Lebih jauah, baik dibaca dan diperhatikan juga editorial Suara Pembaruan ini:
http://www.suarapembaruan.com/tajukrencana/belajar-dari-gempa-aceh/19122
Semoga bermanfaat dan saran-sarannya dapat diedarkan.
-- MakNgah
Sjamsir Sjarif

--- In [email protected], "Darwin Bahar" <dbahar@...> wrote:
>
> (Ditulis oleh Mas Djuni Pristiyanto, Moderator Milis Lingkungan, tanggal 11
> April 2012 dengan beberapa perapihan kecil dari saya. Ada perasaan syukur,
> lega dan bangga membaca laporan pandangan mata  sahabat maya saya di Milis
> Desentralisasi dulu itu, HDB-SBK)  
> 
> Kawan-kawan Miliser,
> 
> Ada informasi yang mengatakan bahwa respon bencana di Padang lebih baik
> daripada di Aceh atas gempa bumi kemarin (11 April 2012). Kalau menurut
> saya, kedua situasi itu tidak bisa dibandingkan karena ada keunikan daerah
> yg sangat spesifik walau mengalami guncangan gempa bumi yg sama. 
> 
> Untuk Aceh saya tidak bisa berkomentar, tapi untuk Padang akan saya ulas di
> bawah ini karena saat kejadian itu saya kebetulan sedang berada di Kota
> Padang.
> 
> Secara umum respon bencana di Padang sudah baik (baca: Catatan lapangan
> gempa bumi 11 April 2012 di Padang
> <http://djuni.wordpress.com/2012/04/12/catatan-lapangan-gempa-bumi-11-april-
> 2012-di-padang/>, 
> 
> Respon masyarakat Padang, Sumbar terhadap gempa bumi 11 April 2012 
> 
> <http://djuni.wordpress.com/2012/04/12/respon-masyarakat-padang-sumbar-terha
> dap-gempa-bumi-11-april-2012/>, 
> 
> Berjalankah sistem peringatan dini tsunami di Padang? 
> 
> <http://djuni.wordpress.com/2012/04/12/berjalankah-sistem-peringatan-dini-ts
> unami-di-padang/>). 
> 
> Catatan saya adalah sirine berbunyi beberapa saat setelah gempa terjadi,
> masyarakat di daerah pantai Kota Padang mendengar sirine itu, masyarakat
> tahu kalau ada sirine berarti akan ada tsunami, masyarakat juga tahu
> tanda-tanda dan rute evakuasi ke tempat aman, ada escape building yg
> digunakan (gedung bertingkat, masjid), dan masyarakat melakukan evakuasi
> secara spontan ke tempat aman.
> 
> Pada saat gempa pertama terjadi kemacetan lalulintas di jalan-jalan protokol
> di Kota Padang. Dari Kantor PU Sumbar hingga jalan Veteran saya tidak
> menemui polisi yang sedang mengatur lalulintas utk mengatasi kemacetan
> jalan. Di pom bensin terjadi antrian cukup panjang. Setelah gempa susulan
> terjadi evakuasi sehingga memunculkan kemacetan di sepanjang jalan Andalas,
> Bung Hatta dan perempatan Bypass. Saya menjumpai polisi di perempatan Bypass
> itu, tapi di sepanjang jalan Andalas dan Bung Hatta tidak dijumpai polisi
> yang mengatur lalu lintas. Pihak-pihak berwenang yang terkait dengan
> emergency di sepanjang jalan juga tidak tampak. Pada dasarnya dalam hal ini
> masyarakat mengatur dirinya sendiri sehingga proses evakuasi ke
> tempat-tempat aman dari dalam Kota Padang dapat berjalan dg lancar.
> 
> Dari kejadian di atas dapat disimpulkan bahwa mekanisme peringatan dini
> (pemberian informasi gempa, peringatan potensi tsunami, sirine, escape
> building, rute evakuasi, tempat aman) sudah berjalan dg baik. Masyarakat
> tahu ttg gempa dan tsunami, dan pengetahuan itu diikuti dg tindakan utk
> terus menerus melakukan update informasi bencana dan kemudian melakukan
> evakuasi dg alat transportasi seadanya ke tempat-tempat yg lebih aman.
> 
> Akan tetapi, kondisi di Kota Padang ini ada faktor-faktor yang menguntungkan
> sehingga respon dapat berjalan dg baik. Faktor-faktor itu antara lain:
> 
> .         Goyangan gempa tidak begitu terasa (saya sendiri tidak begitu
> merasakan gempa pertama dan gempa susulan)
> 
> .         Listrik tidak padam.
> 
> .         Tidak ada bangunan yang roboh
> 
> .         Tidak ada korban jiwa.
> 
> .         Lalulintas komunikasi tidak begitu sibuk (saya dapat terima telpon
> kawan, penerimaan hanya terganggu sedikit; SMS masih berjalan seperti biasa)
> 
> Internet masih dapat diakses walau jadi agak lambat.
> 
> Kejadian bencana di Kota Padang itu akan berbeda sekali responnya bila
> goyangan gempa lebih keras atau listrik padam. Bila hal itu terjadi maka
> respon masyarakat akan berbeda sekali dg respon bencana yg sekarang ini
> terjadi.
> 
> Sebenarnya pembandingan lebih layak dilakukan adalah pada tempat/lokasi yang
> sama dg waktu yg berbeda. Jadi pertanyaannya adalah bagaimana respon
> asyarakat di Kota Padang ketika terjadi bencana gempa tahun 
> 
> 2007, 2009 dan 2012 ini?
> 
> Semoga berguna.
> 
> salam,
> 
> djuni


-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke