Pengunjung Keluhkan Tarif Parkir Mahal di Bukittinggi Bukittinggi | Berita | 22/08/2012 22:59
Bukittinggi, (ANTARA) - Sejumlah pengunjung yang datang berlibur pada Hari Raya Idul Fitri 1433 Hijriah ke Kota Bukittinggi mengeluhkan mahalnya tarif parkir di kota itu. "Inilah biaya parkir termahal yang pernah saya temui. Dimana-mana pakir kendaraan roda empat paling Rp2.000, tak ada yang mencapai Rp5.000," kata Soleh, seorang wisatawan asal Pekanbaru, Riau, Rabu. Ia menilai Pemkot Bukittinggi kurang pengawasan dalam pengelolaan perpakiran, sehingga juru parkir seenaknya meminta tarif parkir tinggi dan tanpa memberi karcis. "Meminta biaya pakir tanpa karcis parkir merupakan kebocoran dalam kemasukan pendapatan asli daerah. Ini merupakan kerugian besar dari Pemkot Bukittinggi," kata dia. Menurut dia, Pemkot Bukittinggi harus dapat mengelola perparkiran dengan baik sehingga retribusi bisa masuk ke kas daerah secara utuh. Pengunjung lainnya dari Sumatera Utara, M Sitorus, mengaku tidak mau lagi datang ke Kota Bukittinggi karena selain susah mencari tempat parkir tarifnya juga sangat mahal. "Kita sudah mutar-mutar untuk mencari tempat pakir. Sudahlah lokasi parkir susah dicari, sewaktu mau pergi biaya pakir Rp5 ribu diminta juru pakir," katanya. Dia mengaku sangat terkejut ketika diminta biaya pakir sebesar Rp5 ribu untuk kendaraan roda empat. "Pemkot kurang bagus mengelola perparkiran. Kalau begitu terus, kita yakin pengujung akan malas untuk berkunjung lagi ke sini," kata dia. Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika setempat Zuibar meminta pengunjung yang datang ke kota tersebut agar melaporkan juru parkir ke petugas jika meminta biaya parkir melebihi dari ketentuan yang berlaku. Berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 tahun 2011 tentang Retribusi Parkir di Tepi Jalan Umum, untuk roda empat sebesar Rp2.000 dan roda dua Rp1.000. "Kita telah meminta juru parkir supaya tidak meminta biaya parkir melebihi dari Perda sehingga terciptanya suasana yang kondusif bagi pengujung," katanya. (*/sun) -- Wassalaamu'alaikum Dutamardin Umar (aka. Ajo Duta), suku Mandahiliang, lahir 17 Agustus 1947. nagari Gasan Gadang, Kab. Pariaman. rantau Deli, Jakarta, kini Sterling, Virginia-USA ------------------------------------------------------------ -- -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
