Assalaamu'alaikum wa rahmatullaahi wa barakatuhu

Ambo palegaan, OOT dari babarapo kasampatan nan ambo danga, untuak 
katambah-tambah sajo...

Bid'ah  

Sering kita mendengar kata 'bid'ah'. Bahwa bid'ah itu adalah sesuatu yang 
dibuat-buat atau diada-adakan. Sesuatu yang dibuat-buat dan diada-adakan itu 
adalah sesat. Dan yang sesat itu nanti dimasukkan ke dalam neraka. 
Yang mengatakan seperti itu adalah Rasulullah shalallahu 'alaihi wa 
sallam  sebagaimana sabda beliau berikut:   Sesungguhnya sebaik-baik perkataan 
adalah Kitab Allah, dan 
sebaik-baik tuntunan adalah tuntunan Muhammad, dan sejelek-jelek perkara adalah 
yang diada-adakan dan setiap bid’ah adalah kesesatan”.(HR. Muslim: 6/242).

Apa saja yang dikatakan bid'ah? Perkara apa saja yang termasuk ke dalam 
kelompok bid'ah?

Di tengah masyarakat ada dua kelompok yang boleh dikatakan agak 
berseberangan dalam mendefinisikan 'bid'ah'. Ada sekelompok umat Islam 
yang sangat 'cepat' menjatuhkan vonis tentang bid'ah atau tidaknya 
sesuatu. Sebaliknya ada kelompok lain yang sangat 'enteng' membuat 
variasi amalan dan menolak kalau apa yang diperbuat itu bid'ah.

Siang tadi aku mendengarkan khutbah yang menyinggung sedikit tentang masalah 
bid'ah secara sepintas. Tersebutlah, kata sang khatib, seorang yang 
mungkin baru mengaji sedikit, bertanya kepada sang khatib, sambil 
setengah menghakimi hukum azan dua kali sebelum khutbah Jum'at. Katanya, hal 
tersebut termasuk bid'ah, tidak diajarkan oleh Rasulullah shalallahu 'alaihi wa 
sallam. Padahal sudah dijelaskan bahwa bid'ah itu sesat, dan kesesatan itu 
nanti hukumannya masuk neraka Allah. Lalu beliau bertanya, tahukah 
sampeyan sejak kapan dimulai azan dua kali itu? Jawabnya, sejak khalifah Utsman 
bin 'Affan. Lalu apakah sampeyan mengatakan bahwa 'Utsman bin 
'Affan sesat sehingga nanti tempatnya di neraka? Orang itu tidak 
menjawab. Rasulullah mengatakan bahwa ada sepuluh orang sahabat beliau 
yang dijamin Allah masuk surga, salah satunya adalah 'Utsman bin 
'Affan. 

Lalu beliau terangkan bahwa yang dilakukan oleh 'Utsman itu adalah ijtihaj 
namanya. Sesuatu yang tidak diajarkan Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam, 
dirasakan keperluannya, ketika orang banyak semakin 
lalai untuk mendatangi mesjid di hari Jum'at, karena mereka baru 
beranjak untuk datang sesudah terdengar kumandang azan. Sementara begitu azan 
selesai, khatib langsung berkhutbah. Maka 'Utsman berijtihaj, dan 
menyuruh azan dua kali. Azan yang pertama untuk mengingatkan orang dan 
dilakukan sebelum masuk waktu shalat. Yang seperti itu tidak bisa 
dikatakan bid'ah. 

Pada kesempatan lain aku pernah mendapat penjelasan, yang dikatakan bid'ah 
adalah membuat suatu amalan karena merasa seolah-olah yang sudah 
diajarkan oleh Rasulullahshalallahu 'alaihi wa sallam tidak cukup sempurna lalu 
ditambah-tambahi. Kalau ada orang yang mengatakan bahwa dengan berziarah sekian 
kali ke makam orang shalih atau wali Fulan, sudah sama nilainya dengan berhaji, 
padahal 
Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam tidak pernah mengisyaratkan hal yang 
seperti itu, 
maka itulah yang disebut bid'ah. Kalau ada orang yang mengerjakan shalat atau 
menukar bacaan shalat dengan selain dari yang dicontohkan beliau shalallahu 
'alaihi wa sallam, maka itu adalah bid'ah. Seandainya ada orang 
mengatakan berpuasa boleh ditukar waktunya, menjadi mulai jam lima sore 
sampai jam enam pagi, atau pelaksanaannya diganti dengan bulan lain 
selain bulan Ramadhan, maka yang seperti itu adalah bid'ah. 

Kebalikannya, ada pula orang yang memudah-mudahkan dalil untuk sesuatu yang 
perlu 
dipertanyakan apakah ada tuntunannya atau tidak. Pada suatu kesempatan 
ceramah di mesjid kami, seorang penceramah membahas juga tentang bid'ah. 
Tentang orang yang begitu suka membid'ah-bid'ahkan orang lain. Perayaan maulud 
dikatakan bid'ah kata beliau. Mengerjakan peringatan seminggu 
kematian, empat puluh hari kematian, seratus hari kematian, dikatakan 
bid'ah. Waktu ada yang bertanya, bukankah perayaan maulud itu tidak 
dilakukan oleh Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam dan para sahabat, dan 
bahwa tanggal yang dipercayai sebagai tanggal kelahiran beliau shalallahu 
'alaihi wa sallam itu tidak ada keterangan yang shahih mengatakanbahwa 
keterangan itu benar, dan bahwa kalaupun itu benar, yang lahir 
ketika itu belum lagi menjadi rasul, maka beliau menjawab, itukan untuk 
kebaikan. Untuk memuliakan Rasulullah.... 

Yang agak aneh, ketika beliau mengakui bahwa mengadakan peringatan kematian 
itu memang bukan dari ajaran Nabi, tetapi itu hanyalah budaya saja. 
Beliau pun tidak keberatan mengakui bahwa budaya tersebut berasal dari 
kepercayaan orang-orang Hindu. Lalu apakah memang perlu melakukannya, 
kalau itu hanya sebuah budaya? Jawab beliau, banyak ritual agama kita, 
yang dahulunya juga budaya. Semisal thawaf, itu adalah perbuatan orang 
jahiliyah yang bahkan kemuadian dijadikan bahagian dari ibadah. Jadi 
boleh-boleh saja sesuatu yang tadinya budaya kemudian dijadikan sebuah 
amalan, kata beliau. Ini  benar-benar sangat mengagetkan. Beliau 
sepertinya tidak faham bahwa ibadah haji, termasuk thawaf dan sa'i itu 
diwarisi dari Nabi Ibrahim, yang lalu perlahan-perlahan disimpangkan 
oleh umat  yang datang kemudian. Jadi kalau ada orang Arab jahiliyah 
mengerjakan thawaf, bukanlah karena perbuatan itu suatu budaya.  

Memang perlu kita pelajari betul setiap amalan itu sebelum kita menilainya. 
Sebelum kita ikut mengamalkannya atau tidak mengamalkannya.  

Wallahu a'lam... 

***** 


Wassalamu'alaikum,

 
Muhammad Dafiq Saib Sutan Lembang Alam
Suku : Koto, Nagari asal : Koto Tuo - Balai Gurah, Bukit Tinggi
Lahir : Zulqaidah 1370H, 
Jatibening - Bekasi

-- 
-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/



Kirim email ke