NINIAK MAMAK  MINIGKABAU
MENGHADAP DPR PUSAT
 
Rabu
tanggal 4 Juli 2012, lebih kurang 60 orang niniak mamak dan Bundo Kandung
bepakaian adat  sesuai dengan pekaian
daerah masing-masing di Minangkabau, datang  ke Senayan  betemu dengan anggota 
DPR pusat. Komisi 2
Pansus Desa dan komisi 3  Menbicaraka RUU
Perlindungan Masyarakat Adat. Rombongan di pimpin oleh  ketua LKAAM Sumbar, 
yaitu angku Drs. M.
Sayuti Dt.Rajo Pangulu, rombongan  terdiri dari delegasi ranah dan rantau: 
 
1.      Delegasi dari
ranah atau Sumatera Barat  adalah
terdiri  dari, LKAAM Provinsi, LKAAM
Kabupaten dan Kota Se Sumatera Barat, Bundo Kandung Provinsi, Bundo kandung Se
Sumatera Barat. 
2.      Delegasi dari
Rantau atau Jakarta
adalah, Solok Saiyo Sakato (S3)  LAKM
Jakarta, Gebu Minang Pusat,  BK3AM
Jakarta. 
                          
                          Sebelum datang  ke DPR telah ada koordinasi atau 
kerja sama
antara ranah dan rantau dalam mempersiapkan materi yang akan di sampaikan di
DPR. Dari rantau di koordinasi oleh Solok Saiyo Sakato (S3). S3 beberapa
kali  turut menghadiri rapat di Padang  dengan LKAAM yang juga dihadiri oleh
pihak-pihak terkait di Sumbar. Setelah dari Padang di Jakarta  S3 beberapa kali 
pula mengadakan rapat dengan
mengundang organisasi2 yang ada di Jakarta seperti yang telah disebutkan
diatas, guna untuk menyatukan pendapat serta memberikan dukungan atas
usaha-usaha yang akan dilakukan oleh ranah yang dipimpin oleh LKAAM Sumbar. . 
  
                         Memang kita sangat
kuatir jika RUU Desa ini sempat di putuskan dan nagari kembali jadi Desa,
seperti tiga puluh tahun yang lalu, dalam pantu sempat kami sampaikan  di DPR 
Sbb:
                             
                                      Lah
payah kami gubalo
                                      Kabakeh
gubalo lamo
                                      Babanto
pulo di subaliak
                                      
                                      Lah payah
kami mnjago
                                      Kabakeh
luko nan lamo
                                      Kini kata
goreh pulo baliak
                         
                          Akibat yang di
timbulkan oleh Nagari berobah menjadi Desa di Sumatera Barat atau di Mnangkabau
yang terjadi sekitar  30 tahun yang lalu,
sampai saat ini belum  dapat kita  pulihkan, sekarang akan terjadi pula. Ini
namanya “ubek lakek pantang talampau, babaliak panyakik lamo”  oleh karena itu 
mari kita dukung  dan doakan, usaha  yang telah di mulai oleh niniak mamak  
panghulu pemangku adat Minangkabau, dibawah
koordinasi LKAAM Sumbar, semoga berhasil hendaknya, amin..
                          Demikialah, mohon
maaf bila ada kesalahan dan terim ksih atas segala perhatian.
 
                       Wassalam,
                        
                        Azmi Dt.Bagindo
                         Ketum LAKM Jkt.

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke