Assalamualaikum, wr.wb
 
Saya kirimkan sebuah kisah sebelum magrib tadi untuk menjadi perenungan kita 
bersama.
 
Sore hari ini saya menerima telepon dari putera pertama saya yang tengah 
mengais rezeki di daerah terpencil. Alhamdulillah pagi tadi waktu Indonesia 
Timur, dia akan berjalan ribuan mil kedepan bermula dari satu langkah. Tadi 
pagi, Dia dilantik oleh Direksi sebuah BUMN  untuk menjadi penanggung jawab 
pabrik peleburan di daerah itu. Setelah berbincang bincang cukup lama dalam 
rangka pembekalan dia berjalan, saya wanti wanti kepadanya jangan pernah 
menjadi sombong. Kataku padanya : " ingat nak ..Allah saja pencipta alam, Maha 
Kuasa, Maha segala galanya dengan 99 sifatnya, secara sunatullah DIA bisa 
berlaku sombong, namun hal itu dilepaskanNya agar selalu  memberi kasih dan 
sayang pada seluruh makhluk Tuhan lebih2 pada manusia.  Terasa bagiku dia 
dengan takzim menyimak nasehat saya yang penuh retorika itu.
 
Setelah itu giliran anak saya bercerita, sebagai berikut :
" Ma, kemarin ada orang datang kerumahku memberikan bungkusan. Setelah aku buka 
isinya, didalam tas bungkusan itu ada sebuah harddisk, segepok uang Rp 8 juta 
rupiah. 
Diapun menceritakan, kenapa ada orang yang memberi, yang dapat aku simpulkan 
uang itu adalah enterteiment dari sebuah Kontraktor yang sudah sukses membantu 
pelaksanaan pekerjaan optimasi di pabrik. Aku gembiranya dan kataku padanya : " 
wah..  Alhamdulillah. Asyik..dong ya. 
Sesaat berikut dia menjawab :
" Tapi..tunggu dulu Ma, uang itu akan  aku kembailikan.,

" lho kok dikembalikan..?!
Akupun berpetuah sedemikian rupa padanya, sebagai berikut : " Nak.., gak usah 
dikembaikan uang itu . Ambil saja uang itu. Nanti kamu salurkan pada pihak yang 
membutuhkan. Pemberian seperti itu sudah biasa dilakukan antar staf Perusahaan 
sebagai tanda terima kasih. Bila kamu gak mau menyalurkan, suruh Kontraktor itu 
menyalurkan ke tempat yang direkomendasikan olehmu.
 
Anakku meJawabnya, : bukankah itu perbuatan yang gak baik Ma ? Memberikan uang 
yang gak halal pada pihak/orang lain dari sumber yang gak halal...

" Lho kok gak halal...itu kan uang enterteinment yang lazim diberikan dalam 
rangka menservis customer..., kata saya. Ingat..biasanya uang enterteinment itu 
memang tanpa SPJ dari Perusahaan itu. Jangan jangan kita "sok idealis", malahan 
uang itu di "tilepnya", kemudian diakuinya atau dilaporkan telah diberikan 
kepada kamu... Ini memang dilema bagi dirimu. " saran Mama, ambil uang 
itu..kirim ke Mama. Mama lagi kesulitan menyantuni anak yatim nih.. 
Dia bertanya :
" berapa sih anak yatim dan jumlah pengeluaran mama ?
Jawabku, " 20 anak dengan total lebih 1 juta. Atau bila kamu setuju ;  biar 
kita kirim uang itu ke Padang atau Mentawai. Banyak mesjid korban gempa yang 
butuh bantuan. Atau, suruh uang itu diserahkan langsung oleh kontraktor pada 
Panti Asuhan di daerahmu itu..?! Bukankah mereka akan senang menerimanya.

Ia meJawab dengan nada yang persis sama, seperti yang kulakukan padanya waktu 
dia kecil dulu agar dia paham atas sesuatu, yaitu :
 " Mama.., segala sesuatu yang diperoleh dari sumber yang tidak jelas dan tanpa 
effort (usaha) tetap saja tidak halal...!!
Saya tak kala seru menjawabnya : " Anakku, ingat..'?. Jika sekiranya kamu 
tinggal di Jakarta, pastilah kamu sudah diundang di cafe,, atau kelompok 
sosialita lainnya, Sementara mereka tidak bisa mentraktir seperti itu. Makanya 
mereka kasih fresh money seperti itu.

" lho..lho..sejak kapan Mama jadi materialistis seperti ini...??! ngat lho, 
tadi aku menyimak pesan mama barusan.. Kata Mama perjalananku masih panjang.. 
Menataplah lurus ke depan. Jangan menunduk karena tak percaya diri. Jangan 
mendongak karena sombong ?

Aku tercenung dan merenung. Aku menjawab dengan lemah dan galau :
" iya nak...mama galau. Susah sekali kita bersikap sekarang ini. Kalau kita 
terlalu jujur ...kita dianggap melawan arus. Kalau ikut arus - kitapun hanyut 
... 
Jadi gimana dong nak..    

" Mama...langkahku akan ringan kedepan..ketimbang ada pihak lain yang berpamrih 
 kepadaku.  

Baiklah..hati hati berjalan ya nak..    

Catatan saya atas kisah ini adalah:  jujur saya mengkawatirkan sikap anak saya 
ini,, mana tau ia dianggap sok idealis. Sayapun kawatir ia tidak mampu 
mengembangkan sayapnya karena ada puting beliung menghadang kebersihan hati 
nuraninya.

Mohon doanya ya.

Wassalam, 

Evy Dj
 

Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke