DIASPORA INDONESIA SEBAGAI KEKUATAN BARU
Oleh : Dr. Dino Patti Djalal Part 2


Sambungan dari bagian pertama.

Di era global, diaspora mempunyai kapasitas besar sebagai pelopor
kesejahteraan. Di tahun 1980'an, Tiongkok berhasi memanfaatkan jasa jutaan
diaspora Cina yang tersebar di Asia untuk menjadi jembatan modal yang
kemudian mengakibatkan pertumbuhan ekonomi yang spektakuler. India dewasa
ini aktif membina hubungan kemitraan dengan 24 juta diaspora India di
seluruh dunia. Diaspora Azerbaijan jumlahnya melebihi populasi Azerbaijan
sendiri, sementara diaspora Filipina setiap tahun mengirim uang ke
keluarganya yang jumlahnya 10 % dari PDB Filipina. Contoh terbaik adalah
Yahudi : konon hanya ada 14 juta orang Yahudi di seluruh dunia (termasuk di
Israel) namun karena koneksitas diaspora Yahudi yang sangat tinggi, mereka
menjadi kelompok ekonomi yang paling kuat di dunia. Tahun lalu, Bank Dunia
mencatat jumlah pengiriman uang dari diaspora berbagai bangsa di seluruh
dunia ke kampung halaman mereka mencapai US$ 483 milyar.

Lebih dari sekedar keuntungan ekonomi, pendekatan diaspora ini juga
bermanfaat untuk "re-profiling" citra insan Indonesia di luar negeri.
Selama ini, kesan yang ditimbulkan warga di luar negeri adalah mereka penuh
dengan masalah dan insiden, bahkan kadang tersandunginferiority complex.
Kenyataannya, diaspora Indonesia penuh dengan profil-profil yang sukses,
sigap bersaing di dunia internasional dan menjadi tauladan di komunitasnya.
Sukses mereka sebenarnya adalah sukses Indonesia juga. Kebijakan diaspora,
karenanya, merupakan bagian dari nasionalisme Indonesia yang sehat dan
terbuka.

Diaspora Indonesia sebenarnya sudah cukup lama memainkan peran sejarah. Di
awal abad ke-20, diaspora Indonesia lulusan Belanda membantu menyulut
gerakan nasionalisme yang kemudian melahirkan Indonesia modern. Di tahun
1970-an, diaspora Indonesia yang disebut sebagai "Berkeley Mafia" tampil
menjadi arsitek pembangunan ekonomi yang membuat Indonesia, terlepas dari
masalah KKN, mengalami salah satu pertumbuhan tertinggi di Asia dan
mencetak pengentasan kemiskinan yang signifikan. Seorang diaspora Indonesia
dari Jerman - B.J. Habibie - kemudian menjadi Presiden Indonesia ke-3.

Inilah yang melatar belakangi penyelenggaraan Kongres Diaspora Indonesia di
Los Angeles tanggal 6 - 8 Juli 2012. Kongres ini berpotensi menjadi
pertemuan historis, karena untuk pertama kalinya ribuan diaspora Indonesia
berkumpul atas motivasi yang sama : menjalin koneksitas atas dasar
kecintaan pada Indonesia. Mudah-mudahan, di Los Angeles nanti akan timbul
suatu identitas dan kebanggan kolektif sebagai diaspora Indonesia.
Mudah-mudahan, diaspora Indonesia bukan hanya menjadi seribu suara yang
lantang, namun suatu kekuatan besar bagi Indonesia - kekuatan kreatif,
kekuatan ekonomi, kekuatan intelektual dan kekuatan moral.

* Dr. Dino Patti Djalal adalah Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat.
5 months ago


