Saat naik bis kota di Abu Dhabi ataupun naik kereta metro di Dubai, satu hal yg 
unik ialah kita bisa mendengarkan ring tone dengan beragam melody, saat 
handphone salah seorang penumpang berdering. Sekali waktu tiba2 berdering ring 
tone dengan irama lagu2 india, saat lain kita bisa mendengarkan rentak irama 
negeri arab, lagu2 barat popular sampai irama music yg tak kita kenali sama 
sekali, pokoknya beragam ring tone bisa kita dengarkan dari para penumpang di 
kendaraan umum tersebut yang terdiri dari orang berbagai bangsa. Abu Dhabi dan 
Dubai, kota besar di UAE, adalah kota yg multikultur, orang berbagai bangsa 
kita temui disana, menurut berita dari salah satu media massa setempat, ada 
sekitar 200 kebangsaan berbeda tinggal dan bekerja di  negara UAE.
Kita akan bisa merasakannya saat sampai disana, bahkan sejak di Airport, kita 
bertemu para pegawai imigrasi berpakaian jubah , orang arab emirati setempat, 
para porter org india, pekerja cleaning service orang Bangladesh, org Filipina 
yg jadi penunggu toko2 free tax di airport, para supir orang2 pakistan, dan 
para penumpang dari berbagai kebangsaan lain nya. Itu baru di airport, saat 
sampai ke tempat2 umum lain nya di tengah kota seperti di mall, di sekolah, 
bahkan  sampai saat sholat di mesjid pun, kita akan bertemu dengan orang 
berbagai bangsa.
Berdasar pengalaman datang ke Jakarta dari daerah,  kita sering dihantui 
ketakutan akan kriminalitas atau gangguan dari kelompok2 tertentu, Sehingga 
saat datang ke kota besar di negara lain, pikiran khawatir spt itu masih ada. 
Ternyata keadaan nya lain sekali, walau berada di tempat asing dengan orang2 
asing dari berbagai negara sekalipun, kita bisa aman, dan orang2 nya pun baik 
dan menghargai kita.
Bergaul dg orang berbagai bangsa, mendengar cerita2 mereka tentang bangsa dan 
negaranya, kita seolah2 sedang mengembara ke berbagai penjuru dunia, mengenal 
kondisi alamnya, mengenal perjuangan hidupnya, banyak pelajaran berharga juga 
bisa diraih. Tiap2 negara memiliki cerita2 unik tersendiri pula.
Silahkan baca selengkapnya pada link berikut ;
http://hdmessa.wordpress.com/2012/05/16/ragam-budaya-kisah-dari-abu-dhabi/
 
salam 
HM
---------------
Belajar dari keragaman budaya
Saat naik bis kota di Abu Dhabi ataupun naik kereta metro di Dubai, satu hal yg 
unik ialah kita bisa mendengarkan ring tone dengan beragam melody, saat 
handphone salah seorang penumpang berdering. Sekali waktu tiba2 berdering ring 
tone dengan irama lagu2 india, saat lain kita bisa mendengarkan rentak irama 
negeri arab, lagu2 barat popular sampai irama music yg tak kita kenali sama 
sekali, pokoknya beragam ring tone bisa kita dengarkan dari para penumpang di 
kendaraan umum tersebut yang terdiri dari orang berbagai bangsa. Abu Dhabi dan 
Dubai, kota besar di UAE, adalah kota yg multikultur, orang berbagai bangsa 
kita temui disana, menurut berita dari salah satu media massa setempat, ada 
sekitar 200 kebangsaan berbeda tinggal dan bekerja di  negara UAE.
Kita akan bisa merasakannya saat sampai disana, bahkan sejak di Airport, kita 
bertemu para pegawai imigrasi berpakaian jubah , orang arab emirati setempat, 
para porter org india, pekerja cleaning service orang Bangladesh, org Filipina 
yg jadi penunggu toko2 free tax di airport, para supir orang2 pakistan, dan 
para penumpang dari berbagai kebangsaan lain nya. Itu baru di airport, saat 
sampai ke tempat2 umum lain nya di tengah kota seperti di mall, di sekolah, 
bahkan  sampai saat sholat di mesjid pun, kita akan bertemu dengan orang 
berbagai bangsa. 
Di tempat kerja pun kita akan menemui pada satu perusahaan karyawannya terdiri 
dari orang2 berbagai bangsa, seperti perusahaan tempat saya kerja dengan jumlah 
pekerja sekitar 1500 orang, karyawan nya terdiri dari sekitar 40 kebangsaan yg 
berbeda dari berbagai penjuru dunia.
Lokasi Abu Dhabi dan Dubai yg strategis di jalur perdagangan & transportasi  
dunia, membuatnya sejak lama jadi tempat persinggahan dan tinggal orang 
berbagai bangsa sejak dulu. Saat ini komposisi penduduk aseli setempat dari 
total populasi hanya 20%, sisanya adalah para pendatang, mungkin inilah salah 
satu negara unik di dunia, dimana penduduk aseli setempat jadi minoritas.
Bertemu dengan orang berbagai bangsa, beragam pula bahasa, budaya dan  
karakternya, bergaul dalam masyarakat yang multikultur seperti itu kita 
memerlukan keahlian komunikasi yg baik pula, karena tiap kebangsaan memiliki 
bahasa dan karakter berbeda. Biasanya  orang2 berbagai bangsa tersebut, bekerja 
pada  bidang kerja yg khas pula.Sebagai contoh, para penjaga toko biasanya 
orang Filipina, Supir kendaraan biasanya orang Pakistan, pekerja cleaning 
service/ tea boy biasanya Bangladesh, orang Nepal biasanya jadi security, Orang 
India yg jadi mayoritas pendatang kerja di berbagai bidang mulai dari kerja 
lapangan sampai di perkantoran. Orang2 Eropa biasa kerja di bidang teknik jadi 
tenaga ahli.  Orang2 arab Emirate setempat biasa kerja di bidang pemerintahan 
atau jadi pengusaha dan lain lain.
Saat awal berada di tengah masyarakat yg multikultur ini, kita yg terbiasa 
tinggal di tempat yg satu budaya saja semisal di negeri sendiri akan agak kaget 
juga, tapi lama kelamaan akan terbiasa. Berdasar pengalaman dan informasi yg 
kita ketahui selama ini, saat pertama kali bertemu org berbagai bangsa, akan 
timbul pemikiran stereotype karakter khas berbagai bangsa, misal kalau bangsa 
tertentu punya kelakuan tertentu pula, sehingga kita pun berbeda menghadapi 
nya. Seringkali ada juga pandangan2 negatif terhadap suatu bangsa sehingga kita 
pun berpesepsi yg negatif pula saat bertemu dg mereka. 
Kalau kita berpandangan negatif terhadap suatu bangsa tertentu, kita seolah2 
akan menutup komunikasi dengan nya,dan mereka pun akan berpandangan negatif 
terhadap bangsa kita, begitu pula sebaliknya. Pengalaman saya pribadi, kalau 
kita positive thinking thd berbagai bangsa, mereka pun akan berprasangka 
positif pula terhadap kita, sehingga komunikasi pun bisa terbuka, dari 
interaksi yg terbuka tersebut, kita akan bisa mengambil berbagai pelajaran dari 
mereka.
Pandangan bangsa lain terhadap kita bangsa Indonesia, seringkali diliputi 
prasangka negatif pula, semisal di negara Saudi Arabia, dimana kebanyakan orang 
Indonesia berada di level bawah, spt jadi pembantu rumah tangga dan supir, maka 
orang pun akan memandang rendah pada kita.  
Namun berbeda dg kondisi di UAE dan Qatar dimana, banyak orang Indonesia yg 
menjadi tenaga ahli, spt operator, teknisi, insinyur bahkan manager, orang lain 
pun akan memiliki pandangan yg lebih menghargai kita. Apalagi memang pemerintah 
UAE, dikelola secara modern,  punya system hukum yg bagus, dimana semua orang 
diperlakukan sama. 
Kalau kita bisa tampil percaya diri, terbuka dan memang ada 
keahlian/keunggulan, kita bisa berdiri sama tinggi, duduk sama rendah dengan 
mereka. Kita bisa beradu argumen dengan orang berbagai bangsa . Justru saya 
rasakan , saat di Indonesia sendiri kita sering diliputi suasana rendah diri 
saat berhadapan dg orang asing, yg antara lain terbentuk dari proses penjajahan 
yg lama yg secara budaya membuat kita rendah diri thd org asing. Sebaliknya 
saat di luar negeri, kita bisa tampil sama dengan orang berbagai bangsa 
tersebut, dan bisa kita berdebat dg org kulit putih yg tak selamanya lebih 
pintar. Hikmahnya ialah kembali pada diri kita sendiri, kita harus menunjukkan 
keunggulan diri, percaya diri, tak merendahkan diri, maka orang lain pun akan 
menghargai kita. 
Berdasar  pendapat seorang ahli komunikasi, perilaku seseorang dipengaruhi oleh 
latar belakang ( bangsa, budaya dll ) sekitar 40%, sedangkan 60% sisanya, 
adalah karakter pribadi masing2 orang yg universal sifatnya. Jadi prinsipnya 
semua orang memiliki karakter universal yg hampir sama.
Bergaul dg orang berbagai bangsa, bisa berdiri sama tinggi, duduk sama rendah 
dengan mereka,  kita bisa menyadari bahwa pada prinsipnya semua orang sama 
kedudukan, masing2 ada kelebihan dan kekurangan masing2.  Berinteraksi dan 
bergaul dengan orang berbagai bangsa, kita bisa mengenal karakter dan budaya 
mereka. Kita bisa belajar berbagai bahasa, setidaknya bahasa pergaulan praktis 
kata sapaan saat bertemu. 
Kita bisa belajar kesederhanaan hidup dari orang Bangladesh, belajar kerja 
keras dan keuletan dari  orang India, belajar hapalan kitab suci Al Quran dari 
orang Mesir, belajar berdebat dari orang Spanyol & Itali, belajar menjaga 
penampilan dari orang Perancis, belajar keberanian dari orang2 Nigeria, dan 
banyak pelajaran dari bangsa2 lain nya. Selain sifat positif masing2 bangsa ada 
juga memiliki sifat2 negatif yang bisa jadi bahan pelajaran juga bagi kita 
untuk dihindari. Namun janganlah kita selalu terpaku pada sikap negative suatu 
bangsa tersebut, karena itu hal yg wajar pada tiap manusia yg punya kelebihan 
dan kekurangan.
Bergaul dg orang berbagai bangsa, mendengar cerita2 mereka tentang bangsa dan 
negaranya, kita seolah2 sedang mengembara ke berbagai penjuru dunia, mengenal 
kondisi alamnya, mengenal perjuangan hidupnya, banyak pelajaran berharga juga 
bisa diraih. Tiap2 negara memiliki cerita2 unik tersendiri pula.
Kilunen, teman kerja dari Finlandia, bercerita ttg keadaan alam negaranya yg 
berada di ujung utara dunia. Saat penghujung musim panas, mentari siang hanya 
sebentar tenggelam. gelap malam mulai jam 11 malam dan akan terbit lagi sekitar 
jam 1 pagi , begitu pula sebaliknya saat musim dingin, mentari terbit jam 11 
siang dan tenggelam lagi jam 1 siang, benar2 kondisi alam yg ekstrem. Dengan 
kondisi alam seperti itu mereka tetap menjalani kehidupan sehari2 dengan 
normal, bahkan bisa menghasilkan telepon genggam yg paling popular di dunia, 
Nokia. Hambatan alam tidak memadamkan semangat kehidupan, bersyukurlah kita yg 
berada di alamtropis spt Indonesia yg waktu siang dan malam nya hampir sama 
sepanjang tahun, semoga alam yg indah dan nyaman ini memberikan kesempatan 
hidup yg baik juga bagi kita semua.
Ubong, teman dari Nigeria bercerita ttg negerinya, negeri kaya minyak, namun 
banyak menghadapi masalah. Ia bercerita ada salah satu suku di negerinya yg 
terkenal sebagai suku pedagang. Harga diri  seseorang atau keluarganya 
ditentukan apabila ia bisa kaya karena berbisnis, bila ada diantara mereka tak 
berbisnis dianggap memalukan keluarganya, malah pendidikan tak begitu 
diutamakan. Karena itulah mereka melakukan berbagai bisnis  di negerinya 
sendiri bahkan sampai ke berbagai penjuru dunia. Yang penting mereka harus 
melakukan bisnis, apapun juga bisnisnya, sampai yg illegal sekalipun. Saya jadi 
teringat dulu sering lihhat mereka berbisnis kain di daerah tanah abang 
Jakarta, ngapain jauh2 amat mereka bisnis sampai ke Jakarta ?, dan kita sering 
dengar juga mereka tertangkap karena bisnis illegal. Sekarang saya baru tahu 
ceritanya, betapa bisnis menjadi sebuah kehormatan keluarga/suku yang 
menyebabkan mereka melakukan segala cara untuk mencapainya. 
Dan banyak cerita2 menarik lain nya, dari orang2 beragam bangsa dari berbagai 
penjuru dunia tersebut. Mudah2an saya sempat menuliskan lebih panjang lagi 
cerita2 dari berbagai bangsa tersebut, pelajaran2 apa yg bisa didapatkan. 
Selain dari keadaan alam kita juga bisa mendapatkan pelajaran dari keragaman 
orang berbagai bangsa tersebut, karakter uniknya, kisah2 dari negerinya, dari 
pengalaman hidup dan berbagai hal lain nya. Dari beragam  hal tersebut, kita 
bisa mendapat pelajaran berharga, menguntai hikmah yg bermanfaat dalam 
menjalani kehidupan ini.

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke