Salam pak MM*** bintang 3.

Saya bukan sejarawan. Hanya rakyat badarai. Mengamati info  pak MM, saya jadi 
bertanya.

1. Apa alasan dan motivasi Tim Kajian Kesultanan Majapahit dari Lembaga Hikmah 
dan Kebijakan Publik (LHKP) Pengurus Daerah Muhammadiyah Yogyakarta  melakukan 
kajian ulang terhadap sejarah Majapahit, dengan menerbitkannya dalam sebuah 
buku awal berjudul ‘Kesultanan Majapahit, Fakta Sejarah Yang Tersembunyi’.
 
2. Saya pernah berkunjung ke Trowulan, Mojokerto, pada tahun 2009, yang 
faktanya ditemukan begitu banyak arca yang menunjukkan kerajaan tsb hindu.

3. Bagi saya ada ke anehan, bahwa skema kebesaran Majahahit itu di buat oleh 
orang Minangkabau M. Yamin. Oleh pihak trowulan dijadikan data resmi.
 
4. Saya teringat akan Adityawarman yang katanya, berayahkan orang Majapahit 
serta ibu dari kerajaan Darmasraya. Kenalkah mereka dengan orang sumando MK itu 
yang dirajakan di Minangkabau ? Ou..mereka tidak mengenalnya. Termasuk kedua 
dara kerajaan Melayu dharmasraya itu.

5. Kepentingan kita sebagai orang Minangkabau dan umat islam adalah melacak 
jejak Maulana Malik Ibrahim. Yang pernah singgah cukup lama di Ulakan atau Tiku 
- Pariaman. Konon katanya, Dia turut membesarkan islam di MK. Kemudian berlayar 
 dan menetap di Gresik. Menikah dengan Sayyidah Siti Fatimah dan beranakan 
syekh M. Maghfur.    
Bila dikaitkan dg masa kejayaan Majapahit yang islam saat itu, rasanya gak pas 
deh.

5. Masa penyebaran islam di tanah Jawa dilakukan oleh para Wali. Kapan masanya 
penyebaran islam oleh para wali ?. Kejayaan Majapahit berlangsung pada abad  13.

6. Saya sangat tertarik jika ada yang mengangkat peran 3 orang datuk 
Minangkabau, tatkala mengislamkan tanah Bugis, Sulsel. Mereka adalah ulama dan 
juga pedagang yang mulanya berlayar ke Gresik. Ditugaskan oleh para ulama yang 
ada di Gresik. Di  Gresik ada 2 orang sunan, yaitu Maulana Malik Ibrahim 
dikenal dengan Sunan Gresik dan Sunan Giri yang nama aslinya Rd paku/ ainul 
yaqin. 

Ada lagi informasi yang saya dapati di Kota Gresik, bahwa Syekh Maulana Ishak 
adalah ayahnya Sunan Giri. Maulana Ishak berasal dr Aceh, isterinya dari 
Blambangan, Jatim. Syekh Maulana Magribi paman dari Maulana Ishak. Nanti saya 
cek lg kebenarannya. Maklum kualitas daya ingat dah rendah nih. 
Jadi, karena Gresik pusat aktivitas Islam, kesanalah 3 orang datuk Mk itu 
berlayar pada mulanya. 
Karena ada ancaman dari utara Sulawesi (portugis) dan dihambatnya perdagangan 
kaum muslim di selat malaka, umumnya pedagang islam berlayar ke 
indonesia.timur. Sampai pulalah penyebaran islam kesana.
 
Jadi, langkah Tim yang mengatakan majapahit itu islam harus diuraikan lbh 
dalam. Apa iya pada masa walisongo itu, Majapahit masih ada ?
 
Demikian gambaran dari saya ketika saya berkesempatan traveling ke 3 daerah itu 
yang mendukung pengamatan saya, yaitu Trowulan, Gresik, Sulawesi Selatan, 
Kolaka Sultra.
 
Wallahu alam,
 
Mudahan ada yang turut mengulas uraian ini.
 
Wassalam,
 
 
Bu Evy
 
 

Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

-----Original Message-----
From: Muchwardi Muchtar <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Tue, 18 Sep 2012 10:11:39 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [R@ntau-Net] OOT==>Majopaik Jo Islam Kabanyo Alah Sabaun?

Kesultanan Majapahit, Fakta Sejarah Yang Tersembunyi ...

Seorang sejarawan pernah berujar bahwa sejarah itu adalah versi atau sudut
pandang orang yang membuatnya. Versi ini sangat tergantung dengan niat atau
motivasisi pembuatnya. Barangkali ini pula yang terjadi dengan Majapahit,
sebuah kerajaan maha besar masa lampau yang pernah ada di negara yang kini
disebut Indonesia. Kekuasaannya membentang luas hingga mencakup sebagian
besar negara yang kini dikenal sebagai Asia Tenggara.

Namun demikian, ada sesuatu yang ‘terasa aneh’ menyangkut kerajaan yang
puing-puing peninggalan kebesaran masa lalunya masih dapat ditemukan di
kawasan Trowulan Mojokerto ini. Sejak memasuki Sekolah Dasar, kita sudah
disuguhi pemahaman bahwa Majapahit adalah sebuah kerajaan Hindu terbesar
yang pernah ada dalam sejarah masa lalu kepulauan Nusantra yang kini dkenal
Indonesia. Inilah sesuatu yang terasa aneh tersebut. Pemahaman sejarah
tersebut seakan melupakan beragam bukti arkeologis, sosiologis dan
antropologis yang berkaitan dengan Majapahit yang jika dicerna dan dipahami
secara ‘jujur’ akan mengungkapkan fakta yang mengejutkan sekaligus juga
mematahkan pemahaman yang sudah berkembang selama ini dalam khazanah
sejarah masyarakat Nusantara.

‘Kegelisahan’ semacam inilah yang mungkin memotivasi Tim Kajian Kesultanan
Majapahit dari Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) Pengurus Daerah
Muhammadiyah Yogyakarta untuk melakukan kajian ulang terhadap sejarah
Majapahit. Setelah sekian lama berkutat dengan beragam fakta-data
arkeologis, sosiologis dan antropolis, maka Tim kemudian menerbitkannya
dalam sebuah buku awal berjudul ‘Kesultanan Majapahit, Fakta Sejarah Yang
Tersembunyi’.

Buku ini hingga saat ini masih diterbitkan terbatas, terutama menyongsong
Muktamar Satu Abad Muhammadiyah di Yogyakarta beberapa waktu yang lalu.
Sejarah Majapahit yang dikenal selama ini di kalangan masyarakat adalah
sejarah yang disesuaikan untuk kepentingan penjajah (Belanda) yang ingin
terus bercokol di kepulauan Nusantara.

Akibatnya, sejarah masa lampau yang berkaitan dengan kawasan ini dibuat
untuk kepentingan tersebut. Hal ini dapat pula dianalogikan dengan sejarah
mengenai PKI. Sejarah berkaitan dengan partai komunis ini yang dibuat
dimasa Orde Baru tentu berbeda dengan sejarah PKI yang dibuat di era Orde
Lama dan bahkan era reformasi saat ini. Hal ini karena berkaitan dengan
kepentingan masing-masing dalam membuat sejarah tersebut.

Dalam konteks Majapahit, Belanda berkepentingan untuk menguasai Nusantara
yang mayoritas penduduknya adalah muslim. Untuk itu, diciptakanlah
pemahaman bahwa Majapahit yang menjadi kebanggaan masyarakat Indonesia
adalah kerajaan Hindu dan Islam masuk ke Nusantara belakangan dengan
mendobrak tatanan yang sudah berkembang dan ada dalam masyarakat.

Apa yang diungkapkan oleh buku ini tentu memiliki bukti berupa fakta dan
data yang selama ini tersembunyi atau sengaja disembunyikan. Beberapa fakta
dan data yang menguatkan keyakinan bahwa kerajaan Majpahit sesungguhnya
adalah kerajaan Islam atau Kesultanan Majapahit adalah sebagai berikut:

1. Ditemukan atau adanya koin-koin emas Majapahit yang bertuliskan
kata-kata ‘La Ilaha Illallah Muhammad Rasulullah’. Koin semacam ini dapat
ditemukan dalam Museum Majapahit di kawasan Trowulan Mojokerto Jawa Timur.
Koin adalah alat pembayaran resmi yang berlaku di sebuah wilayah kerajaan.
Dengan demikian dapat dikatakan bahwa sangat tidak mungkin sebuah kerajaan
Hindu memiliki alat pembayaran resmi berupa koin emas bertuliskan kata-kata
Tauhid.

2. Pada batu nisan Syeikh Maulana Malik Ibrahim yang selama ini dikenal
sebagai Wali pertama dalam sistem Wali Songo yang menyebarkan Islam di
Tanah Jawa terdapat tulisan yang menyatakan bahwa beliau adalah Qadhi atau
hakim agama Islam kerajaan Majapahit. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa
Agama Islam adalah agama resmi yang dianut oleh Majapahit karena memiliki
Qadhi yang dalam sebuah kerajaan berperan sebagai hakim agama dan penasehat
bidang agama bagi sebuah kesultanan atau kerajaan Islam.

