Iyo rancak bana carito ko, Da. Kalau di Aceh, Garuda itu musuah masyarakat 
banyak. Dianggap merusak tanaman penduduk, memakan segala jenis hewan. Satu2nya 
cara, membunuhnya. Maka dipesanlah Rencong (huruf Arab sebetulnya, Bismillah) 
oleh Sultan Iskandar Muda. Mati itu Garudo :D


 
Indra J Piliang, The Indonesian Institute, Jln Wahid Hasyim No. 194, Jakarta 
Pusat. Twitter: @IndraJPiliang


________________________________
 From: Akmal N. Basral <[email protected]>
To: "[email protected]" <[email protected]> 
Sent: Tuesday, September 11, 2012 10:29 PM
Subject: Re: [R@ntau-Net] Kontroversi Lambang Palang Merah
 



Setuju IJP,

1/
daripada sibuk melakukan "tafsir agamis" atas lambang palang merah, sebaiknya 
anggota DPR lebih melihat esensinya terkait dengan diri mereka sendiri: sudah 
pada jadi donor darah, belum?
Kalau Allah sudah memberikan kepada kita tubuh yang sehat, tubuh itu jangan 
digunakan sendiri. Jangan dinikmati sendiri. Kontribusikan kesehatan itu lewat 
sel-sel darah yang secara teratur didonorkan kepada yang membutuhkan 3-4 kali 
dalam setahun lewat PMI.

Coba adakan sampling terhadap anggota DPR apakah mereka donor darah reguler 
atau bukan? Saya kok tidak yakin 20 % dari mereka (1 dari 5 orang) merupakan 
donor tetap. (Biasanya acara donor darah bagi anggota DPR berkaitan dengan 
peresmian kantor cabang parpol tertentu, dan acara-acara politis seperti itu).

Mungkin tak banyak yang tahu bahwa donor darah terbesar itu justru berasal dari 
kelompok-kelompok minoritas seperti anggota Ahmadiyah, atau Niciren Syosu 
Indonesia (Buddha Darma Indonesia). Ini kondisi awal 2000-an yang bisa dicek 
lagi validitasnya. Tapi saya kira kondisinya belum berubah jauh. Sebab setiap 
saat masih saja Pak JK sebagai Ketua Umum PMI sekarang berteriak-teriak 
kurangnya kantong darah.

Sependek pengetahuan saya, Burung Garuda sebagai lambang negara RI tak terkait 
sama sekali dengan Hindu melainkan dengan legenda rakyat Kaimana (Papua Barat) 
di Pulau Lobo di mana terdapat Gunung Emansiri.

Juli lalu menjelang puasa, saya sempat datang ke pulau ini (seperti "lost 
islands" dalam film sci-fi Jurassic Park) dan mewawancarai tokoh-tokoh sepuh 
setempat. Mereka meyakini legenda adanya burung Garuda raksasa yang bermukim di 
antara punggung Gunung Emansiri, yang menimbulkan keresahan penduduk karena 
sering mengambil ternak penduduk untuk diberikan kepada seekor ular raksasa di 
ceruk gunung.

2/
Masih menurut mereka, saat itu Bung Karno yang sedang ditahan di Boven Digul, 
pada satu malam "berkunjung" ke Kaimana.

"Bagaimana caranya?" tanya saya mengingat jauhnya jarak Boven Digul (lebih 
dekat dengan Merauke di Selatan) dibandingkan ke Kaimana.

"O, Bung Karno itu tidak sama dengan kita bapak," jawab tokoh masyarakat 
bernama Idrus Al Hamid (hampir 100 % warga Kaimana beragama Islam/Papua muslim, 
sedangkan penduduk Lobo yang berjarak sekitar 30 menit speed boat dari pantai 
Kaimana, seluruhnya Kristen). "Badan kita kalau sudah dipenjara tak bisa ke 
mana-mana, tapi Bung Karno bisa."

Legenda yang agak mistis ini (adakah legenda yang tak tersisip mistisisme?) 
sangat diyakini Al Hamid yang juga pensiunan TNI AD. "Semua kisah lain tentang 
Burung Garuda itu bahwa menurut masyarakat X (dia menyebut nama suku) ada di 
mereka, atau suku lain bilang itu terjadi di mereka, bohong semua, Bung Karno 
mendapatkan ide Burung Garuda itu di sini, dari Kaimana," katanya. 

Salam,

Akmal Nasery Basral

PS: Jika sanak palanta tertarik melihat Gunung Emansiri dengan puncaknya yang 
konon tempat bermukim Garuda raksasa, bisa saya kirimkan foto saya di sana 
dalam email berbeda.

-- 
-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/



Kirim email ke