http://www.indrapiliang.com/2012/09/10/beban-barek-baralek/

Senin, 10 September 2012Beban Barek Baralek
oleh
Indra J Piliang
Ketua Umum Alumni SMA 2 Pariaman 2012-2015

Dalam
 kesempatan pulang kampung bersama keluarga, saya menghadiri sejumlah 
acara baralek. Macam-macam jenisnya, mulai dari baralek nagari, baralek 
perkawinan, sampai baralek biasa untuk pernikahan. Biasanya, dalam masa 
lebaran, acara baralek ini begitu banyak. Adik saya bahkan dapat 
undangan antara empat sampai tujuh acara baralek per hari.

Baralek
 adalah kegiatan kenduri yang dilangsungkan secara terbuka. Kenduri ini 
tidak terbatas kepada pernikahan dan perkawinan, tetapi juga meliputi 
pendirian rumah, rumah ibadah, pasar atau posko pemuda. Ada yang 
dilakukan dalam sehari semalam, namun ada juga yang sampai seminggu.

Tujuan
 baralek ini selain silaturahmi, juga untuk menanggung beban 
bersama-sama. Biasanya, warga yang datang memberikan sumbangan alias 
badoncek dalam kamus Padang Pariaman. Untuk baralek perempuan, jumlah 
sumbangan dipanggilkan pakai pengeras suara. Sementara untuk baralek 
laki-laki, sama sekali tidak pakai pengeras suara, hanya diberikan ke 
penganten laki-laki. Untuk baralek surau, mesjid, sampai rumah, jumlah 
sumbangan juga disebutkan. Kecuali untuk kegiatan yang benar-benar sudah
 ditanggung oleh pihak penyelenggara, seperti Baralek di Pasar Basung, 
Kec V Koto Kampung Dalam.

Saking banyaknya acara baralek ini, 
saya sering mendengar keluhan dari warga biasa sampai pejabat setingkat 
bupati atau anggota DPRD. Bagaimana tidak, dalam sehari waktu habis dari
 siang sampai malam mengunjungi acara-acara baralek ini. Bukan hanya 
waktu, melainkan juga energi dan dana. Apalagi setelah gempa 2009, 
banyak sekali pembangunan di Pariaman dan Padang Pariaman. Dalam setiap 
pembangunan itu, tidak lupa acara peresmian yang dibungkus dengan acara 
baralek.

Bayangkan, ketika acara Alek Nagari digelar selama 
seminggu, kegiatan berlangsung siang dan malam. Mulai dari perlombaan 
olahraga, pertunjukan kesenian, berburu babi, sampai pertemuan-pertemuan
 panitia dan tokoh-tokoh masyarakat. Karena kuatnya raso jo pareso, ada 
perasaan malu kalau tidak menghadiri satupun dari rangkaian acara 
baralek ini. Namun ada juga yang hadir setiap hari.

Apa yang 
kemudian terjadi? Bagi yang pergaulannya terbatas, tentu mengikuti satu 
atau dua alek dalam seminggu bukan masalah besar. Namun bagi yang 
pergaulannya luas, menghadiri lebih dari satu alek dalam sehari tentu 
menyita waktu, tenaga dan dana. Kalaupun dana tidak jadi masalah, waktu 
yang habis, mengingat lokasi alek saling berjauhan.

Dampak lain 
adalah sedikitnya kegiatan untuk pekerjaan produktif. Contoh, 
membersihkan kebun, sawah atau ladang. Saya melihat ada banyak kebun 
yang tidak diurus secara benar. Kebun-kebun itu termasuk kategori yang 
memang perlu diurus, seperti kakao atau buah naga. Dua jenis kebun ini, 
kalau tidak diurus setiap hari, akan berakibat kepada penurunan hasil, 
serangan hama sampai semak belukar.

Untuk iklim tropis seperti 
Padang Pariaman, waktu efektif untuk ke kebun hanya pagi hari menjelang 
jam sebelas siang atau setelah jam tiga sore. Soalnya, panas begitu 
terik. Nah, bayangkan kalau pada jam efektif itu digunakan untuk tidur 
akibat begadang semalaman atau justru menghadiri alek sore hari guna 
mengejar alek berikutnya di malam hari. Belum lagi waktu yang habis 
untuk bercerita (maota) yang memang paling banyak terpakai.

Bagi 
tokoh masyarakat yang memang mengandalkan acara-acara seperti ini untuk 
sosialisasi dan silaturahmi, tentu baik-baik saja. Tetapi bagi yang 
memiliki tanggungan berupa beban pekerjaan di kebun, sawah dan ladang, 
atau pekerjaan lain sebagai tukang, tentulah menjadi masalah. Dan tunggu
 dulu, keluhan sudah mulai banyak juga di kalangan tokoh, mengingat 
biaya yang dikeluarkan tidak sedikit.

Baralek sudah masuk dalam 
kategori arisan publik. Publik saling membantu kesulitan orang lain. 
Sehingga, acara untuk pergi baralek dengan rajin, biasanya dilakukan 
oleh orang atau pihak yang sudah melakukan acara baralek juga. Atau 
orang yang mengundang untuk alek yang akan datang. Jaraknya bisa setahun
 atau dua tahun, baik di muka atau di belakang. Sebagai arisan, ada 
waktu untuk menerima, ada masa untuk memberi.

Baik, mari bikin 
kategori. Ada alek yang benar-benar memang diperlukan, seperti acara di 
surau, mesjid ataupun pribadi seperti perkawinan atau membangun rumah. 
Namun belakangan, anak-anak rantau membuat alek masing-masing dengan 
menggelar orgen tunggal. Di lapau-lapau, kini terdapat dinding khusus 
undangan alek anak-anak muda lintas korong dan nagari ini. Gengsi korong
 dan nagari menjadi pertaruhan. Rombongan demi rombongan berangkat 
bergantian.

Apakah baralek ini sudah menjadi semacam kegiatan 
hura-hura? Tergantung tujuannya. Kalau memang hanya untuk mencari dana 
pembangunan, sebaiknya kegiatan iuran wajib dan iuran sukarela bisa 
dibuat. Tetapi kalau sudah masuk kepada kegiatan berjoget dan bernyanyi 
untuk sekadar menunjukkan rantau mana yang diarungi, tentu perlu 
kegiatan lain yang lebih efisien.

Program kembali ke nagari yang 
dihelat pemerintah Provinsi Sumatera Barat berbuah manis, banyaknya 
acara baralek di level nagari. Saya berpikir, jangan-jangan dibutuhkan 
semacam Komite Baralek Nagari atau Komite Baralek Kabupaten dan Kota. 
Kegunaannya, untuk mengatur frekuensi, jadwal dan bentuk kegiatan 
baralek ini, supaya tidak terlihat silang-sengkarut.

Kenapa? Karena usai baralek, tidak semua mendapatkan laba, banyak juga yang 
rugi dan punya hutang. Nah! 

-- 
-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/



Kirim email ke