Waalaikumsalam Wr.Wb. Bapak Dutamardin. Saya berpendapat, membangun perkampungan kumuh di Jakarta tanpa harus menggusur penduduknya, ini sangat sulit sekali.
1. Dari segi Hukum, bagaimana historie dari kepemilikan dan atau hak-penggunaan Tanah. Ini musti diselesaikan dulu ataupun dilegalisir dengan Undang2 yang berlaku. Menghargai Undang2 yang kita anuti. 2. Membangun sesuatu Perkampungan "Kumuh" tanpa DASAR2 menuntaskan system pengairan/pembuangan hygienic dll yang ujung2nya mengakibatkan wabah penyakit Virus2/Mikrobiologie yang mutasi, berikut hasil2 kerajinan yang telh (akan) diproduksi bisa tercemar oleh Kuman2 tersebut. Misal Nyamuk yang tidak bisa terusir dengan tuntas, karena banyak Genangan2 air yang tak bisa mengalir, mengendap kemana mereka suka. Parallel dengan itu, penyemprotan2 Nyamuk yang tanggung2 se-akan2 disengaja memelihara nyamuk, dimana sewaktu penyemprotan saja semustinya penduduk harus diungsikan, demi kesehatana mereka, begitu juga pakaian2 sang p3enyemprot yang tidak memenuhi syarat, antara lain Masker yang BAIK dan DIPAKAI sewaktu pembersihan. Informasi2 kesehatan kearah Penduduk serta keamanan barang2 Penduduk baik dari segi kesehatannya maupun dari segi pencuriannya, sewaktu masa penyemprotan musti ditanggung oleh PemDa yang berwenang. 3.Membangun Perkampungan Kumuh tanpa memenuhi keselarasan Estetika Budaya lokal yang murni, bukan rumah yang asal jadi karena uang dan bahan Bangunan yang kebetulan diperoleh secara cuma2. Yang mana bahan2 Bangunan tersebut diantaranya, mungkin kurang memenuhi syarat untuk kesehatan, bahkan mungkin membahayakan penghuni maupun penduduk sekitarnya. Misal dari segi Statik (khawatir patah karena Beban), Kesehatan ( Atap2 Asbest yang sejak puluhan tahun tak diperbolehkan di Europa, Pipa2 airminum, Knatong2 Plastik yang mungkin mengandung Kimia zat Pelembut), paduan antara tinggi Ruangan dan sirkulasi/Ventilasi alami yang hemat energi musti sepadan (Futur toch..) Standard Ilmu Bangunan yang berlaku dan aman, didaerah Tropis serta Gempa yang berskala Lumayan, apakah syarat2 ini terpenuhi? Sewaktu kebakaran, pintu2 ataupun jalan2 jalur penyelamat/darurat yang mungkin tak ada, tak beraturan,... memenuhi syaratkah? 4.Dari segi Sozial, apakah ini bukan Gehettoisasi? Bagaimana resume mental manusia2 yang di Gehetto, silakan partisipasi Ibu2/Bapak2 yang dari bidang Sozial lebih memahami akibat2 dari Ghetoisasi. 5.Ekonomis/Ekologis/Ergonomis atau tidak serta mungkin atau tidaknya membangun tanpa memindahkan penduduk selama pembangunan, dengan model MEMBANGUN KEARAH ATAS saja, tanpa membenahi secara struktur seperti yang saya uwarkan diatas. Maaf mohon...sila pikirkan masing2, apakah Futurology yang dimaksud hanya untuk seperiode setahun jagung saja. Maaf andaikan tidak sependapat, wassalam, Muljadi Ali Basjah. -------- Original-Nachricht -------- > Datum: Mon, 22 Oct 2012 12:52:30 +0700 > Von: ajo duta <[email protected]> > An: [email protected] > Betreff: [R@ntau-Net] Super Kampung: Membangun Tanpa Menggusur > Assalaamu'alaikum sanak, > > Salah satu presentasi dalam konprensi Futurology kapatang adalah > pembangunan Super Kampung di Jakarta. Idenya membangun perkampungan > kumuh di Jakarta tanpa harus menggusur penduduknya, termasuk tradisi > dan budaya setempat. Misalnya kalau suatu kampung tradisi penduduknya > sebagai pengrajin tempe, jamu atau produk lainnya, maka tradisi ini tetap > dipertahankan. Karena lahan yang terbatas, tentu bangunan harus tumbuh > keatas dengan segala fasiltas umumnya. > > Perobahan fisik tentu akan mudah dilakukan. Tapi perubahan sikap mental > tentu tidaklah mudah. Aspek socio-cultural dan mental-cultural akan sangat > dominan dalam suksesnya konsep super kampung ini. > > Dimilis ko banyak ahli pada bidangnyo. Mohon tanggapannyo. Tentu ide > super kampung ko akan pulo bisa ditreapkan di Padang dan kota besar lain > di > Sumbar. > > > > > > -- > Wassalaamu'alaikum > Dutamardin Umar (aka. Ajo Duta), > suku Mandahiliang, > lahir 17 Agustus 1947. > nagari Gasan Gadang, Kab. Pariaman. > rantau Deli, Jakarta, kini Sterling, Virginia-USA > ------------------------------------------------------------ > -- -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
