EDITORIAL Media Indonesia, Kamis, 21 Juni 2012 00:01 WIB     

http://www.mediaindonesia.com/read/2012/06/21/327595/70/13/Peringatan-Negara
-Gagal

KEKHAWATIRAN sejumlah tokoh nasional dalam berbagai kesempatan tentang
gejala Indonesia menuju negara gagal bukan isapan jempol. Kian hari,
tanda-tanda bahwa negara ini semakin berada di ambang negara gagal semakin
tampak.

Kita saksikan pemerintah pusat lemah dan tidak efektif mengendalikan
pemerintah daerah. Kita lihat buruknya layanan publik hampir merata.
Kekerasan muncul tanpa bisa diatasi oleh negara. Korupsi pun kian
menjadi-jadi.

Pertumbuhan penduduk dan arus buruh migran pun nyaris tidak bisa
dikendalikan. Seiring dengan itu, kesenjangan ekonomi melebar, cadangan
pangan menipis, serta kemiskinan dan pengangguran masih tinggi.

Karena itu wajar belaka jika hasil riset The Fund for Peace bekerja sama
dengan majalah Foreign Policy tentang failed state index atau indeks negara
gagal meletakkan Indonesia di posisi ke-63, yakni posisi 'dalam peringatan'
(warning). Riset atas 178 negara itu dipublikasikan di Washington DC,
Amerika Serikat, pada Senin (18/6).

Peringkat itu berarti lebih buruk ketimbang indeks tahun lalu yang
menempatkan Indonesia di posisi ke-64 dari 177 negara. Lebih buruk,
sekalipun masih dalam posisi yang sama yakni posisi negara 'dalam
peringatan' (warning).

Indeks negara gagal menggolongkan negara dalam empat posisi, yaitu posisi
'waspada' (alert), 'dalam peringatan' (warning), 'sedang' (moderate), dan
'bertahan' (sustainable).

Negara gagal adalah negara yang semakin kecil peringkatnya. Negara gagal
berada di peringkat 1, yakni Somalia, sedangkan negara yang paling
sustainable berada di peringkat 178, yaitu Finlandia.

Hasil riset terakhir menunjukkan kondisi Indonesia memburuk di tiga
indikator dari total 12 indikator yang digunakan untuk mengukur indeks
negara gagal. Tiga indikator itu ialah tekanan di bidang kependudukan,
protes akibat rasa tidak aman kelompok-kelompok minoritas, dan penanganan
hak asasi manusia.

Posisi Indonesia di urutan ke-63 memang masih lebih baik daripada Myanmar
(urutan ke-21), Timor Leste (ke-28), Kamboja (ke-37), Laos (ke-48), dan
Filipina (ke-56). Namun, apa hebatnya lebih baik ketimbang mereka? Indonesia
malah seharusnya malu besar karena telah kalah jauh jika dibandingkan dengan
Vietnam (ke-96).

Sejak 2005 hingga 2010, Indonesia memang lebih dekat jaraknya dengan posisi
'waspada' negara gagal. Indonesia bahkan belum pernah di zona 'moderat', dan
masih mimpi yang jauh sekali untuk masuk posisi sustainable.

Negeri ini memburuk bukan hanya dari segi indeks negara gagal. Dari segi
indeks pembangunan manusia (human development index) pun peringkat Indonesia
jeblok, dari 108 pada 2010 ke 124 pada 2011.

Oleh karena itu, sangat bisa dipahami bila dengan caranya sendiri para
pemuka agama telah menyuarakan keprihatinan mereka terhadap keadaan negara
ini. Akan tetapi, beragam peringatan itu ditanggapi amat defensif oleh
penyelenggara negara di Republik ini. Alih-alih mencari solusi, malah ada
pejabat yang menebar predikat negatif dengan memberi cap 'pengidap mata
kalong' kepada pemuka agama yang menyerukan penyelamatan negara.

Selama penyelenggara negara, terutama pemimpin negara, tidak mengindahkan
rupa-rupa peringatan itu, bukan mustahil negara gagal benar-benar menjadi
kenyataan. Lalu, kita pun mengutukinya seumur hidup.

 

Tapi apa gunanya mengutuk setelah nasi menjadi bubur?

Karena itu, melalui forum ini, kita kembali mengingatkan para pemimpin
negara untuk tidak banyak berkilah. Sebab kilah tidak bisa menarik Republik
ini dari tubir jurang bernama negara gagal.

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke