Assalamualaikum Wr.Wb. Yth Angku Dr.Saafroedin Bahar sarato Para Pembaco yang 
Budiman.

XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX
"Tapi apa iya semudah itu ? Bagaimana kalau keliru ?"
XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX

Kalau mahetongnyo, mudah atau indaknyo  nan tantu Doktor Meta-Physik surang, 
Angku Dotor Saafroedin. 
Kato Tempo baliau iko, tamatan University of Metaphysics di Amerika Serikat nan 
lah bapuluah tahun pulo inyo manggaluiki ilimu MetaPhysik ntun.

Jo ilimu Astrologie, bisa juo  batua ma-ngali2 kannyo Pak Doktor Saafroedin.

KELIRU atau indaknyo,........ kalau lah tapiliah beko nan diHETONGnyo itu 
,.....bajalan projektnyo,....... elok hasianyo,...... tando batua hetongannyo 
duuu.

Maoh, bagurau ambo saketek Angku Dotor, sambia manunggu jarum Jam hari Sinayan, 
nan lamo basiinsuiknyo.

Wassalam,
Muljadi Ali Basjah

Salain Index Namo, Index Coherence, mungkin ado juo parameter lainnyo co, Index 
Saagamo, kontanta sasamo badakekan Kampuang.
Karano Coherrence iko kan aratinyo di baso Minangnyo kiro2 kaik-baka(r)ik.

 
-------- Original-Nachricht --------
> Datum: Mon, 13 Aug 2012 11:19:24 +0000
> Von: "Dr Saafroedin Bahar" <[email protected]>
> An: "Rantau Net Rantau Net" <[email protected]>
> Betreff: Re: [R@ntau-Net] Jokowi dalam Terawangan Ahli Metafisika

> Wah,  kalau metode terawangan metafisika ini memang tepat, tak usah ada
> pemilu/pilkada/pilpres lagi. Berikan saja nama calon, hitung nama para calon
> dengan rumus metafisika ini, hasilnya langsung jadi agt DPR/DPD/DPRD,
> gubernur/bupati/walikota, dan ... Presiden.
> Tapi apa iya semudah itu ? Bagaimana kalau keliru ?
> Aya-aya wae, kata orang Sunda.
> Wassalam,
> SB. 
> Saafroedin Bahar. Taqdir di tangan Allah swt, nasib di tangan kita.
> 
> -----Original Message-----
> From: "Benny Farlo" <[email protected]>
> Sender: [email protected]
> Date: Mon, 13 Aug 2012 08:09:51 
> To: <[email protected]>
> Reply-To: [email protected]
> Subject: [R@ntau-Net] Jokowi dalam Terawangan Ahli Metafisika
> 
> Jokowi dalam Terawangan Ahli Metafisika  
> TEMPO.CO, Yogyakarta- Ahli metafisika rupanya ikut berpartisipasi
> meramaikan pemilihan Gubernur DKI Jakarta melalui "gotak-gatik" kode rahasia 
> yang
> dipelajari secara ilmiah. Hasilnya, nama Joko Widodo lebih selaras dengan
> alam dan memungkinkan dia menjadi pemimpin yang berhasil ketimbang Fauzi
> Bowo.
> 
> Doktor dalam ilmu pengetahuan metafisika, Arkand Bodhana Zeshaprajna,
> menjelaskan, melalui indeks name dan index coherence antara keduanya, nilai
> Jokowi lebih tinggi ketimbang Fauzi Bowo, yakni 1.0, sementara Fauzi Bowo 0.3.
> Adapun index coherence keduanya sama-sama memiliki angka 0.8. "Pendek
> kata, semesta mendukung karena index name Jokowi memiliki sinkronitas waktu
> keberuntungan yang tepat di waktu yang tepat," ujar doktor lulusan University
> of Metaphysics di Amerika Serikat ini kepada Tempo di Yogyakarta, Kamis, 19
> Juli 2012.
> 
> Dengan sinkronitas waktu yang dimiliki Jokowi dan alam semesta
> mendukungnya, maka berbagai keberuntungan akan bersama Jokowi saat memimpin.
> Keberuntungan dalam memimpin ini lantaran Jokowi memiliki kemampuan dalam
> memanfaatkan waktu. "Jokowi orang yang tepat, pada waktu yang tepat karena 
> memiliki
> sinkronitas dengan alam menurut angka index name itu," katanya.
> 
> Index name adalah parameter yang menunjukkan tingkat kesesuaian antara
> kesempatan alamiah dan keberadaan diri. Rentang index name adalah 0.05 hingga
> 1.0. Semakin tinggi nilai index name, maka semakin besar pula peluang yang
> terdapat di dalam nama tersebut untuk mencapai sukses bagi seorang
> pemimpin. Rentang nilai seorang pemimpin untuk index name adalah 0.8-1.0.
> 
> Index coherence adalah parameter utama yang menunjukkan tingkat kematangan
> dalam satu atau beberapa bidang, keberanian dalam mengambil keputusan,
> daya juang, keteguhan, dan karisma. Rentang nilai index coherence adalah 0.1
> hingga 1.0. Semakin tinggi nilai index coherence, maka semakin besar pula
> daya yang terdapat di dalam nama tersebut untuk memimpin. Kesuksesan untuk
> seorang pemimpin mampu menjadi pemimpin jika angka index coherence adalah
> 0.7-1.0.
> 
> Dengan keselarasan alam inilah, Arkand berpendapat, kemunculan Jokowi
> untuk Jakarta memang dibutuhkan orang karena berada pada titik kejenuhan. Maka
> dia tak heran ketika pada putaran pertama pasangan Jokowi-Ahok telah
> memenangkan suara hingga 43 persen. "Karena orang sudah berada pada titik 
> jenuh,"
> katanya. "Nah, Jokowi muncul pada timing yang tepat."
> 
> Sementara Foke, yang memiliki struktur rendah, yakni 0.3, tak memiliki
> sinkronitas waktu dengan alam. Padahal, menurut index coherence, Foke dan
> Jokowi orang-orang yang dinilai memiliki kemampuan dengan index name 0.8. 
> Foke,
> kata Arkand, jelas punya kemampuan yang baik, tetapi apa yang dibutuhkan
> orang tidak tepat dengan keputusannya. "Misalnya butuh A, yang ada F. Butuh
> F yang ada Z. Sementara pada Jokowi, dia memberi A ada A, ini karena Jokowi
> punya timing yang pas," kata Arkand.
> 
> Arkand menyarankan, "Jangan memilih pemimpin yang memiliki struktur indeks
> rendah karena dia tidak akan mampu merealisasikan hal-hal baik."
> 
> Dalam kode rahasia, Arkand juga memaparkan soal gaya kepemimpinan Jokowi
> dan Foke yang cocok dengan kepemimpinan mereka saat ini. Kode mayor dari
> struktur itu, Jokowi mendapatkan angka 4, sementara Foke angka 1. Artinya,
> gaya kemimpinan Jokowi lebih merakyat ketimbang Foke. Menurut kode itu, Foke
> bukan berarti tak memiliki kemampuan sebagai pemimpin. "Tapi dia lebih cocok
> menjadi kepemimpinan di atas seperti militer, bukan memimpin rakyat," kata
> Arkand. Tak mengherankan, kata Arkand, Foke kurang dekat dengan rakyat dan
> berjarak.
> 
> Arkand mengaku tak mendukung salah satu calon mana pun. Dia terpanggil
> karena ilmu metafisika sudah dia geluti berpuluh tahun. "Ini bukan ilmu
> klenik, tapi ilmiah," ujarnya. Menurut dia, segala sesuatu dalam alam semesta 
> ini
> berlangsung dalam satu keteraturan. Keteraturan ini yang memungkinkan
> manusia menemukan berbagai pola dalam kehidupan sehari-harinya. Pengamatan
> menghasilkan kumpulan data yang diolah menghasilkan teori, hukum, rumus, dan
> konstanta.
> 

-- 
-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/



Kirim email ke