Assalamualaikum

Ketika nyari-nyari buku di toko Buku Gramedia Denpasar, say menemukans ebuah 
Novel karangan syaful A Imam (ini buku karangan beliau yang saya baca) yang 
berjudul Bidadari Paderi. Tanpa berpikir panjang lagi, saya langsung ambil dan 
bayar di kasir, walaupun jatah beli buku bulan ini sudah lewat batas, tapi 
jarang-jarnag saya menemukan novel karangan putra Minang di kota denpasar ini.
Ditengah kemelut dan isu menggoyang status kepahlawan Imam Bonjol dan gerakan 
paderinya,saya menemukan sebuah marwah dan romantika sejarah Minangkabau dalam 
alur cerita buku ini. Jauhari, seorang kader Paderi dari sebuah kanagarian 
disekitar matur, Agam yang mencoba memilih jalur  paderi Moderat (tetap 
bekerjasama dengan kaum adat), yang difitnah dan terusir dari kampugn 
meninggalakn Nilam, rekan semsa guru mengaji di Surau Batu dikampungnya. 
Merantau ke Bukittingi, namun nasib membawanya jatuh pada perdagangan ganja, 
yang akhrinya tertangkap oleh Patroli Pasukan paderi.
Alur ceritanya dan gaya bahasa Novel ini sangat "Minangkabau". Namun, setting 
dan romantika yang dibawa kadang membuat saya pribadi mengawang dan 
membayangkan bagaimana kondisi kota Bukittingi, Padang dan pedalaman Matur pada 
saat itu, tahun 1830. Dari novel ini, Bapak syaiful memberikan gambarna bahwa 
gerakan Paderi adlah sebuah gerakan antitesis dari carut marutnya sistem Adat 
yang terkorup oleh ulah segelintir manusia. 
Rasa bangga sebagai orang minang dan memiliki leluhur yang begitu bijaksana 
menelusup dalam hati saya. Mengapa gerakan refrmasi adat itu bisa muncul di 
Minangkabau, mengapa tidak daerah lain, padahal MInangkabau adalah sebuah 
sistem adat yang egaliter.Disitulah keunggulannya, ternyata prinsip diskursus, 
thesis dan antitesis sudah diterapkan oleh tuo-tuo Minangkabau sejak dahulu, 
mengapa toh kita kembali berbungkuk-bungkuk mengadopsi prinsip patriarkis 
primordial yang bukan semangat dari Minangkbau itu sendiri.
Mungkin Ibu/Apak, Mamak jo Etek, Uda Uni dan rekan-rekan di palanta tidak 
sependapat dengan saya, tapi itulah Minangkabau, Kaluhak samo mandaki, kalurah 
samo manurun, tapi lah basilang kayu mangko api di tunku ka iduik (maaf kalau 
redaksionalnya salah).


Salam dari Denpasar
Bot SP






      
____________________________________________________________________________________
Be a better friend, newshound, and 
know-it-all with Yahoo! Mobile.  Try it now.  
http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ 

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
Website: http://www.rantaunet.org 
=============================================================== 
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Selalu mematuhi Peraturan Palanta RantauNet lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-palanta-rantaunet
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply. 
- Posting email besar dari >200KB akan di banned, sampai yang bersangkutan 
menyampaikan komitmen akan mematuhi Tata Tertib yang berlaku. 
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim melalui 
jalur pribadi.
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: 
[EMAIL PROTECTED] 

Webmail Mailing List dan Konfigurasi teima email, lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe 
Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di
https://www.google.com/accounts/NewAccount

-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke