Salam Bunda / Uni Evy...Belum jumpa rasanya kita uda akrab aja yaa Buk..? Maaf baru bisa sy comment buk karena biasa kesibukan kita sebgai mak-2 dirumah di bulan ramadhan ndak tau lg mana yg mau didulukan..tp saya selalu mengikuti diskusi di palanta ini buk...
Begini Buk... 1. saya pernah dengar Riwayat dr Aisya sewaktu pulang bersama Rasullulah tertegun ke suatu gambar mahluk ( Hewan ) didinding yg dipajang Aisya. Belum sempat Aisyah menanyakan apa yg dipikirkan Rasullulah, keburu Rasullulah mencopot gambar tsb dan memotong jadi 2 bagian..antara badan dan kepala gambar terpisah..jd gambar tsb tidak utuh,, tanpa betanya aisyah mengumpulkan potongan tsb dan menggunakannya sebagiian utk pembungkus dan dibolehkan Tasullulah...apa yg bisa kita ambil disini, tentu gambar mahluk mahluk yg utuh..( ke shahih-an hadist ini perlu verifikasi ke ahli nya di palanta ini..Bagaimana bpk Ahmad Ridha.??) 2. apa yg ibuk katakan itu alasan kita pake Jilbab itu yg benar dgn dalil yg ada..yg saya bilang itu tambahan dan pendapat saya pribadi.. Ibu Evy tentu tau kalo argumentasi yg didasari dalil-dalil dr Alqur-an dan Hadist tentu itulah yg benar,,,kalo pendapat saya salah itu karena saya manusia biasa dan bodoh dgn banyak kekurangannya..karena kebenaran mutlah milik Allah dan Rasulnya.. saya respect dgn Ibu Evy dgn semangatnya mencari di Google,,,memang kita yg miskin ilmu dan haus terutama dibidang ilmu syariat tentu banyak mencari dan belajar dgn cara apa yg ada skrg ini .. semangat untuk mendapatkan ilmu ini sudah ditunjukan para sahabat dahulunya . tentunya kita tdk mungkin menyamai/menandingi para sahabat dalam menuntut ilmu ini karena mereka melihat langsung dan mempaktekanya yg dituntun langsung oleh Rasuul.. Tapi Bu Evy ,,,saya berkomitmen thdp diri saya sebagai pengikut AhlulSunah Waljamaah, tentunya saya belajar dari guru yang benar yaitu yg mereka bersumberkan dari Alqur-an dan Hadist, dan dalam kehidupan sehari-hari mepraktekanya seperti apa yg dilakukan Rasulullah.. dan hati-2 di google jg banyak yg posting dr org-2 yg tdk bertanggung jawab...makanya saya senang mengikuti diskusi dr bapak-2 yg ada di palanta ini. mana dari mrk yg benar-2 mengikuti sunnah itu lah yg kita bisa ambil...dan kita sbg ibuk-2 tentu sebaiknya banyak mendengar dan tdk banyak berkomentar..biarlah kaum pria sebagai Imam bagikita yg mendalami,, kalo mrk salah dalam memamhami,, tentu mrk yg bertanggung jawab.. ada satu statement dr bapak di palanta ini yg berkata begini...""".biarlah mereka kan menganggap surga milik mereka saja."""....bagi saya ini statement yg konyol dan idiot.....Surga itu adalah tujuan terakhir semua umat manusia yg akan kita kunjungi, dan ini berlaku bagi setiap manusia punya kesempatan , tentu untuk selamat mencapai nya tentu ada caranya....ya cobalah perdalam ilmu, yaitu ilmu syariat yg benar dan bersumberkan benar...coba bayangkan kalo kita belajar dari sumber dan org yg benar belum tentu kita kita menjalaninya dgn benar apalgi kalo sudah bersumberkan dari yg salah....nanti bisa membawa kita ke FITNAH SYUBHAT dan ini sangat berbahaya..... Wass.. Rina Dari: "[email protected]" <[email protected]> Kepada: milis rang minang <[email protected]> Dikirim: Kamis, 9 Agustus 2012 4:35 Judul: RE: [R@ntau-Net] Selama ia adalah manusia Salam Dinda Rina di...?, pak Mulyadi di negeri Merawa, 1. Hampir satu bulan lalu, saya disuruh anak saya menurunkan 6 lukisan karya saya yang berthemakan " wanita dan dunia kerjanya" dari dinding ruang tamu. Termasuk 1 jahitan kristik yg sudah berusia 70 th milik ibu. Dia menyampaikan bahwa malaikat tidak mau masuk ke dalam rumah kalo saya menyimpan benda ini. Saya debad abis dengannya yang mana saya membuat karya itu dengan otak kanan dan segala rasa yang ada dalam diri saya Kemudian saya brosing mak gugel tentang hadis yang menyebutkan hal ini. Ternyata yang dilarang memang menaruh patung dan memelihara anjing. Saya sempat tersenyum ketika membaca info, bahwa Nabi membiarkan Aisyah bermain dengan bonekanya. Hasil brosing itu yang menjadi alasan untuk tetap menaruh karya tangan saya itu di ruang tamu. 2. Saya ingin menggaris bawahi uraian Rina "..kalo pake jilbab ini jg bfungsi menutupi kekurangan tubuh kita..maklum kan umur makin bertambaha tentu bantuak badan lah barubah pulo...kulik samakin bakaruik tantu rancakny ditutuik jo pakyan yg sopan,,,rambuik lah nampak mamutiah tantu yo pake jilbab..sebagai renungan ajo" Saya katakan bukan ini yang menjadi tujuan berjilbab. Dari 4 ayat Quran yang saya temui dan tertulis, maka tersurat dan tersirat adalah : A. Kewajiban menjaga pandang baik laki maupun perempuan, B. Kewajiban wanita menutup perhiasannya. Yang mana perhiasan itu silahkan tentukan sendiri. C. Keboleh jadian menutup perhiasan menurut budaya dan tradisi masing masing. Ini pula yang saya saksikan di Makkah dalam cara berpakaian perempuan muslimah dari seluruh dunia. Ping...! Hal menarik barusan saya menonton PPT yang membahas tentang jilbab. Selamat menjalani ibadah puasa. Mohon maaf lahir bathin. Wassalam, Evy Djamaludin -- -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
