Alam takambang ka jadi guru,

Kan alah ambo sabuikan daulu pado angku Nofend Sutan Mudo mengenai hal iko,

Satiok kegiatan nan ado di nagari paralu pendampingan oleh pihak katigo. Bak 
cando manyambuang 2 batang batuang antaro kampuang jo rantau, paralu batuang 
nan katigo sahinggo sambuangan indak begesoh ka ateh ka bawah.

Limbago adaik di nagari kini alun bafungsi bana, sahinggo anak kamanakan main 
bagak surang-surang sajo. Hal iko alah umum tajadi di ranah minang. Apopun 
gugatan urang di kampuang, muaronyo tatap hal nan samo, itu ka itu juo.

Kok indak capek dipinteh, nan kini hanyo baduo, bisuak-bisuak akan batambah 
rami juo.

wasalam

AZ/lk/34th/caniago
Kubang, sadang di kampuang



________________________________
 Dari: Nofend St. MUDO <[email protected]>
Kepada: RN - Palanta RantauNet <[email protected]> 
Dikirim: Rabu, 7 November 2012 5:32
Judul: [R@ntau-Net] Warga Pauah Duo Demo Ke PT SEM
 
Kab. Solok Selatan | Berita | 06/11/2012 17:00

Padang Aro, Sumbar, (ANTARA) - Ratusan warga yang mengatasnamakan Forum Anak 
Nagari Pauah Duo Kabupaten Solok Selatan berunjuk rasa ke PT Supreme Energy 
Muaralabuh, Selasa.

Koordiantor pengunjuk rasa, Dasial dalam orasinya mengatakan supaya pihak 
perusahaan lebih mengutamakan masyarakat sekitar dalam merekrut tenaga kerja 
sesuai keahliannya.

"Pihak perusahaan pernah membuat perjanjian bahwa 60 persen tenaga kerja di PT 
SEM merupakan putra asli Pauah Duo, namun kenyataannya itu tidak diwujudkan," 
katanya.

Untuk itu, imbuh dia, masyarakat Pauah Duo meminta pihak perusahaan memenuhi 
janji tersebut agar memberdayakan warga sekitar.

Pengunjuk rasa juga meminta agar bahan material yang digunakan untuk 
pembangunan infrastruktur dipasok oleh masyarakat Pauah Duo.

"Selama ini dalam penyerapan tenaga kerja dan pemasok material bangunan 
dilakukan oleh orang luar daerah. Ini berkaitan dengan peningkatan 
kesejahteraan masyarakat setempat," katanya.

Pengunjuk rasa juga menuntut agar diadakan kembali kajian ulang lahan yang 
telah atau akan diganti oleh PT SEM dengan memperhatikan hak-hak dasar 
masyarakat dengan peruntukannya.

Karena tanah yang digunakan PT SEM adalah milik warga yang sehari-hari 
digunakan untuk beraktivitas mencari nafkah seperti perumahan, berladang dan 
sawah.

Ia juga menuntut agar PT SEM menyegerakan proses realisasi sarana dan prasarana 
yang difungsikan untuk mengantisipasi segala bentuk-bentuk faktor negatif.

Ia menambahkan, sampai saat ini masyarakat belum mendapat kejelasan tentang 
manfaat serta akibat yang akan timbul dari pengeboran panas bumi untuk 
Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP).

"Kami meminta pihak perusahaan memberikan penjelasan yang kongkret tentang 
proyek yang akan mereka garap ini," ujarnya.

Karena kurang mendapat tanggapan massa yang berunjuk rasa sejak pukul 11.00 
WIB, sempat emosi dan menutup jalan raya Padang-Kerinci selama lebih satu jam.

Dengan mediator Kapolres Solok Selatan, AKBP Djoko Trisulo, pengunjuk rasa 
bertemu dengan perwakilan PT SEM untuk membahas masalah ini.

Dalam pertemuan tersebut, dikesepakati bahwa pihak PT SEm akan memberikan 
penjelasan tentang tuntutan warga pada 20 November. (**/rik/jno)

================

Masyarakat Pauah Duo Sayangkan Minimnya Sosialisasi Geothermal

Kab. Solok Selatan | Berita | 06/11/2012 21:31

Padang Aro, Sumbar, (ANTARA) - Masyarakat Kecamatan Pauah Duo, Kabupaten Solok 
Selatan menyayangkan kurangnya sosialisasi oleh perintah setempat maupun pihak 
perusahaan kepada warga terkait pengeboran panas bumi di daerah itu.

"Selama ini pemkab selalu mengatakan sering melakukan sosialisasi padahal semua 
itu tidak benar karena masih banyak masyarakat sekitar yang belum mengerti akan 
manfaat dan akibat dari geothermal tersebut," kata Andra Marlius ketua Forum 
Anak Nagari Pauah Duo, di Padang Aro, Selasa.

Sedangkan dari perusahaan, imbuh dia, pernah membawa 50 warga Pauah Duoa ke 
Bandung untuk sosialisasi geothermal tetapi semuanya tidak berkompeten.

"Orang-orang yang dibawa Supreme Energy Muaralabuh untuk sosialisasi ke Bandung 
tersebut tidak berkompeten karena tidak bisa menjelaskan kepada masyarakat luas 
tentang geothermal," katanya.

Selain itu, katanya, tentang ganti rugi serta pembebasan lahan dan Wilayah 
Kerja pertambangan juga tidak jelas.

"Dari 98 orang niniak mamak di Pauah Duo, sebagian besar tidak mengetahui 
tentang manfaat dan akibat serta proses perizinan maupun pembebasan lahan 
warga," katanya.

Menurut dia, Pemkab Solok Selatan selama ini tidak peduli dengan masyarakat di 
sekitar proyek pengeboran pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) yang ada 
di Pauah Duo.

"Pemkab solok Selatan seolah lepas tangan dan tidak peduli dengan kesejahteraan 
masyarakat sekitar PLTP padahal seharusnya mereka layak mendapatkan 
kesejahteraan karena ada investasi besar di tempatnya," kata dia.

Sementara itu Manager Field Relations PT Supreme Energy Muaralabuh Yulnofrins 
Napilus mengatakan, bahwa pihak perusahaan telah sering melakukan sosialisasi 
kepada masyarakat di Solok Selatan bukan hanya di Pauah Duo.

Sebagai contoh, katanya, saat bulan puasa pihak perusahaan membentuk tim safari 
Ramadhan dan mendatangi 15 masjid di Solok Selatan untuk memberikan sosialisasi 
kepada masyarakat.

"Di luar itu masih banyak sosialisasi yang diberikan kepada masyarakat melalui 
tokoh masyarakat maupun pertemuan di berbagai tempat seperti sekolah, mushala 
maupun masjid," katanya.

Sedangkan 50 orang yang dibawa sosialisasi ke Bandung katanya, orang yang 
dipilih masyarakat bukan pihak perusahaan.

"Orang yang dibawa sosialisasi ke Bandung dipilih langsung oleh masyarkat, kita 
hanya menerima namanya saja," kata dia. (*/rik/jno)


Wassalam

Nofend St. Mudo 
36Th/Cikarang | Asa Nagari Pauah Duo Nan Batigo - Solok Selatan
Tweet: @nofend | YM: rankmarola

Powered by KalioJariang®

-- 
-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/



Kirim email ke