Dua Ulama Pejuang Berpulang
Tanggal 06 July 2012

Bukittinggi, Singgalang
Dua ulama pejuang di Sumatra Barat berpulang, Kamis (5/7). Keduanya M.
Saib Dt. Tan Kabasaran atau Angku Kabasaran dan Munir Zakaria. Kedua
tokoh ini merupakan “konco palangkin” sejak sama-sama belajar di
Parabek.
Keduanya meninggal hampir bersamaan, Munir Zakaria (88) meninggal di
Rumah Sakit M. Djamil sekitar pukul 01.20 WIB. Sebelumnya dirawat
selama dua hari di Rumah Sakit Yarsi Bukittinggi.
Dt. Tan Kabasaran (86) meninggal di Rumah Sakit Yarsi Bukittinggi
sekitar pukul 06.20 WIB. Ulama itu menjalani perawatan selama lima
belas hari di RS Yarsi Bukittinggi.
Sebelumnya, kedua ulama besar tersebut sama-sama dirawat di ICCU RS
Yarsi. Munir Zakaria, Rabu (4/7) sore dilarikan ke M. Djamil karena
sesak nafas dan harus menjalani pemeriksaan bagian kepala.
Meninggalnya kedua ulama itu mengagetkan warga Bukittinggi. Kemarin
subuh, saat ratusan warga dan jemaah ulama kondang tersebut takziah ke
rumah almarhum Munir Zakaria di Gurun Panjang.
Pada saat bersamaan, terdengar kabar Dt. Tan Kabasaran meninggal di RS
Yarsi Bukittinggi. Warga dan jemaah yang takziah di rumah duka Munir
Zakaria jadi kaget.
Seorang sahabat sekaligus murid almarhum, Usmar Marlen mengatakan,
meninggalnya kedua tokoh ulama tersebut mengagetkan kalangan Dewan
Dakwah Islamiyah (DDI) Sumatra Barat.
“Kami ikhlas menerima kepergian kedua sahabat sekaligus orangtua kami
di kalangan DDI,” ujar Usmar Marlen.
Munir akan dimakamkan di Gurun Panjang dan Angku Kabasaran dimakamkan
di Aur Kuning.
Semasa hidup, keduanya saling dekat. Di samping jarak usia tidak
terlalu jauh, keduanya sering bersama. Bahkan, banyak orang mengira
Munir dan Angku Kabasaran saudara kandung.
Munir Zakaria merupakan mantan Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia
(DDII) Sumbar pada 1970-an. Almarhum juga mantan Ketua Pimpinan Daerah
Muhammadiyah Bukittinggi-Agam.
Sementara Angku Kabasaran mantan Ketua Dewan Dakwah Islamiyah
Indonesia Sumbar pada 1980-an.
Munir Zakaria meinggalkan empat anak. Istri almarhum meninggal sebelumnya.
Angku Kabasaran yang semasa hidup pernah menjabat Ketua Pengadilan
Agama Bukittinggi (1973-1974), meninggalkan dua anak laki-laki dan
seorang istri yang kini juga dalam keadaan sakit-sakitan.
Ramai
Pantauan Singgalang, rumah dua kedua tokoh tersebut didatangi banyak
tokoh Bukittinggi dan Agam. Baik yang duduk di perintahan, DPRD dan
para ulama bersama karib-kerabatnya. Kepergian dua anak Rang Kurai
suku Jambak ini membuat warga Bukittinggi khususnya dan Sumbar umumnya
berduka. Ini terlihat saat melayat ke rumah duka. Mulai dari kepala
daerah, ulama, anggota muspida dan lainnya hadir di rumah Buya H.
Munir Zakaria di Gurun Panjang dan Buya H. MS Angku Tan Kabasaran di
jalan Pemuda Bukittinggi.
Kedua tokoh ulama ini dulunya sama-sama berjuang di Muhammadiyah,
Dewan Dakwah, MUI, Yarsi dan Aqabah. Ruang lingkup perjuangan mereka
tidak hanya di Ranah Minang, tapi sudah nasional, salah satunya
perjuangan pertama mendirikan MUI.
Buya Munir Zakaria sebelumnya merupakan pensiunan di Dinas Pendidikan
dan Kebudayaan. Buya H. MS Angku Tan Kabasaran terakhir menjabat
sebagai Hakim di Pengadilan Agama Padang. Di Rumah Sakit Yarsi pun
mereka sama-sama sebagai penasihat.
“Ayah adalah janinnya pendirian Yarsi. Awalnya saat perjalanan Ayah
dengan HM Natsir dari Payakumbuh ke Maninjau dalam suatu kegiatan
Dewan Dakwah yang saat itu diketuai oleh Dt Palimo Kayo, HM Natsir dan
ayah berbincang dalam mobil tentang belum adanya rumah sakit di
Bukittinggi untuk keperluan masyarakat Bukittinggi. Ayah ditantang
untuk mendirikan rumah sakit,” ungkap putra bungsu Angku Tan
Kabasaran, Munawar pada Singgalang.
Setelah itu, lanjut Munawar, dalam perjalanan ini di Sungai Batang
dibuatlah surat kecil sebagai cikal bakal lahirnya Rumah Sakit Yarsi.
Surat kecil tersebut terpampang di salah satu ruangan tunggu rumah
sakit Islam tersebut. Hingga kemudian melalui surat inilah berbagai
bantuan datang. Dengan niat tulus dan ikhlas, serta demi kemaslahatan
umat kemudian berdirilah rumah sakit Yarsi ini di Bukittinggi. Hingga
kemudian dibangun di Padang Panjang, Payakumbuh dan di beberapa tempat
lainnya.
Kedua konco arek ini sebelum dishalatkan dibawa dulu ke Masjid Raya
dan Masjid Asyisifa’ Yarsi. Kemudian sama-sama dishalatkan di Masjid
Agung Tengah Sawah. Ratusan orang ikut shalat jenazah.
“Kami sangat berduka. Dari kehidupan tokoh kedua Buya ini, dapat kita
lihat perjuangannya demi agama, sosial dan lainnya. Sementara hidupnya
jauh dari kemewahan. Mereka jugalah yang peduli jika terjadi sesuatu
di kota ini khususnya dan Sumbar umumnya,” sebut Wawako Harmazaldi.
(203/303/507)

http://hariansinggalang.co.id/dua-ulama-pejuang-berpulang/

Pada 6 Juli 2012 10:31, Afda Rizki <[email protected]> menulis:
> Allahummagfilahuma warhamhuma ...semoga Allah Taala mudahkan jalan beliau
> berdua dan semoga Allah berikan pengganti beliau berdua.
> Ulama yang selalu konsisten beramar ma'ruf nahyi mungkar.
>
> Turut berduka
> Afda Rizki dan keluarga
>
> Pada 6 Jul 2012 10.11, "Isra wandri" <[email protected]> menulis:
>>
>> assalamualaikum ..
>> bapak ibu mamak dan dunsanak kasadonyo..
>> ambo forwarkan kaba dari kampuang yang di dapek dari facebook kawan....
>>
>>
>> Innalillahi wa inna illahi rajiun....BUKITTINGGI BERDUKA...telah berpulang
>> ke rahmatullah DUO BUYA... 'Dua Bersahabat' (Pemuka Masyarakat sekaligus
>> Ulama yg cukup disegani di Bukittinggi)
>> Inyiak H.MUNIR ZAKARIA TUANKU MUDO dan Inyiak H.DT T...AN KABASARAN
>> pada hari ini, Kamis 05 Juli 2012.
>> Inyiak H.Munir meninggal di Padang, pukul 00.45 WIB, rumah duka di Gurun
>> Panjang Bkt, Inyiak Tan Kabasaran, meninggal pukul 5.30 WIB di Bukittinggi,
>> rumah duka di jl.Pemuda,Bkt.
>> Semoga 'perjuangan dan pengabdian' beliau-beliau untuk ummat dan nagari
>> menjadi amal shaleh di hadapan Allah SWT..! Aamiin..
>>
>>

-- 
Wassalam
Nofend | L-35 | CKRG

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke