Walaupun kedengarannya agak "haring", tadanga di talingo awak agak "hariang" namun "Kaharingan" bukanlah najis, tetapi Agama Suci berKetuhanan yang Maha Esa.
...... "Tuhan Yang Maha Esa dalam istilah agama Kaharingan disebut Ranying / Ranying Hattalla/ Alatalla." ...... Pada zaman Jepang, Kaharingan mendapat penghargaan dan kedudukan yang terhormat. Untuk mencari simpati dan dukungan dari orang-orang Dayak, penguasa militer Jepang menyatakan Agama Kaharingan ada kaitannya dengan Agama Shinto, karena itu pada zaman Jepang untuk kali pertama agama suku ini diangkat dan diterima sebagai agama yang terpandang bahkan dijadikan partner serius pemerintah dalam menangani kebudayaan. Untuk mengetahui lebih banyak tentang Kaharingan serta kebudayaan Dayak, pemerintah Jepang menyediakan semacam Pusat Penelitian (Puslit) yang disebut dengan Bagian Penyelidik Adat dan Kebudayaan Kalimantan. Salah satu kegiatan Pusat Penelitian yang berkedudukan di Banjarmasin dan di bawah pimpinan Prof. K. Uyehara adalah melakukan ekspedisi ke daerah pedalaman untuk mengadakan survei dan pendokumentasian adat dan kebudayaan Dayak. Dalam perjalanan ke pedalaman itu, dibawa serta orang-orang lokal yang dianggap tahu banyak tentang Kaharingan dan kebudayaan Dayak, antara lain Tjilik Riwut dan Damang Yohanes Salilah. kepercayaan Kaharingan dan religi suku yang lainnya seperti Tollotang (Hindu Tollotang) pada suku Bugis, dimasukkan dalam kategori agama Hindu, mengingat adanya persamaan dalam penggunaan sarana kehidupan dalam melaksanakan ritual untuk korban (sesaji) yang dalam agama Hindu disebut Yadnya. Jadi mempunyai tujuan yang sama untuk mencapai Tuhan Yang Maha Esa, hanya berbeda kemasannya. Tuhan Yang Maha Esa dalam istilah agama Kaharingan disebut Ranying / Ranying Hattalla/ Alatalla . Istilah Hattala / Alatalla adalah pengaruh agama islam dari suku melayu banjar. Sumber: http://www.ceritadayak.com/2009/12/sejarah-kaharingan.html# Salam, --MakNgah Sjamsir Sjarif --- In [email protected], Lies Suryadi <niadilova@...> wrote: > > Kalau agamo2 lokal nan masih ado di Indonesia ko, bantuak 'Kaharingan', 'Alu' > tu Dolo', dll. dipangakan nan rancak? Dihapuih atau dipabia sajo? > > Salam, > Suryadi > > Dari: sjamsir_sjarif <hambociek@...> > Kepada: [email protected] > Dikirim: Jumat, 15 Juni 2012 5:55 > Judul: Re: [R@ntau-Net] MOCHTAR NAIM: AGAMA MANA SAJA YANG BERDASARKAN KEPADA > KETUHANAN YME ITU? > > Jawabnya, Takok-takok Uwok: Judaisme. > -- Nyit Sungut > > --- In [email protected], Mochtar Naim <mochtarnaim@> wrote: > > > > Kawan2 di Dunia Maya, > > > > Sila Pertama dari Pancasila kita adalah "Ketuhanan YME." > > Pertanyaan: Agama mana saja yang berdasarkan kepada Ketuhanan YME itu? > > Jawabnya? > > > > MN > > 120615 -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
