Aww. Karano pitih bacakak awak samo awak barunsanak dst. Manga tanah air udara 
sarato kandunganyo harus dikelola asing atw konglo pri jo non pri? Baa wak ndak 
bapikie dulu apo iyolah paralu bana harato jo pusako tinggi digadaikan? Hai 
rahayat nagari bangkieklah dari lalok lamak puluhan tahun balieklah basurau 
balikla banagari pelokilah banda jo taratak dstnya. Bangun ayo bangun anak 
nagari basatu kito macam lidi klidi bung Hatta bangun koperasi 
rakyat!mahardhika 100%:haasma 

 ----------
Terkirim dari telepon Nokia saya

------Pesan asli------
Dari: Aslim Nurhasan ST SATI <[email protected]>
To: "Milis RANTAUnet" <[email protected]>
Cc: "Nurul Firmansyah" <[email protected]>
Date: Thursday, November 22, 2012 2:43:00 PM GMT+0700
Subject: [R@ntau-Net] Sengkarut Sengketa Lahan

http://padangekspres.co.id/?news=nberita&id=2672#.UK3NXSZa0GM.facebook

(Nurul Firmansyah)

 Padang Ekspres • Rabu, 21/11/2012 12:27 WIB • 116 klik

*Kita *tak ingin Kabupaten Pasaman Barat, Solok Selatan, Sijunjung atau
daerah lainnya di Sumatera Barat menjadi Masuji ke 2. Tragedi Masuji di
Kabupaten Masuji, Lampung ini adalah bentrok berdarah di areal
perke­bu­nan. Bentrokan terjadi saat masyarakat berunjuk rasa di areal PT
Barat Selatan Makmur Investindo (PT BSMI) pada 10 November 2011 lalu.



Kita tak ingin negeri yang damai ini terkoyak-koyak akibat pertikaian
lahan. Namun potensi itu sangat mungkin terjadi, jika pemerintah lamban
meng­an­tisipasinya.



Penyebab kisruh tidak hanya soal perkebunan saja, tetapi bisa juga terjadi
pada penggunaan lahan untuk usaha lainnya.



Seperti kejadian di Solok Selatan. Ratusan warga yang terdiri dari unsur
ninik mamak, pemuda dan warga Kecamatan Pauhduo, mendatangi kantor Bupati
Solok Selatan, Selasa (20/11). Agenda kedatangan mereka adalah mendengarkan
jawaban dari PT. Supreme Energy Muara Labuh (SEML). Dialog sempat memanas
karena warga menilai jawaban dari perusahaan geothermal itu ha­nya teoritis.



Warga meminta PT.SEML membuat perjanjian ter­tulis dan meminta PT.SEML
mengakui tanah ulayat.



Terhadap hal itu, pihak PT.SEML menyampaikan bah­wa masalah tersebut
merupakan kewenangan dari di­rektur PT. SEML atau top manager. Mereka akan
mem­pe­lajari dan membicarakan terlebih dahulu  dengan ata­san.



Nah, ini hanya satu dari sekian kasus sengketa lahan di Sumatera Barat. Bak
api dalam sekam, tak terlihat dari luar, namun dia siap membakar sekam itu.
Inilah perumpamaan yang bisa dialamatkan pada persoalan tanah. Tidak hanya
di Solok Selatan, tetapi juga daerah lain di Sumatera Barat.



Persoalan yang tak pernah selesai, bagai sengkarut sarang tempua. Persoalan
yang rumit, bahkan berujung pada bentrok warga dengan penguasa tanah,
kendatipun si penguasa adalah pendatang.



Warisan rezim penguasa terdahulu, rezim yang selalu melakukan pendekatan
kekuasaan bahkan tak sedikit dengan embel-embel intimidasi. Dengan alasan
untuk pembangunan. Dan, kenyataan ini nyaris terjadi hampir di seluruh
pelosok negeri ini.



Kondisi inipun dirasakan di Sumatera Barat yang nota bene daerah yang
berulayat. Istilahnya, tak sejengkal tanahpun di Ranah Minang yang tak
berpunya. Di sinilah bibit konflik itu dimulai.



Berdasarkan konflik yang berkepanjangan, Pe­me­rintah Sumatera Barat
mengeluarkan Peraturan Gu­ber­nur (Pergub) No. 21 tahun 2012 tentang
Pedoman dan Tatacara Pemanfaatan Tanah Ulayat Untuk Penanaman Mo­dal.
Pertanyaannya, apakah Pergub ini bisa me­nye­le­saikan sengkarut pertanahan
dan konflik yang sering ter­jadi antara pengusaha dengan rakyat pemilik
ulayat?



Inilah yang akan dibuktikan. Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, sebagai
penguasa tertinggi di daerah, jelas sangat bertanggung jawab atas
kestabilan negeri, kenyamanan rakyatnya, kenyamanan berinvestasi. Namun
yang terpenting tentulah, Pergub itu bisa menjadi karpet merah bagi
masuknya investasi sekaligus penjamin ke­­beradaan hak atas tanah ulayat.
Jangan ada lagi per­tikaian pengusaha dengan rakyat. Jangan ada lagi
ko­ng­kalikong antara pengusaha dengan penguasa. Se­mo­ga!*(*)*

[ Red/Administrator ]

-- 
*****
Manusiakan MANUSIA;
Pengetahuan, Jabatan dan Materi BUKAN Takaran Saling Hormat.

Salam Ta'zim
---------------------------------------
*Aslim Nurhasan ST SATI  | * http://www.haragreen.co.id/
| Produk Budaya; Citra Diri & Potensi Kesejahteraan Anak Bangsa |
| [email protected] <[email protected]> +62811918886,
@aslimnurhasan 22BC124D | ®

-- 
-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/




-- 
-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/



Kirim email ke