Mak Duta,
Ambo tukuak jo foto pulo mak Perjalanan dilanjutkan ke nagari Lawang, Kec. Matua, Kab. Agam. Setelah chek in di Lawang Park Homestay & makan malam, peserta dibawa untuk menikmati pertunjukan seni budaya minang yang dipertunjukan oleh kelompok seni Ampang Wisata. Atraksi seni budaya yang ditampilkan adalah tari piriang, tambua tasa & saluang kecapi. Kesenian saluang kecapi merupakan kesenian tradisi di ranah minang yang hanya terdapat di Kanagarian Lawang. Apabila ada yang berminat melihat kesenian dari kelompok seni Ampang Wisata bisa dihubungi offisial dari Lawang Park Homestay melalui pak Zuhrizul Caniago atau melalui http://www.lawangpark.com/ Tari piriang merupakan salah satu kesenian tradisi ranah minang yang menyertakan pertunjukan magic dengan menari diatas pecahan kaca. Saat menari diatas pecahan kaca ini tidak satu pun dari penari-penari tersebut terluka. Kunjungi ranah minang, tanah pusako bundo kanduang View salingka danau Maninjau dari Lawang Park Homestay ketika malam hari. Di kecamatan Tanjuang Raya ini terdapat 9 nagari yang bertali adat, memliki ulayat nagari yang unik yang tidak dimiliki oleh setiap nagari di ranah minang yaitu danau Maninjau dengan calderanya. Keindahan salingka danau Maninjau sudah tentu seharusnya dipikirkan bersama oleh seluruh stake holder nagari-nagari salingka danau Maninjau untuk kesejahteraan anak nagari yang memiliki populasi 30.000 jiwa lebih. Lawang Park Homestay dibangun oleh pengusaha pariwisata pak Zuhrizul Caniago asal nagari Matua Hilia Kec. Matua, Kab. Agam diatas tanah ulayat milik kaum/persukuan Kanagarian Lawang dengan sistem sewa selama 20 tahun. Hal ini menunjukan bahwa untuk berinvestasi di ranah minang sebenarnya tidak memiliki kendala apapun mengenai status tanah yang sifatnya ulayat sebagaimana yang selama ini sering didengung-dengungkan berbagai pihak dalam hal berinvestasi di Sumatera Barat. Keberadaan Lawang Park Homestay juga sangat memiliki arti bagi masyarakat Kanagarian Lawang dimana elemen-elemen pendukung kepariwisataan yang berbasis nagari sangat terbantu dengan terdampinginya kelompok kesenian tradisional minangkabau di Kanagarian Lawang serta seluruh aspek pendukung pariwisata berbasis nagari lainnya seperti pada potensi mengembangkan paralayang oleh anak nagari, program homestay di rumah-rumah penduduk & peningkatan marketing hasil bumi anak nagari seperti kacang, tebu lawang & labu yang diolah menjadi keripik & cindua labu. wasalam AZ/lk/34th/caniago Kubang, sadang di kampuang keterangan : untuak dok. videonyo kini sadang proses upload, maklum sajolah koneksi internet di perangkat ambo pabilo sadang mobile indak sakancang pabilo di Padang. ________________________________ Dari: ajo duta <[email protected]> Kepada: [email protected] Dikirim: Jumat, 2 November 2012 9:03 Judul: [R@ntau-Net] Re: Laper: Kuliliang Nagari (3) Lawang Setelah barangah malapeh panek dilapau, kami meneruskan perjalanan dengan tujuan Taman Lawang (bukan nan di Jakarta lho). Pengelola manamokan secara resmi Lawang Park (LP) Setelah manampuah K44 kami sampai di LP kami disambuik udara dingin dan angin batiup kancang. Takana diri indak mambao jaket. Tapasolah kain saruang sajo dipakai bakalumun pengganti baju angek pai makan malam ka kantin. Sabalunnyo disempatkan naik ka lokasi tampek paralayang maluncua berupa bukit. Perumahan salingka danau nampak jaleh lampunyo berkilau ditingkah jo kilaunyo danau Maninjau. Indah bana pemandangan alam nan dimiliki ranah bundo. LP memiliki kamar cottage 100 beds dengan kamar mandi bersama diluar kamar. Toiletnyo ada 2 macam, duduk dan mancangkuang. Sayang alun ado fasilitas aia angek. Jadilah ambo mandi koboi se. Habis makan malam kami digiring ka sebuah rumah penduduk untuk menyaksikan kesenian Tambua Lawang, tamasuak tari piriang mainjak kaco, kecapi lengkap jo akordion antik dan talempong. Baliak ka hotel kami basuo jo rombongan keluarga dari Dumai nan habih pulkam ka Padangpanjang untuak baqorban. Jadilah malam kami ditingkah jo ngorok urang dewasa jo tangih bayi. (Bersambung) -- -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
