Nazaruddin Kepala Dinas Tenaga kerja 18.Surya Maulana Kepala Dinas Perhubungan 19.Said Syarifuddin Kepala Kebudayaan dan Pariwisata 20.Edi Sudawanto Kepala Disperindag 21.Wirdaningsih Kepala Badan Pemberdayaan Wanita dan Perlindungan Anak 22.Rusli M Kepala Biro Umum 23.Muhammad Guntur Biro Tata Pemerintahan 24.Abdi Haro Kepala Biro Perlengkapan 25.Edi Satria Kepala Biro Kesra 26.Lisda Erni Kepala Biro Adminitrasi Pembangunan 27.Kasmianto Kepala Biro Adminitrasi Ekonomi 28.Ernawati Balia Direktur Medik dan Keperawatan RSUD 29.Ruspian Direktur Umum dan Keuangan RSJ Tampan 30.Amir Husin Direktur Umum dan Pendidikan RSUD 31.Nizamul Kepala Satpol PP 32.Muchtar Amin Sekretaris Korpri 33.Noperius Direktur Keuangan RSUD. Dari 33 pejabat tersebut, 4 diantaranya adalah yang berasal dari Pemko. Yakni HM Wardan, Noperius yang sebelumnya menjabat Staf ahli Walikota Pekanbaru menjabat sebagai Direktur Keuangan RSUD Riau. Edi Satria yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Badan Pelayanan Terpadu (BPT) Pekanbaru menjabat Biro Kesra Riau. Kemudian Muhammad Guntur Biro sebelumnya..... Kepala Biro Tata Pemerintahan Riau. Ada pun Zulher yang sebelumnya menjabat Sekdakab Kampar, kini ditunjuk menjabat Kepala Dinas Perkebunan Riau. *** Sent from my BlackBerry® powered by Sinyal Kuat INDOSAT -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
