rekan2 sekalian, Semua orang tahu bahwa kapitalis prinsipnya adalah mencari untung sebanyak mungkin, dg berbagai cara, semacam pola pikir politik, Machiavelli di dunia bisnis, pembicaraan ttg moralitas tak ada dalam kamus dunia kapitalis.
sungguh menarik, saat seorang yg berada di tengah pusaran kapitalis , menyadari betapa moralitas telah dikesampingkan sebuah pernyataan yg unik dan cukup menggegerkan dunia bisnis finansial di amrik sana. baca selengkapnya ; http://hdmessa.wordpress.com/2012/03/18/kesadaran-moralitas-di-dunia-kapitalis/ semoga bermanfaat salam HM ----------- Pencerahan moralitas seorang kapitalis Goldman Sachs, adalah salah satu perusahaan keuangan terbesar dunia yg selamat dari krisis finansial 2008. Perusahaan yang berusia lebih 143 tahun. Bekerja disana adalah cita2 banyak org di amrik sana. Beberapa waktu yg lalu salah seorang direktur nya, Greg Smith mengundurkan diri. Sebenarnya hal yg biasa saja, tapi kemudian menjadi berita heboh dimana saat resign ia membuat sebuah tulisan yg dimuat di media massa Amerika , judul tulisan nya, Why I am leave Goldman Sach. Dalam tulisan tsb, Smith menyampaikan alas an ia mengundurkan diri, karena ia merasa setelah lama kerja disana, ia menyadari betapa perusahaan tsb, pada hakekatnya hanya mencari keuntungan semata, bahkan dg cara yg bisa merugikan client / customer nya ( para investor ) , istilah kasarnya ia menganggap perusahaan tempat ia bekerja selama ini sebagai tak bermoral, sebuah alasan resign yg unik, karena hakikatnya semua org tahu, lembaga bisnis keuangan, spt bank, investment banking , pialang saham, dll. pada dasarnya adalah perusahaan kapitalis murni yg memang tujuan nya mencari untung sebanyak mungkin, standard moral adalah hal yg dianggap sebagai kosmetik perusahaan belaka, semua org tahu hal tsb. Biasanya org yg sudah punya jabatan tinggi, punya kekayaan banyak , tak peduli bagaimana ia bisa kaya, ia dan keluarganya akan menggunakan kekayaan nya utk menikmati kehidupannya, dan melupakan org lain ( apakah ada org yg dirugikan, org miskin, sengsara, dll, tak mau peduli amat bagi mereka, this is life istilahnya ). Jarang sekali ada org yg sdh sukses , jabatan tinggi & kaya, apalagi kerja di salah satu persh kapitalis terbesar dunia, mau jujur mengakui kesalahan moral sistem kapitalis . Rekan kerja nya ada yg berkomentar sinis, bahwa ia salah masuk tempat kerja, kalau mau bercerita tentang moralitas, harusnya masuk kerja ke yayasan amal, bukan ke perusahaan, karena hakikatnya perusahaan hanya untuk mencari keuntungan belaka. http://www.nytimes.com/2012/03/14/opinion/why-i-am-leaving-goldman-sachs.html?_r=1 Dari cerita Greg Smith ini, kita bisa belajar, betapa sebenarnya memang perusahaan kapitalis dan perusahaan2 pada umumnya memang didirikan untuk mencari keuntungan semata, entah dg bagaimana pun caranya, semacam logika politik Machiavelli di dunia kerja. Orang2 yg berada di dalamnya, para pekerja yg menggerakkan roda2 perusahaan hanyalah baut2 kecil yg harus taat dg aturan perusahaan. Dengan itulah pekerja dibayar, kesadaran moralitas adalah hal lain, yg cukup disimpan di rumah saja, demikian kira2 logikanya. Dalam pola pikir sekuler, yg mengkotakkan cara berpikir kehidupan, mencari uang, kekuasaan dan proses duniawi lain nya adalah hal yg terpisah dari moralitas, religious dan hal2 keagamaan. Hal itulah yg dianut oleh konsep kapitalis yg menjadi acuan dasar perusahaan2 pada umumnya di dunia ini. Logika sekuler memisahkan realita kehidupan dg nilai moral, telah ditanamkan sejak awal di bangku sekolah, yg dalam logika kapitalis adalah bagai persemaian awal para tenaga kerja yg kelak akan menggerakkan roda2 perusahaan kapitalis. Saya teringat waktu kuliah dulu (itebe), di kampus suka ada recruitment dari berbagai perusahaan multinational besar Indonesia di bidang, migas, tambang, bank, otomotif dll. Teman2 berebut utk mendaftar ikut test recruitment tsb. Saya sering lewat tempat test tsb, tapi masih belum bisa memahami ngapain yah org2 para berebut kerja disana. Saya tak tertarik sama sekali mendaftarkan diri untuk ikut test recruitment tsb dan lebih memilih aktif di kegiatan social ( LSM ) selepas lulus kuliah. Pola pikir anak muda yg masih idealis saat itu, sering bertanya2 dalam hati, ngapain yah sekolah tinggi2 dari bangku sd sampai bisa masuk ke sekolah paling top di negeri ini, akhirnya hanya jadi budak perusahaan kapitalis juga ?, hanya sekedar jadi sekrup baut belaka ?. padahal orangtu2 kita membiaya sekolah anaknya dari hasil tani, sawah, ladang, dagang negeri tercinta, tapi ujung2 nya jadi sekrup perusahaan kapitalis juga, yang menyedot habis kekayaan negeri kita ?. Waktu jaman idealis dulu, pikiran2 saya tersebut ditertawakan oleh teman2 kuliah lain nya. Wah jangan sok idealis lah, semua orang juga butuh makan, butuh kerjaan, syukur dapat kesempatan bagus untuk bisa bekerja di perusahaan dg gaji besar, bayangkan di luar sana banyak org yg tak seberuntung kamu... Setelah hampir 20 tahun berlalu dari masa kuliah, ternyata tak salah dugaan saya, teman2 yg dulu mentertawakan saya , mulai menyadari pula, betapa perusahaan2 multinasional kapitalis asing, hanya menyedot kekayaan alam negeri tercinta dg menggunakan anak2 negeri pula yg dijadikan sekrup baut belaka. Saat usia mulai menempuh setengah jalan kehidupan, usia paruh baya, kita akan mulai mempunyai kesadaran yg lain, sadar ttg kehidupan ini, pikiran tak penuh dg urusan mencari uang dan kepuasan hidup belaka, betapa ada hal lain yg lebih bermakna dalam hidup ini. Moralitas, tujuan hidup dan hakikat kehidupan telah menjadi sesuatu yg harus direnungi dg baik. Mungkin kesadaran itulah yg timbul pada diri Greg Smith, yg telah mencapai salah satu posisi puncak pada perusahaan kapitalis dunia, salah satu cita2 anak2 muda di bangku kuliah. Dalam dunia saat ini yg penuh dg warna materialis, kapitalis, hedonis , betapa karena himpitan uang orang menggadaikan idealism dan moralitas. Agama sebagai acuan hidup ini harus bisa memberikan arahan nya, Kesadaran moral agama harus mulai ditanamkanpada anak2 sejak di rumah, sejak di bangku sekolah. Membangkitkan kesadaran holistic/menyeluruh ttg kehidupan ini, kesadaran bahwa hidup tak melulu mencari materi belaka, betapa mulia nya kehidupan ini, sebuah kesempatan dari sang Maha Pencipta untuk berbuat yg terbaik. This life is, one & the only one of your opportunity, do the best for your life. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
