MakNgah n.a.h,
Sayangnyo indak sacaro jaleh "disensus" alah bara porsentasenyo (samakin
naiak?) urang Minangkabau nan alah baganti akidah akibaik di nagari awak
alah samakin tabiaso hiduik banafsi-nafsi dan (tarutamo) karano kampuang
tangah indak baiisi sarato pungguang indak lai tasaok.
Oooiii saluang toloang sampaikan........
Salam....................,
mm***
Dibawah ko ambo kopikan soal nan ampiang samo nan tangah dihadoki urang awak
nan (kabanyo) ba-ABS-SBK, tapi masuaknyo dari sisi info-kom, atau istilah
moderennyo "dunia multi media" (internetisasi dalam mametakan tampaik-2
potensial di ranah minang).
BUAH SIMALAKAMO "KECANGGIHAN MULTI MEDIA" MULAI MANGIKIH KULTUR MINANGKABAU"
Alhamdulillah.
Jalan taruih Dinda Armen. Ambo lai taruih mambaco & memahami aktivitas
memordrenisasikan nagari-nagari nan Dinda lakukan (him self?) di
nagari-nagari saluruah Minangkabau, sacaro batahap.
Mudah-mudahan yang Dinda perbuat juga dibaca oleh 4,8 juta perantau
Minangkabau yang berada di luar Sumatra Barat (DN & LN). Catatan : Pegangan
saya pribadi tetap pada kredo Prof. Dr.Mochtar Naim (1979), bahwa jumlah
urang Minang di bumi perantauan adalah sama jumlahnya dengan jumlah urang
Minang di SumBar. Sementara ini, hasil SP-2010 (BKKBN 2011), jumlah penduduk
Sumatera Barat sebanyak 4.846.909 orang. Laju Pertumbuhan Penduduk antara
hasil SP-2000 dengan SP-2010 adalah sebesar 1,34 persen rata-rata per tahun.
Di zaman anak manusia banyak nan "maraso pandai sorang" dan (adakalanya)
cuek terhadap lingkungannya (apalagi terhadap kampung halamannya) maka yang
Dinda Armen perbuat dalam setahun terakhir ini adalah SEBUAH PAHATAN SEJARAH
BAGI WARGA (KETURUNAN/ BERDARAH) MINANGKABAU DI ATAS DUNIA. Nanti, di
tahun-tahun mendatang, bila seluruah potret apa adanya (?) nagari-nagari di
Sumatra Barat sudah bisa "on line" via alam maya, dan dari Toronto,
Edinburgh atau Amsterdam (tempat basis kristenisasi dunia berkantor) maka
semua nan digabahkan urang Minang nan (kabarnya) ber-ABS-BSK dalam hidup &
kehidupannya di seluruh nagari Minangkabau akan bisa dipantau dan
dicengekeram secara sistemik oleh mereka. Bagaimana pun dalih para urang
Minang modern lainnya, bahwa kita jangan terlalu fobia terhadap issue
kristenisasi, namun firman Allah dalam QS 2 : 120 ("Orang-orang Yahudi dan
Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka.
Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)". Dan
sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang
kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu")
adalah WAJIB KITA PERCAYAI.
Maka dari itu, ketika Dinda Armen pertama kali mempopulerkan "proyek
memultimediakan seluruh nagari-nagari di Minangkabau,2011, Kakanda selaku
urang Minang (yang sudah larek di rantau >41 tahun) sekilas gembira. Namun
di balik itu semua, sebagai dampak dari globalisasi, keterbukaan yang SANGAT
LIBERAL DAN PLURALIS SIFATNYA, tidak dapat tidak ia akan SELALU berusaha
mengikis kultur & benteng kebanggaan anak bangsa di Minangkabau.
Nah, oleh karena itulah Kakanda pernah pula mengingatkan kepada Dinda Armen
tempo hari, untuk selalu "batuka pikiran" bersama TUNGKU TIGO SAJARANGAN
(TTS) di Sumamtra Barat. Meski belakangan ini TTS di Minangkabau semakin
tidak begitu terdengar power-nya dalam membentengi ABS-SBK di Minangkabau,
namun untuk selalu mengajak mereka (Niniak Mamak, Alim Ulama, Cadiak Pandai
dan Penguasa Lokal Minangkabau) "duduak baselo" dalam menyampaikan dampak
globalisasi yang tengah menyerang sendi-sendi kebanggaan Minangkabau
(ABS-SBK) bila nagari-nagari di-on line-kan secara global, setidaknya akan
mengurangi dosa turunan bagi Dinda Armen dalam memodernisasikan masyarakat
Minangkabau.
Ketahuilah Dinda Armen, Kakanda sebagai "aktivis hitam putih" di bumi
perantauan hanya dapat memberitahu, bahwa yang dihadapi oleh Minangkabau
sekarang ini adalah "konspirasi busuk" yang sudah menargetkan Minangkabau
itu dalam waktu 50 tahun ke depan (tmt 1970) pola pikir & pola hidup
masyarakatnya tidak berbeda lagi dengan dunia barat (yang selalu kita anggap
modern).
Kenyataannya sekarang? Apakah masih ada kelihatan di pelosok-pelosok nagari
Minangkabau, seandainya ada "tataruang" seorang bocah di pinggir jalan semua
orang yang melihat sibuk mencari "sia urang gaeknyo"? Apakah masih adakah
hari ini di nagari-nagari Minangkabau, kalau ada anak gadis nan bunting
duluan "dulu bajak dari jawi" 40 rumah di kiri dan kanannya majadi angek
raso baro? Dan...... banyak lagi tolok ukur & indikator kebanggan
Minangkabaau nan (katanya) ber-ABS-SBK yang perlu kita pertanyakan. Apakah
hari ini masih ada?
Maaf, Dinda Armen. Mungkin pandangan ambo ko agak babedo jo pandapaik Armen
dalam soal menyikapi kondisi "buah simalakamo" dalam menerima "modernisasi
nagari" nan tengah Dinda lakukan di kampung halaman (Minangkabau) kita.
Tapi.., dengan telah dikeluarkannya pendapat Si m.m ini via alam maya,
paling tidak dapat sebagai masukan bagi urang minang nan rata-rata "cadiak &
pandaI'. Biasanya, nenek moyang mereka telah mengajarkan kepada mereka kredo
hidup "Alun bakilek alah bakalam". Mudah-2-an Allah SWT melimpahkan Hidayah
dan Hinayah-Nya bagi kita semua. Amin Ya Rabbal Alamin.
Salam & doa dari ambo........,
mm***
+62812 8033 925
________________________________________
From: Armen Zulkarnain Caniago <[email protected]>
To: RADIO MINANG SAIYO <[email protected]>
Sent: Sunday, May 20, 2012 4:16 AM
Subject: [RADIO MINANG SAIYO] Akhirnya terupload juga....
Armen Zulkarnain Caniago posted in RADIO MINANG SAIYO
Armen Zulkarnain Caniago
4:16am May 20
Akhirnya terupload juga....
Dokumentasi video pembukaan SPLT Tanam Padi Sebatang di Kanagarian Aia
Manggih, Lubuksikaping, Pasaman, Sumatera Barat. Semoga jejaring
nagari-nagari cyber semakin kuat & menjadi jembatan informasi serta
komunikasi antara nagari dengan perantau, nagari dengan Pemda Kabupaten &
Pemprov Sumbar, antar Nagari di ranah minang & nagari dengan seluruh stake
holder minangkabau dimana saja berada, amin ya Rabbal alamin.
LPM Marapalam, Cluster Lubuksikaping, Pasaman.
SPLT Tanam Padi Sebatang - Nagari Aia Manggih, Pasaman
www.youtube.com
Sekolah Pertanian Lapangan Tanam Padi Sebatang Kanagarian Aia Manggih,
Lubuksikaping Pasaman
View Post on Facebook . Edit Email Settings . Reply to this email to add a
comment.
***
-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[email protected]] On
Behalf Of sjamsir_sjarif
Sent: Wednesday, August 15, 2012 3:14 AM
To: [email protected]
Subject: [R@ntau-Net] Jumlah Penduduk Sumbar Hampir Lima Juta Jiwa
Jumlah Penduduk Sumbar Hampir Lima Juta Jiwa
Rabu, 15 Agustus 2012 02:50
PERLU PENGENDALIAN
PADANG, HALUAN-Penduduk merupakan modal dasar pem-bangunan dan dewasa ini
dan sentral dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Jumlah penduduk yang
besar dengan laju pertumbuhan yang cepat serta dengan kualitas rendah
mempersulit tercapainya tujuan pembangunan.
Hal tersebut dikatakan Gu-ber-nur Sumatera Barat Irwan Prayitno saat
kegiatan Pentaloka Eksekutif Kebijakan Kepen-dudukan dan Keluarga Berencana
Provinsi Sumatera Barat, seka-ligus Pengukuhan Pengurus Forum Antar Umat
Beragama Peduli Keluarga Sejahtera dan Ke-pendudukan (Fapsedu) Provin-si
Sumatera Barat, Senin (13/8) di Pangeran Beach Hotel Padang.
Menurut hasil Sensus Penduduk tahun 2010 jumlah penduduk Sumatera Barat
se-banyak 4.846.909 jiwa (diper-kirakan jumlah penduduk tahun 2012 mencapai
4.911.857 jiwa) dengan kepadatan 115 jiwa/km2.
dst dapat diklihtdi
http://www.harianhaluan.com/index.php?option=com_content&view=article&id=173
45:jumlah-penduduk-sumbar-hampir-lima-juta-jiwa&catid=1:haluan-padang&Itemid
=70
Salam,
-- MakNgah
Sjamsir Sjarif
--
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/