Peserta Festival Rendang Sajikan Hotdog

| Jodhi Yudono | Dibaca : 177 kali

Rabu, 27 Juni 2012 | 10:56 AM

PADANG, KOMPAS.com--Festival dan lomba cipta lagu tentang rendang yang
digelar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumatera Barat, 26-27 Juni
2012 memiliki keunikan tersendiri dengan adanya sajian hotdog dan
hamburger berbahan baku rendang.

Dari 98 kelompok peserta yang ikut lomba memasak rendang di Taman
Budaya Sumbar di Padang, Selasa, ada yang berkreasi dengan membuat
hotdog dan hamburger.

Peserta dari Universitas Negeri Padang (UNP) Izzati Elsa Putri
menjadikan makanan terlezat di dunia versi stasiun televisi berita CNN
itu sebagai bahan baku hotdog menggantikan sosis. "Daging-daging
rendang disusun di dalam roti seperti hotdog," ujar mahasiswi Jurusan
Tata Boga angkatan 2008 itu.

Dalam penyajiannya, roti juga diolesi santan kelapa yang telah dimasak
hingga kental (kalio) dan dipadu dengan kerupuk serta daun selada.

Sementara peserta lain, Susan Karamoy berkreasi membuat hamburger
berisi rendang. Peserta asal Manado yang bersuamikan orang Sumatera
Barat itu mengaku mendapat ide itu saat merantau bersama suaminya ke
Philadelphia, Amerika Serikat. "Di sana (Amerika Serikat) orang-orang
sangat suka makan hamburger, sehingga timbul ide untuk membuatnya
dengan isi rendang," katanya.

Wanita yang mengaku telah belajar membuat rendang sejak 30 tahun lalu
itu bahkan sering mendapat pesanan baik dari warga Indonesia maupun
warga Amerika untuk pesta pernikahan. "Kami menjual rendang untuk
orang Amerika karena mereka sangat suka. Satu potong rendang dihargai
8 dolar," katanya.

Kendala untuk membuat rendang di negeri Paman Sam, menurut dia, adalah
sulitnya mendapatkan daun jeruk. Kalau pun ada, harganya mahal yakni
berkisar 1 dolar per lima lembar dan hanya tersedia di toko-toko milik
etnis Asia.

Cabai juga sulit diperoleh pada musim dingin. "Untuk menyiasatinya,
saya membeli dalam jumlah banyak dan disimpan di lemari es," ujar
Susan.

Ia mengapresiasi festival rendang itu karena dapat menjadi sarana
untuk selalu mengingat kebudayaan daerah.  "Saya berharap festival
seperti ini digelar setiap tahun dan pesertanya lebih banyak lagi,"
katanya.

-- 
Sent from my mobile device

Wassalaamu'alaikum
Dutamardin Umar (aka. Ajo Duta),
suku Mandahiliang,
lahir 17 Agustus 1947.
nagari Gasan Gadang, Kab. Pariaman.
rantau Deli, Jakarta, kini Sterling, Virginia-USA
------------------------------------------------------------

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke