Saya belum lama ini bertemu dengan Pak Daiman, bukan pertemuan biasa
Orang biasa yang tak biasa

Pak Daiman adalah muazin dari sebuah musholla di RT tetangga
Yang selalu melantunkan azan yang tidak biasa
Pakai pengeras suara
Nyaris tanpa estetika, pakai ukuran apapun
Tapi setia
Lima kali sehari nyaris tanpa jeda
Setiap waktu salat tiba
Walaupun tidak nyaman bagi telinga
Para tetangga tampaknya rela saja

Pak Daiman adalah orang biasa yang tak biasa
Suatu waktu bertemu saya dan Pak Asril tetangga saya
Pak Daiman punya sebidang tanah
Walaupun tidak kaya atawa banyak harta
Ingin mewakafkannya guna dibangun mushola di atasnya
Walaupun beda RT, minta kami berdua menjadi panitia

Tapi ini adalah zaman orang ingin berlomba-lomba masuk surga
Dengan menjadi panitia pembangunan masjid atau mushola
Tidak terkecuali mushola yang akan dibangun di tanah wakaf Pak Daiman
Akhirnya kami berdua mundur saja, memberikan peluang bagi mereka
Untuk duluan masuk sorga

Panitia lengkap pun dibentuk, rapat-rapat pun digelar 
Setelah heboh sebentar dua bentar
Tanah wakaf Pak Daiman  tetap terlantar

Pembangunan kemudian  diambil alih oleh Pengurus dan warga RT tetangga 
yang berhati mulia
Akhirnya mushola mungil dua tingkat pun berdiri di sana
Sesekali saya dulu salat subuh berjamaah di sana
Walaupun lebih suka ke Masjid Ar-Riadh yang agak  jauh dari rumah
Bukan persoalan paham NU atau Muhammadiyah
Saya tidak mampu mengikuti doa super cepat selepas salat
Dalam bahasa Arab yang aku tidak paham, lalu mengamin-aminkan
Walaupun sudah berhaji, saya  tetap lebih khusuk berdoa dalam bahasa sendiri
dan tidak akan memaksa diri belajar bahasa Arab agar doa diijabah
Bagiku itu menghina Allah
Menganggap Tuhan Penguasa Alam Semesta tidak paham bahasa Indonesia 
atau bahasa Padang

Karena kesehatan, setahun terakhir ini setiap salat wajib saya dirikan di
rumah saja
Saya ingat Pak Daiman kembali, setelah dalam beberapa bulan belakang ini
Menjadi muazin di mushola yang didirikan di atas tanah yang diwakafkannya   
Azan yang tidak biasa, pakai pengeras suara, nyaris tanpa estetika,
Tapi setia
Lima kali sehari nyaris tanpa jeda
Setiap waktu salat tiba
Walaupun tidak nyaman bagi telinga
Para tetangga tampaknya rela saja

Belum lama ini saya ketemu Pak Daiman, pada pertemuan yang tak biasa
Pak Daiman terlihat tua, lalu kami berjabatan tangan  seperti biasa
Bukan jabatan tangan biasa
Karena pertemuan ini bukan pertemuan biasa
Tapi dalam mimpi
Entah mimpi apa pula ini

Darwin Bahar
Depok 12 September 2012
(dan tak lama kemudian azan Pak Daiman untuk mendirikan salat Asar pun
terdengar)

 

-- 
-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/



Kirim email ke