Ambo tidak begitu menangkap apa yg sesungguhnya terjadi dengan bos
sanak.
Tapi perkenankan ambo berbagi kisah, semoga bisa dijadikan bahan
pertimbangan.

Pada 1993, ambo sering bolak balik Singapura-Malaysia karena sepupu-
sepupu ambo adalah warganegara kedua negeri itu.  Kurang lebih ambo 8
bulan bolak-balik di sana, terkadang menggunakan KTM rute Singapura -
Kuala Lumpur, kadang pakai bus umum dan kadang pakai mobil pribadi
lewat rute tol Lebuhraya Utara Selatan.

Biasanya, pertanyaan (kecurigaan) mulai muncul ketika paspor kita
banyak stempel imigrasi masuk Malaysia. Uniknya, Singapura tidak
pernah begitu mempersoalkan, bahkan kalau gagal masuk lewat jembatan
Woodlands ke Johor, mereka (imigrasi) sarankan coba lewat feri.

Masalah paling banyak muncul dari pihak imigrasi Malaysia karena
terlalu seringnya kita keluar masuk dalam rentang waktu yang
berdekatan sebagai pelancong, bukan work permit atau employment pass.

Bagi pelancong umum yg sering keluar masuk Malaysia dan berhadapan
dengan masalah seperti ini, berikut kiat-kiat yg pernah saya pakai dan
approved masuk Malaysia oleh Jawatan Imigresen setempat.

SCENE 1 at Johor Bridge Imigresen
Officer: Awak dalam rangka apa ke Malaysia
Alec: Makan angin lah
Officer: Makan angin kok terus-terusan?
Alec: I have relatives, what!. My cousins here and there. Social visit
is problem also kah?
Officer: Awak tak nak cari kerja, kah?
Alec: What's wrong with that? Pinoy cari kerja, Indon tak boleh kah?
Kalau nak kerja, pasti I prepared the work permit lah. Makan angin,
tengok cousin, buang duit. Problem with that?
Officer: Tanpa assurance, orang boleh berbuat rompak pas dia punya
duit habis. Awak bawa duit berapa?
Alec: Cukuplah to fly me back home.
(biasanya diminta menunjukkan jumlah uang tunai yg Anda bawa)

SCENE 2 at Johor Bridge Imigresen
Officer: Awak sering sangatlah masuk Malaysia
Alec: Malaysia is my second home, what.
Officer: Oh like that ha. Are you working in Malaysia
Alec: No lah. Tengok-tengok peluang bisnis, yes. But mostly been busy
with my relatives. Long time no see, the wont let me go immediately.
Officer: How can we trust  you not working there? Who is your
relative?
Alec: Call this number lah. (sambil menunjukkan kartu nama seorang
pejabat eseleon Kerajaan Malaysia).
Officer: Who is he?
Alec: My cousin. You dont trust me coming for social visit. And you
ask my relatives. So call that number lah, No time to joke around, Pak
Cik.

Moral cerita ini adalah:
1. Pastikan Anda bawa uang tunai cukup, kartu kredit atau tiket PP
2. Pastikan Anda mengantongi contact number warga Malaysia yang hendak
Anda tuju.

Karena bagaimanapun, Malaysia cukup trauma dengan tindak kriminal yg
dilakukan oleh orang2 Thailand, Bangladesh dan Indonesia, yg mereka
sebut sebagai 'penjenayah' atau 'rompak.'

Semoga bermanfaat
love, peace & brotherhood
http://www.surau.net


-- 
-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/



Kirim email ke