Golkar: Nyapres Lewat Partai Lain, Sebaiknya JK Mundur Sebelum Dipecat 

Elvan Dany Sutrisno - detikNews

Berbagi informasi terkini dari detikcom bersama teman-teman Anda 

 

http://images.detik.com/content/2012/07/19/10/jkdalamtelepon.jpg

Jakarta Partai Golkar benar-benar menutup pintu majunya mantan Wakil Ketua
Umum Golkar Jusuf Kalla (JK) di Pilpres 2014. Kalau sudah memastikan diri
nyapres lewat partai lain, JK diminta mundur sebelum dipecat.

"Rapimnas ke tiga kemarin itu melahirkan beberapa keputusan. Salah satunya
menetapkan Pak Ical jadi capres Partai Golkar. Kemudian menetapkan visi misi
dan program capres. Kemudian menetapkan bahwa cawapres itu adalah domain
dari capres. Kemudian selain itu di Komisi Disiplin menetapkan aturan bahwa
kader dan fungsionaris Golkar itu dilarang untuk terlibat baik langsung
ataupun tidak langsung dalam program-program mendukung capres lain," kata
Wasekjen Golkar, Tantowi Yahya, kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan,
Jakarta, Kamis (19/7/2012).

Menurut Tantowi setiap kader yang melanggar aturan tersebut akan diberi
sanksi. Pelanggaran yang berat sepertinya Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang
maju Pilgub DKI Jakarta dengan kendaraan lain tentu akan dilakukan sanksi
pemecatan.

"Yang namanya sanksi itu kan macam-macam. Ada sanksi yang paling sejuk
berupa teguran sampai yang paling keras yaitu pemecatan. Memang pemecatan
harus melalui proses di dalam. Tapi sudah disepakati disitu ancaman
pemecatan itu bisa terjadi. Contohnya Ahok yang maju jadi cawagub lewat
Gerindra," katanya.

Namun menurut Tantowi untuk tokoh sekaliber JK sebaiknya tak menunggu
dipecat. Seperti Ahok yang mundur dari DPR dan dari keanggotaan Golkar.

"Saya rasa lebih bagus Pak JK seperti Ahok sebelum dia dipecat dia mundur.
Saat dia dipinang Gerindra dia mundur dari Golkar," katanya.

Tantowi menilai wajar kalau ada kader Golkar yang karena terbentur aturan
organisasi kemudian mundur. "Saya yakin kader Golkar itu setia semua dengan
partainya. Yang membuat kita seperti ini karena ada aturan organisasi. Saya
tidak pernah mendengar kader Golkar meninggalkan partai tanpa alasan
tertentu,"ungkapnya.

Lalu bagaimana nasib pencapresan Ical tanpa dukungan JK? "Sampai sekarang
ini kita masih tetap komit di Rapimnas kemarin. Jadi yang didukung ya cuma
Pak Ical. InsyaAllah tetap kuat,"pungkasnya.

(van/mpr) 

 

-- 
-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/



<<image001.jpg>>

Kirim email ke