Pada Selasa, 04 Desember 2012 20:48:59 UTC+7, taqarrabie  menulis:
> Terima kasih ya, Uda Akmal. :)
> 
> Alhamdulillah juga untuk berita baik tentang Gramedia dan peluang menuju 
> Frankfurt International Book Fair 2015-nya. Selamat untuk semuanya ya karena 
> proyek kita bisa berjalan dengan baik hingga sejauh ini. Mudah-mudahan bisa 
> selesai dengan baik juga nantinya. Aamiin. 
> 
> Taqarrabie
> 
> On Monday, December 3, 2012 10:35:09 PM UTC+7, Akmal N. Basral wrote:
> 
> 
> Rupanya masih ada salah juga, nama dinda Qashirratu Taqarrabie terlewat dalam 
> daftar penulis meski dalam logline sudah masuk, sementara nama sanak Fitr 
> Tanjung malah tertulis dua kali. Mohon maaf atas kesalahan. Data di bawah ini 
> adalah yang benar.
> 
> 
> Salam,
> 
> 
> Akmal N. Basral
> 
>  
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
>    
> 
> 
> 
> 
> 
>    
> 
> 
> ANTOLOGI CERPEN RANAH/THE LAND ANTHOLOGY 
> 
> 
> Kumpulan Cerpen
> Minang Kontemporer 
> 
> 
> (Contemporary Minangkabau Short Stories) 
> 
> 
>   
> 
> 
> 
> 
>    
> 
> 
> PENERBIT Gramedia Pustaka Utama* (edisi
> Indonesia) 
> 
> 
>                        Lontar Foundation**
> (English edition) 
> 
> 
>    
> 
> 
> * Belum ada kontrak tertulis
> (MoU), sehingga hanya untuk informasi internal dulu. Tidak untuk 
> disebarluaskan di luar
> milis Antologi Ranah dan Palanta RantauNet. 
> 
> 
>    
> 
> 
> **  Direncanakan menjadi bagian dari proyek khusus
> Frankfurt Book Fair 2015 di mana Indonesia akan menjadi Tamu Kehormatan 
> (Guest of Honor) dari festival buku
> terbesar di dunia itu. Juga belum ada kontrak tertulis, sehingga masih 
> bersifat
> embargo. 
> 
> 
>    
> 
> 
> FOTO SAMPUL Armen Zulkarnain 
> 
> 
>    
> 
> 
> SEKAPUR SIRIH Miko A. Mikardo
> (Palanta RantauNet) 
> 
> 
> PENGANTAR Akmal Nasery Basral 
> 
> 
> CATATAN PEMBACAAN Suryadi Sunuri (Leiden University) 
> 
> 
>    
> 
> 
> PENULIS Afrinaldi,  Amir Hamzah,
> Arya Gunawan, Asmun Sjueib, Bot S. Piliang, Dasriel Noeha, Evy Nizhamul, 
> Fadli Zon, Fitrianto Tanjung, Jupardi Andi, Hanifah
> Damanhuri, Hartati Nurwijaya-Papafragkou, Hayatun Nismah Rumzy, Indra J. 
> Piliang,
> Linda Djalil,  Muhammad
> Dafiq Saib, Muchlis Hamid, Muchwardi Muchtar, Nina Mussolini-Hansson, Noveri 
> Maulana, Reflusmen
> Ramli, Rita Desfitri Lukman, Ronald P. Putra, Taqarrabie, Zulhasril Nasir. 
> 
> 
>    
> 
> 
> PENYUNTING Akmal Nasery Basral, Damhuri
> Muhammad 
> 
> 
>    
> 
> 
> Manajemen 
> 
> 
> Koordinator Akmal Nasery
> Basral 
> 
> 
> Promosi & Pemasaran Aslim Nurhasan (below the line) dan tim penerbit (above 
> the line). 
> 
> 
> Administrasi & Keuangan Renny Sisri Yanti 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 25 LOGLINE
> ANTOLOGI RANAH: 
> 
> 
>   
> 
> 
> 25.  MENJEMPUT SEPARUH JIWA (Dasriel
> Noeha) 
> 
> 
> Seorang
> pemuda Minang menghabiskan umurnya melajang sebagai pekerja di ladang minyak
> Teluk Persia, setelah kisah cintanya dengan gadis pujaan kandas berpuluh tahun
> silam. Saat terdengar kabar gadis masa lalunya yang sudah beranak dua namun 
> tak bahagia
> dengan pernikahannya, lelaki itu mengambil risiko kembali ke Minang untuk
> memperjuangkan cinta pertama dan terakhirnya.  
> 
> 
>                                     
> 
> 
> 24.  KAUM PUNAH (Fitrianto Tanjung) 
> 
> 
> Satu kaum yang akan punah karena tak
> punya keturunan perempuan berdebat keras tentang harta pusaka kaum mereka. 
> Sang yang sedang tergolek sakit semakin tertekan dengan
> pertengkaran ketiga anak lelakinya. Mamak kepala
> waris berada di bawah pengaruh istrinya yang sangat ingin menguasai harta
> tersebut, sedangkan mamak kapalo paruik
> meminta pula agar pusaka tersebut diserahkan kepada nagari. 
> 
> 
>    
> 
> 
> 23.  RENDANG BELUT TUO KIYAH (Jupardi
> Andi) 
> 
> 
> Cara Mak Tuo Zakiyah menjaga keakraban keluarga dan kampung kami
> sangat unik: melalui silaturahmi lidah. Tuo Kiyah rajin membuatkan berbagai
> jenis makanan bagi siapa saja. Satu kali saat warga kampung nyaris terbelah
> karena masalah pusaka, Tuo Kiyah jalan keluar yang tak disangka-sangka: 
> mengajak
> istri para tokoh yang bersengketa memasak rendang belut bersama-sama.  
> 
> 
>    
> 
> 
> 22.  RAHASIA MAINI (Rita Desfitri Lukman) 
> 
> 
> Upik, seorang gadis kecil, selalu
> heran melihat sikap seorang nenek tua ditakuti anak-anak kampung karena sering
> mengamuk. Satu ketika Upik yang tak sengaja harus terlibat dekat dengan nenek
> itu mengetahui rahasia tentang Maini, seorang gadis kecil yang tertembak mati
> 25 tahun silam, namun terus hidup di dalam kepala sang nenek, yang tak lain 
> dari ibunya. 
> 
> 
>    
> 
> 
> 21.  BUKIT SIDANG (Indra J. Piliang) 
> 
> 
> Sambil
> menyeruput kopi hitam, Sidi Malin memandang kea rah Bukit Sidang. Di Bukit
> kata-kata menyalak. Berbeda bahasa. Berbeda dialek. Tentara-tentara memanggul
> senjata. Pasar kata-kata ketika bergolak. 
> 
> 
>   
> 
> 
> 20.  KABUT DI ATAP SURAU (Muchlis Hamid) 
> 
> 
> Seorang
> pemuda Minang yang sedang menuntut ilmu di Jogja, terpaksa harus pulang 
> kampung
> ketika G30S meletus. Orang tuanya tak mengizinkan kembali ke pulau seberang
> yang sedang bergolak. Sang pemuda berbaur kembali dengan kehidupan surau
> dan terkejut melihat suasana premanisme yang tak pernah dibayangkannya. 
> 
> 
>   
> 
> 
> 19.  BIARLAH TUHAN MENGUTUKKU (Muchwardi
> Muchtar) 
> 
> 
> Pasca PRRI, dua kakak adik yang ayahnya terbunuh, terpisah hidup
> mereka mengikuti arus nasib. Sang kakak yang perempuan, menjadi istri seorang
> pejabat tinggi asal Jawa, yang memiliki sopir tak lain dari adiknya sendiri,
> yang masih melajang. Tanpa tahu latar belakang masing-masing, nyonya rumah dan
> sopir itu terlibat dalam hubungan membara yang terlarang, sebelum tahu mereka
> masih sedarah! 
> 
> 
>   
> 
> 
> 18.  MENELUSUR LELUHUR (Fadli
> Zon) 
> 
> 
> Meski telah lama bermukim di negeri orang, Rizal tak pernah
> berhenti mencari tahu asal usul nenek moyangnya. Ia mendaki Gunung Marapi dan
> berkelana hingga Babilonia. 
> 
> 
>   
> 
> 
> 17. DI ANTARA RINAI SALJU DAN GUGUR DAUN MAPEL (Arya
> Gunawan) 
> 
> 
> Bim,
> seorang pekerja lembaga kemanusiaan internasional, berjumpa Indah, remaja
> blasteran Aceh-Minang, yang menjadi korban tsunami Aceh. Saat gempa Padang
> terjadi lima tahun kemudian, pertemuan kedua mereka terjadi, karena Indah juga
> menjadi relawan setelah diadopsi sebuah keluarga Denmark pasca-Tsunami. Bim
> lalu ditugaskan kantornya ke Teheran, dan Indah melanjutkan pascasarjana di 
> New
> York sampai badai Sandy mengamuk. Akankah terjadi pertemuan ketiga mereka? 
> 
> 
>   
> 
> 
> 16.  BATU IKRAR (Afrinaldi) 
> 
> 
> Perjuangan
> seorang Syekh dari Jawa untuk mengislamkan masyarakat di pedalaman Minangkabau
> yang berpegang kukuh pada tradisi. Konflik demi konflik terjadi sampai sang
> Syekh akhirnya menemukan cara untuk melembutkan hati masyarakat tersebut. 
> 
> 
>   
> 
> 
> 15.  SENJATA MAKAN TUAN (Hayatun
> Nismah Rumzy) 
> 
> 
> Begitu
> mendengar suaminya diam-diam menikah lagi, Etek Syamsinar mencari
> seorang dukun agar kelelakian Mak Bandaro tak berfungsi. Hasilnya di luar
> dugaan. Mak Bandaro bukan cuma ditolak istri mudanya melainkan sampai
> kehilangan nyawa, meninggalkan juga Etek Syamsinar selamanya. 
> 
> 
>   
> 
> 
> 14.  LULLABY UNTUK PUTI RASUNA BORGSTROM (Nina
> Mussolini-Hansson) 
> 
> 
> Seorang
> gadis berdarah blasteran Swedia (ayah) dan Minang (ibu), sering terganggu
> ketika ibunya ber-saluang saat rindu kampung halaman nan jauah di
> mato. Melodi saluang yang merintih-rintih membuatnya kesal. Tapi
> satu ketika saat sang ibu menceritakan daerah asalnya di Batu Palano dan arti
> namanya, sang gadis mulai merasakan ikatan emosional yang sulit dijelaskan. 
> 
> 
>   
> 
> 
> 13.  RAMAINYA LAPAU KAMI (Noveri
> Maulana) 
> 
> 
> Badarun
> adalah pemuda “made in rantau” yang heran mengapa di zaman sesibuk ini,
> masih bertahan juga kebiasaan rang Minang berleha-leha di lapau yang
> membuang-buang waktu dan pembicaraan penuh gunjing. Kritiknya yang deras
> membuat warga kampung berang. Badarun harus berhadapan langsung dengan Datuk
> Manggung, pemimpin kaumnya. 
> 
> 
>   
> 
> 
> 12.  KUTUK BUMI (Amir Hamzah) 
> 
> 
> Suasana
> pemakaman Mak Kilus begitu mencekam. Bumi dan alam seperti enggan menerima
> jasadnya masuk ke dalam liang lahat pekuburan keluarga. Orang-orang menduga 
> hal
> itu terjadi karena semasa hidupnya Mak Kilus sering berlaku curang pada
> keluarga dan kemenakan. Harta pusaka hanya digunakan untuk anak istri saja. 
> 
> 
>   
> 
> 
> 11.  MAHKOTA BAGI ZIDAN (Evy
> Nizhamul) 
> 
> 
> Bagi Zidan
> yang lahir dan besar hingga usia paruh baya di perantauan, Minang hanyalah
> salah satu kerlip redup dalam segudang kesibukan. Sampai satu hari Pak Tuo-nya
> meminta lelaki itu menengok kampung halaman yang pernah menjadi pusat
> pemerintahan Minangkabau yang sangat sohor di masa silam, dan mengabarkan
> adanya tahta dan mahkota tak bertuan yang tak pernah terpikir oleh Zidan. 
> 
> 
>   
> 
> 
> 10.  PERMATA SALIMPAUNG (Asmun
> Sjueib) 
> 
> 
> Seorang
> nasionalis yang pertama kali mengibarkan Sang Saka Merah Putih di Batusangkar,
> Tanah Datar dan dengan berapi-api mengobarkan rasa cinta tanah air bagi warga,
> akhirnya terpuruk menjadi mubalig yang kesepian dalam NKRI. Tubuh rentanya
> mengalami tiga kali dibui demi negeri yang dicintai. 
> 
> 
>   
> 
> 
> 9.  CINCIN SURAU DATUK (Qashiratu Taqarrabie) 
> 
> 
> Seorang
> pemudi Minang yang lahir di rantau menerima dua warisan dari ayahnya, sebuah
> cincin dan sepotong amanat untuk menelusuri asal cincin itu. Warisan itu
> menimbulkan masalah dari 12 orang saudara ayahnya yang tak suka cincin warisan
> keluarga itu, dari kakek si pemudi, jatuh ke tangan seorang perempuan, meski
> kemenakan mereka sendiri. 
> 
> 
>    
> 
> 
> 8.  78 PELURU (Ronald P. Putra) 
> 
> 
> Tragedi
> masa kecil Yasri yang menyaksikan pembantaian ayahnya oleh Tentara Republik,
> menyisakan dendam yang tak terhapus oleh zaman. Kini, dendam itu akan
> dilampiaskan kepada seorang lelaki berseragam militer: calon menantunya. 
> 
> 
>    
> 
> 
> 7. BOEKAN
> SITTI NOERBAJA (Linda Djalil) 
> 
> 
> Zaidar,
> gadis Minang muslimah yang manis, membuat pusing ibunya karena jatuh cinta 
> pada
> Tigor, pemuda Batak Nasrani. Saran sang ibu agar Zaidar memilih Uda
> Andi, pemuda Minang pemegang gelar Magister dari Boston, ditampiknya. Apa yang
> diinginkan Zaidar sebenarnya? 
> 
> 
>   
> 
> 
> 6. ANGKU PALO (Zulhasril Nasir) 
> 
> 
> Seorang
> lelaki Minang mempunyai sebelas istri dan entah berapa anak, yang bingung
> dengan nama asli sang ayah. Ada yang bilang “Djamil”, ada yang yakin “Djamal”,
> sehingga nama belakang mereka pun berbeda. Meski sang lelaki pernah dituduh
> ‘orang merah’, namun anak-anaknya ikut PRRI. Itulah yang dikenang dengan 
> bangga
> oleh sang cucu. 
> 
> 
>   
> 
> 
> 5. SEPOTONG KAIN PENGIKAT JANJI (Hanifah
> Damanhuri) 
> 
> 
> Seorang perempuan Minang selalu berpesan kepada anak lelakinya
> yang sukses di rantau agar kalau tiba saat menikah, sang istri haruslah
> berdarah Minang juga. Ketika anak itu pulang kampung libur lebaran, sang ibu
> sibuk luar biasa untuk mewujudkan mimpinya dengan menghubungi semua kerabat 
> dan
> tetangga yang punya anak gadis. 
> 
> 
>   
> 
> 
> 4. PUSAKA TINGGI (Muhammad Dafiq Saib) 
> 
> 
> Tuo Tipah,
> seorang nenek yang sangat ingin cucu kesayangannya bersekolah sampai ke Jawa,
> mengharapkan agar kedua anaknya bersedia menggadaikan sawah pusaka mereka.
> Harapannya kandas karena sang anak menolak, dan tuo Tipah bersikeras
> menawarkan gadai kepada kerabatnya. 
> 
> 
>   
> 
> 
> 3. SAAT MENATAP KUDA-KUDA BERPACU (Reflusmen
> Ramli) 
> 
> 
> Seorang pemuda yang kesulitan memenuhi biaya pengobatan orang
> tuanya di rumah sakit, mencoba menenangkan diri menonton pacuan kuda. Judi 
> yang
> marak di sana membuatnya memutar otak untuk mendapat keuntungan, termasuk
> dengan menipu dan melarikan uang taruhan peserta lain. 
> 
> 
>   
> 
> 
> 2. MENCARI MEINAR (Bot S. Piliang) 
> 
> 
> Seorang dara asli Muaro, Padang (berdarah blasteran Nias-Tionghoa)
> yang berjualan jagung bakar, membuat seorang pemuda rantau mempertanyakan
> sumbangsihnya selama ini terhadap Ranah. Setelah gempa menghancurkan Padang,
> pemuda itu memulai pencariannya terhadap Meinar, gadis penjual jagung yang
> hilang. 
> 
> 
>   
> 
> 
> 1. PERJUANGAN MAK WAN (Hartati
> Nurwijaya-Papafragkou) 
> 
> 
> Anak dipangku, kemenakan dibimbing. Mak Wan membantu banyak
> kemenakannya. Kebangkrutan bisnis dan perjuangan menyelamatkan kemenakan 
> keluar
> dari penjara. 
> 
> 
>    
> 
> 
>   
> 
> 
> *** 
> 
> 
> 
>  
>      
> 
> 
> 
> -- 
> 
> -- 
> 
> .
> 
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
> http://groups.google.com/group/RantauNet/~
> 
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> 
> ===========================================================
> 
> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
> 
> - DILARANG:
> 
>   1. E-mail besar dari 200KB;
> 
>   2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
> 
>   3. One Liner.
> 
> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
> http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
> 
> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> 
> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> 
> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
> subjeknya.
> 
> ===========================================================
> 
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
> http://groups.google.com/group/RantauNet/

-- 
-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/



Kirim email ke