3. Pada lambang Majapahit yang berupa delapan sinar matahari terdapat
beberapa tulisan Arab, yaitu shifat, asma, ma’rifat, Adam, Muhammad, Allah,
tauhid dan dzat. Kata-kata yang beraksara Arab ini terdapat di antara
sinar-sinar matahari yang ada pada lambang Majapahit ini.
Untuk lebih mendekatkan pemahaman mengenai lambang Majapahit ini, maka
dapat dilihat pada logo Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, atau
dapat pula dilihat pada logo yang digunakan Muhammadiyah. Dengan demikian
dapat dikatakan bahwa Majapahit sesungguhnya adalah Kerajaan Islam atau
Kesultanan Islam karena menggunakan logo resmi yang memakai simbol-simbol
Islam.

4. Pendiri Majapahit, Raden Wijaya, adalah seorang muslim. Hal ini karena
Raden Wijaya merupakan cucu dari Raja Sunda, Prabu Guru Dharmasiksa yang
sekaligus juga ulama Islam Pasundan yang mengajarkan hidup prihatin
layaknya ajaran-ajaran sufi, sedangkan neneknya adalah seorang muslimah,
keturunan dari penguasa Sriwijaya. Meskipun bergelar Kertarajasa
Jayawardhana yang sangat bernuasa Hindu karena menggunakan bahasa
Sanskerta, tetapi bukan lantas menjadi justifikasi bahwa beliau adalah
seorang penganut Hindu.

Bahasa Sanskerta di masa lalu lazim digunakan untuk memberi penghormatan
yang tinggi kepada seseorang, apalagi seorang raja. Gelar seperti inipun
hingga saat ini masih digunakan oleh para raja muslim Jawa, seperti
Hamengku Buwono dan Paku Alam Yogyakarta serta Paku Buwono di Solo.

Di samping itu, Gajah Mada yang menjadi Patih Majapahit yang sangat
terkenal terutama karena Sumpah Palapanya ternyata adalah seorang muslim.
Hal ini karena nama aslinya adalah Gaj Ahmada, seorang ulama Islam yang
mengabdikan kemampuannya dengan menjadi Patih di Kerajaan Majapahit. Hanya
saja, untuk lebih memudahkan penyebutan yang biasanya berlaku dalam
masyarakat Jawa, maka digunakan Gajahmada saja. Dengan demikian,
penulisanGajah Mada yang benar adalah Gajahmada dan bukan ‘Gajah Mada’.

Pada nisan makam Gajahmada di Mojokerto pun terdapat tulisan ‘LaIlaha
Illallah Muhammad Rasulullah’ yang menunjukkan bahwa Patih yang biasa
dikenal masyarakat sebagai Syeikh Mada setelah pengunduran dirinya sebagai
Patih Majapatih ini adalah seorang muslim.

5. Jika fakta-fakta di atas masih berkaitan dengan internal Majapahit, maka
fakta-fakta berikut berhubungan dengan sejarah dunia secara global.
Sebagaimana diketahui bahwa 1253 M, tentara Mongol dibawah pimpinan Hulagu
Khan menyerbu Baghdad. Akibatnya, Timur Tengah berada dalam situasi yang
berkecamuk dan terjebak dalam kondisi konflik yang tidak menentu.

Dampak selanjutnya adalah terjadinya eksodus besar-besaran kaum muslim dari
TimurTengah, terutama para keturunan Nabi yang biasa dikenal
dengan‘Allawiyah. Kelompok ini sebagian besar menuju kawasan Nuswantara
(Nusantara) yang memang dikenal memiliki tempat-tempat yang eksotis dan
kaya dengan sumberdaya alam dan kemudian menetap dan beranak pinak di
tempat ini. Dari keturunan pada pendatang inilah sebagian besar penguasa
beragam kerajaanNusantara berasal, tanpa terkecuali Majapahit.

Inilah beberapa bukti dari fakta dan data yang mengungkapkan bahwa
sesungguhnya Majapahit adalah Kesultanan Islam yang berkuasa di sebagian
besar kawasan yang kini dikenal sebagai Asia Tenggara ini. Sekali lagi
terbukti bahwa sejarah itu adalah versi, tergantung untuk apa sejarahitu
dibuat dan tentunya terkandung di dalamnya beragam kepentingan.Wallahu
A’lam Bishshawab. Hanya Tuhan Yang Maha Mengetahui ....

(dikutip dari berbagai sumber).

Baalah komentar atau "pandangan mato" dari Sejarawan-awak Ajo Suryadi nan
di Leiden?
Tarimokasi.-

Salam.............................................,
mm***

-- 
-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/




-- 
-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/



Kirim email ke