MASA JABATAN
Pemimpin Daerah Harus Diikat Kontrak Politik 

Jumat, 14 September 2012

JAKARTA (Suara Karya): Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menantang para
kandidat calon pemimpin daerah putaran dua Pilkada DKI Jakarta, untuk
menandatangani kontrak politik. Gubernur dan wakil gubernur terpilih harus
menuntaskan tugas hingga akhir masa jabatan lima tahun.

"Kami tidak mau kepala daerah meninggalkan jabatan dan amanah yang sedang
diembannya menjadi tradisi. Karena itu, kami mau membuat kontrak dengan
pemenang pilkada DKI ini untuk membuat kontrak politik dengan rakyat yang
isinya berjanji untuk tidak meninggalkan jabatannya," ujar Wakil Sekjen PKS
Mahfudz Siddiq. di Jakarta, Kamis (13/9).

Menanggalkan jabatan demi meraih jabatan yang lebih tinggi dalam jabatan
politik birokrasi tidak sehat untuk demokrasi. Kontrak politik semacam ini
jadi penting.

Apalagi, lanjut Mahfudz, era pilkada sekarang ini, pemilih lmemberikan
mandat dan amanah langsung kepada orang yang dipilihnya.

"Saat kampanye, mereka banyak janji bahkan meklaim janjinya bisa dipercaya.
Janji mereka itu dikeluarkan untuk lima tahun masa jabatan bekerja dengan
sepenuh hati membangun daerahnya. Jika belum lima tahun sudah meninggalkan
jabatan kan artinya melanggar janji," tambah dia.

Selama ini, tutur Mahfudz, tak satupun calon kepala daerah mengeluarkan
pernyataan akan menduduki jabatan hingga tuntas, selama belum ada tawaran
lain yang lebih menggiurkan. "Tidak elok lah seperti itu walau belum ada
larangannya, tapi secara moral kalau kita berjanji tidak boleh diingkari dan
kalau sudah diberikan amanah maka harus dilaksanakan," katanya.

Mahfudz mengakui bahwa PKS kecewa pada pasangan Joko Widodo dan Basuki
Tjahya Purnama (Jokowi-Ahok) karena tak punya ketegasan program. Alasan ini
pula dijadikan PKS untuk mendukung pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli
(Foke-Nara).

Pengamat Politik dari Universitas Indonesia, Iberamsjah meminta Jokowi -
Ahok tak sesumbar mampu mengatasi persoalan Jakarta yang sangat kompleks.
Baik Jokowi maupun Ahok sama sekali belum memiliki rekam jejak prestasi
gemilang.

"Pasangan Jokowi-Ahok sebagai dukun alternatif yang sama sekali belum
mempunyai track record menyembuhkan penyakit-penyakit kronis kota besar,"
ujar dia

Taruhan Besar

 

Apalagi, menurut Iberamsjah, kepedulian masyarakat Jakarta terhadap
lingkungannya sendiri belim tumbuh. Kroditas Jakarta semakin parah ketika
masing - masing warga bersikap apatis atau tak mau tahu.

"Jakarta itu seperti orang sakit yang belum benar-benar berupaya
menyembuhkan penyakitnya tapi sudah berputus asa untuk menyembuhkan
penyakitnya," ujarnya.

Iberamsjah meragukan kemampuan Jokowi -Ahok jika menilik prestasi minim yang
mereka miliki. Kota Solo sendiri masih rentan banjir, pengangguran tinggi
dan pertumbuhan ekonomi juga lambat.

Membangun Jakarta akan sulit diwujudkan jika pemimpinnya sendiri haus dengan
kekuasaan dan jabatan. Ia menyontohkan Ahok yang selalu mau naik tingkat.

"Ia (Ahok) berguru dan belajar tapi tidak pernah selesai namun selalu minta
naik kelas. Padahal ujian saja dia tidak pernah," ujar Iberamsjah.

Jakarta sebenarnya sedang bertaruh terlalu besar. Merujuk pada Jokowi- Ahok,
menurut dia, orang Jakarta akan menghabiskan seluruh yang dimilikinya hanya
untuk membayar harapan bahwa penyakitnya bisa disembuhkan oleh dua orang
itu. "Jokowi-Ahok bukan jawaban atas penyakit kota Jakarta," katanya. (Feber
S) 

 

-- 
-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/



Kirim email ke