Tanggapan nan elok Mak Sati. Itu berarti kita telah
menghargai hasil jerih payah seseorang. Menghargai
jerih payah seseorang juga gadang pahalanyo Mak, asal
dengan niat ikhlas ibadah lillahi Ta'ala.(apa saja
perbuatan baik, bila diniatkan ibadah, dapat pahala
koq), Allah sendiri telah menjanjikan pada kita
hambaNya, tidak akan menyia-nyiakan perbuatan baik
hambaNya, meski seberat jarrahpun. 

Mungkin nan gadang paralu di paketek, bisa ambo
mengerti betapa sulitnya uang bagi pensiunan,ibu saya
juga menerima gaji pensiunan almarhum ayah saya, saya
sangat mengerti kondisi beliau, meskipun beliau tidak
meminta kepada sembilan anak-anaknya, tetapi kami
anak-anaknya saja yang cukup mengerti memberi kepada
ortu, tanpa diminta, dan sampai-sampai sering saya
berfikir, setiap kali Mak Sati mengeluh akibat
kebesaran kapasitas, ingin rasanya saya
"membayarkan"uang internet Mak sati, sebagai saya
anak, bukan orang lain, tetapi ini hanya sekedar niat
baik,lagian seganlah, emangnya orang "sekaya" Mak Sati
  mau dibayarin oleh "sesederhana
saya?".(hehehe...jangan diambil hati Mak, tapi emang
saya jujur, sering kepikiran, gara-gara seringnya Mak
Sati mengeluh masalah ini).

Terkadang kita orang Minang ini(bisa jadi termasuk
diri saya sendiri lho, karena saya sendiri ada darah
Minang), disaat ada berita betapa banyaknya TKI/TKW
dari Indonesia yang bekerja sebagai (pembantu), atau
sopir, atau apalah yang tingkatannya dibawah
engineering, kita suka menyalahkan pemerintah,
menyalahkan siapa saja, tetapi disaat ada orang yang
berbaik hati memberitahukan lowongan pekerjaan sebagai
tingkatan yang lebih elok kita salahkan lagi dengan
alasan bermacam-macam. Kalau kita ingin maju, memang
harus beresiko. Resiko waktu, tenaga, pikiran, uang
dan lainnya habis terkuras, atau minimal
berkurang.Itulah konsekwen, komitmen, resiko atas
semua pilihan kita dari apa yang telah kita tetapkan
sebelumnya.

Wassalamu'alaikum. Rahima.
 
--- Sjamsir Alam <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> 
> Reza,
> 
> Ndak paralu lo Reza "maranyuak" doh. Cuma kok dapek
> go eh, info lowongan 
> karajo nan gadang2 tu jan dikirim ka palanta,
> tunjuakan sen sumbernyo. Jadi 
> kalau ado anak kamanakan nan baminaik, nak nyo cigok
> ka sinan.
> Malewakan info lowongan karajo tu kan jo niaik
> baiak, kok di palanta ko, 
> supayo anak kamanakan nan manganggur bisa dapek
> karajo, dan nan lah karajo 
> bisa naiak karir. Manuruik ambo, Allah pasti mambari
> pahalo nan gadang 
> untuak Reza tu mah. K


      
____________________________________________________________________________________
Never miss a thing.  Make Yahoo your home page. 
http://www.yahoo.com/r/hs

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
Website: http://www.rantaunet.org 
=============================================================== 
UNTUK SELALU DIPERHATIKAN:
- Selalu mematuhi Peraturan Palanta RantauNet lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-palanta-rantaunet
- Hapus footer dan bagian yang tidak perlu, jika melakukan reply. 
- Posting email besar dari >200KB akan di banned, sampai yang bersangkutan 
menyampaikan komitmen akan mematuhi Tata Tertib yang berlaku. 
- Email attachment, DILARANG! Tawarkan kepada yang berminat dan kirim melalui 
jalur pribadi.
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: 
[EMAIL PROTECTED] 

Webmail Mailing List dan Konfigurasi teima email, lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe 
Dengan terlebih dahulu mendaftarkan email anda pada Google Account di
https://www.google.com/accounts/NewAccount

-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke