Dunsanak komunitas r@ntau-net n.a.h. Sabanta lai, tapeknyo mulai 1 Januari 2013, tigo puluah urang cerpenis mulai mayetorkan naskah carito pendeknyo nan bakadar sastra bake "Rang Dapua Ranah". Nah, untuk pambukak" alek gadang" ko, permisi ambo agak sasilak mampalewakan kaidah manulih kalimaik basarato mamakai kato-kato dalam Bahasa Indonesia Yang Baik dan Benar nan sasuai jo kaidah Ejaan Yang Disempurnakan (EYD)..
Sabagai pambukak alek, ambo ambiak contoh kalimaik nan ambo ambiak dari milis ko babarapo ukatu nan lalu. Makasih banyak atas nasehat bapak mm*** untuk ipah ya. Mudah-mudahan pak kusia bendi Tidak tersanjung ketika di puji Tidak marah ketika dihina Dengan mengabaikan (pembasan) mesti pakai huruf kapital pada awal nama orang, nama kota atau nama jalan, seperti ipah semestinya ditulis Ipah, maka kita masuk saja pada kesalahan lainnya. Kata nasehat yang sering dipakai anak manusia Indonesia dalam bahasa tulisan, sebetulnya kata yang baku dalam Bahasa Indonesia adalah nasihat.. Kemudian, di puji (kata asalnya puji) sesuai dengan acuan kaidah Ejaan Yang Disempurnakan harus ditulis dipuji (jangan pernah dipisahkan kata awalan di dari kata dasar puji). Sebagai contoh : di pakai dipakai (pakai kata awalan) di jual dijual (pakai kata awalan) di tampar ditampar (pakai kata awalan) dimana di mana (pakai kata depan) kemana ke mana (pakai kata depan) Yang sebelah kiri salah, dan yang sebelah kanan benarsesuai dengan EYD. Masalah pemakaian kata depan dan kata awalan ini sering ditulis salah oleh orang-orang Indonesia yang tampaknya belum sempat membuka dan membaca pedoman EYD yang semenjak 16 Agustus1972 diresmikan oleh Presiden RI, dan disosialisasikan serta dibakukan oleh Pusat Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Indonesia Kemendiknas (d/h Depdiknas; d/h Depdikbud; d/h Dep P dan K). Penulisan kalimat dalam Bahasa Indonesia yang mengacu pada EYD ini masih sering diabaikan oleh orang-orang Indonesia dalam menggeluti dunia tulis menulis. Baik di media cetak majalah, surat kabar, apalagi di media tulis menulis on line. Nah, karena 30 orang cerpenis di RANAH sudah sepakat untuk menulis cerita pendeknya dalam Bahasa Indonesia Yang Baik dan Benar, memang ada baiknya semenjak hari ini kita mulai (belajar) membiasakan diri dalam menulis memakai bahasa baku sesuai dengan kata-kata yang ada dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia (KUBI). Paling tidak, dengan pahamnya para penulis cerpen di mana waktunya ia akan memisahkan di pada kata dasarnya, dan di mana pula ia akan menggabungkan kata di pada kata dasarnnya, akan membantu meringankan beban editor RANAH dalam prosesi saling mencerdaskan. Sengan ko sajo dulu pambukak alek dari ambo. Talabiah takurang mohon diimaafkan. Salam............., mm*** NB: Kutiko Si mm partamo kali ikuik di r@ntau-net ko, soal manulih dan mamakai BI dan sasuai jo kaidah EYD panah ambo kamukokan (2009). Tapi..., karano sakampuangnyo urang r@ntau-net galigaman ka ambo, akhianyo topic nantun ditutuik baitu sajo. -- -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
