Trims, kalau mau bunuh ular ("korupsi") mulai lah dari 'kepala' nya, jangan
ekor duluan..ular gak bakal mati.
salam,
bf
----- Original Message -----
From: Mochtar Naim
To: rantaunet rantaunet rantaunet ; [email protected] ;
[email protected] ; [email protected]
Cc: MOCHTAR NAIM
Sent: Wednesday, October 03, 2012 5:22 AM
Subject: [R@ntau-Net] TULISAN MN DI KOMPAS 1OKT2012: "MENGHAPUS KORUPSI"
Kawan2 di dunia maya,
Mana yang tak/belum sempat membaca tulisan saya di Opini Kompas, Senin, 1 Okt
2012, kemarin, dengan judul "Menghapus Kemiskinan," silahkan baca teks aslinya
sepenuhnya di Attachment berikut.
Silahkan beri komentar, di mana perlu.
Mochtar Naim
031012
MENGHAPUS KORUPSI:
DARI MANA DIMULAI?
Mochtar Naim
1 Oktober 2012
D
ARI mana harus dimulai? Jika pertanyaan ini diajukan kepada seorang sosiolog
yang menekuni masalah-masalah patologi sosial, maka jawabnya sama seperti yang
juga diberikan oleh seorang dokter dalam menghadapi pasiennya. Korupsi, dan
derivatifnya: kolusi, nepotisme, despotisme, dsb, adalah sebuah penyakit
masyarakat. Oleh karena itu harus dimulai dengan melakukan diagnosis, yaitu
mencari penyebab etiologis dari penyakit itu. Jika penyebabnya sudah ditemukan,
maka penyebabnya itulah yang diangkatkan melalui terapi-terapi penyembuhan dan
dengan resep obat-obat yang tepat. Dengan demikian penyakit akan hilang dan si
pasien sembuh seperti sediakala.
Pertanyaan: dapatkah korupsi sebagai penyakit masyarakat itu diangkatkan?
Jawabnya, sama seperti dokter menjawab pertanyaan pasiennya: Insya Allah,
dapat! Kecuali kalau penyakitnya sudah lajat, memang tidak bisa disembuhkan
lagi, karena bagai virus kanker, sudah menjalar ke seluruh tubuh. Yang ditunggu
adalah kematian. Dan kematian masyarakat karena akibat korupsi ini sudah kita
temukan di mana-mana dalam lembaran sejarah. Hilang lenyapnya masyarakat di
belahan dunia manapun sejak dari dahulu kala sudah kita lihat. Kuburannya
bertebaran di mana-mana. Mundur dan keroposnya sebuah masyarakat dan negara dan
kemudian hilang lenyap ditelan oleh sejarah adalah antara lain karena penyakit
korupsi ini, yakni penyalah-gunaan kekuasaan oleh para penguasa yang zalim,
otoriter, dan loba akan harta, takhta dan wanita. Virus kanker “Tiga Ta”
inilah yang sifatnya merusak dan akhirnya fatal mematikan.
Memang, penyakit masyarakat yang namanya “korupsi” yang sifatnya menular
itu telah ada sejak manusia ada, dan dia secara potensial inheren ada pada
setiap diri manusia.
................................
(Baca selanjutnya di Attachment...!)
--
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/