2012/12/9 Fitrianto <[email protected]>

> AslmWrWb
>
> Subananyo apo definisi diaspora tu?
> Apo nan jadi mahasiswa atau TKI/TKW 2-3 tahun bisa dihituang diaspora juo?
>
> Soalnyo, saingek ambo, dan jadi wakil Japang ka kongres diaspora di USA tu
> adolah mahasiswa...
>
> Kalau manyabuik diaspora, ingek ambo ka yahudi dan chino yg alah baganti
> generasi di nagari urang...
>
> Wassalam
> fitr
>
> 2012/12/9 <[email protected]>
>
>  Dd Duta Mardin Umar n sanak Palanta nn dirahmati Allah.
>> Menarik memang kalau bicara 'diaspora Indonesia' di luar wilayah
>> Nusantara.
>> Dalam kesempatan ini JB tidak akan bicara soal kwalitas,skill n kemampuan
>> para diaspora kita itu di negara nn mereka tempati,WNI or Bukan.
>> Dalam salah satu penugasan khusus JB ke Negara Marshall Island-MI(di
>> kawasan Pasific) via Hawaii dari KBRI Beijing tahun 1995,ternyata bentuk
>> tubuh,warna kulit,budaya n tabiat serta bhs penduduknya termasuk para
>> pejabat negara yg JB temui "seolah-olah" kita bertemu dengan orang Minang
>> di Jakarta.
>> Dari percakapan santai,dengan para pejabat MI ini dgn berseloroh mereka
>> mengatakan bhw penduduk Indonesia berasal dari Pasific khususnya MI.
>> Sebelumnya JB katakan penduduk MI n penduduk kepulauan Pasifik lainnya
>> berdasarkan sijarah kedatang Melayu Muda ke Nusantara dari Asia Depan sama2
>> serumpun dengan Indonesia cuma sebagian dari perahu2 nn dinaiki oleh para
>> imigran Melayu Muda dari Asia Depan itu "terpisah" oleh angin badai Laut
>> Cina Selatan n terdampar di kawasan Pasifik n Afrika Timur cq Madagascar.
>> Informasi dari JB ini 'diakui'oleh pejabat2 MI termasuk
>> Presidennya.Demikian juga halnya dengan Penduduk n pejabat
>> Madagascar,mereka mengaku berasal dari rumpun Indonesia.
>> Bagi para peminat sejarah,Antropology n Etnology nn ada di Palanta
>> ini,untuk mendalami n menggali diaspora Indonesia ini di Kepulauan Pasifik
>> ada baiknya berkunjung ke Hawaii cq PCC(Pacific Cultural Center). Di area
>> ini anda akan menemui n menikmati suguhan kebudayaan penduduk Pacific
>> secara utuh n trasparan selama SEHARI penuh n ditutup dengan makan malam
>> sambil disuguhi tarian2 n nyanyian dari penduduk kepulauan Pasifik.
>> Jadi diaspora Indonesia itu tidak seluas daun kelor tapi sudah 'memagut
>> mondial'.
>> Semooga ada gunanya senek terutama bagi dd ANB.
>> JB,DtRJ,sk Mandahiliang,Padusunan,kini di Bonjer,Jakbar.
>> Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone
>> ------------------------------
>> *From: * "Akmal N. Basral" <[email protected]>
>> *Sender: * [email protected]
>> *Date: *Sun, 9 Dec 2012 11:02:12 +0700
>> *To: *[email protected]<[email protected]>
>> *ReplyTo: * [email protected]
>> *Subject: *Re: [R@ntau-Net] Diaspora Indonesia (Indonesia Kiaw) part 1
>>
>> Info menarik Mak Duta,
>> alah ado "Part 2"-nyo?
>>
>> Salam,
>>
>> Akmal N. Basral
>>
>>
>> On Dec 8, 2012, at 11:31 PM, ajo duta <[email protected]> wrote:
>>
>>    DIASPORA INDONESIA SEBAGAI KEKUATAN BARU Oleh : Dr. Dino Patti Djalal
>> Part 1
>>
>>
>> Dalam berbagai proyeksi masa depan Indonesia di abad ke-21, ada satu
>> faktor yang sering luput dalam kalkulasi bangsa : diaspora Indonesia.
>> "Diaspora" disini merujuk pada semua orang di luar negeri yang berdarah,
>> berjiwa dan berbudaya Indonesia - baik yang masih WNI maupun yang sudah
>> menjadi WNA. Selama ini, belum ada pendekatan dan atensi sistematis dari
>> Indonesia terhadap kelompok diaspora ini.
>>
>> Berapa jumlah diaspora Indonesia ? Tidak ada yang tahu persis.
>>
>> Yang pasti, jumlah diaspora Indonesia jauh lebih banyak dari yang
>> diperkirakan, dan jauh lebih besar dari jumlah WNI di luar negeri yang
>> tahun 2010 tercatat sekitar 3 juta orang. Di Madagascar, misalnya, tercatat
>> hanya 57 pemegang paspor Indonesia; namun 60 % penduduknya keturunan
>> Indonesia. Di Afrika Selatan, tercatat 334 WNI, namun diketahui ada 1,2
>> juta keturunan Indonesia - bahkan ada kota bernama Makassar. Di Kaledonia
>> Baru ada tercatat 334 WNI, namun keturunan Indonesia berjumlah sekitar
>> 7,000. Di Belanda, walaupun WNI hanya 15,000, konon ada 1 juta yang
>> berdarah Indonesia. Apalagi di Malaysia, dimana tercatat ada sekitar 1,5
>> juta WNI.
>>
>> Yang menarik, diaspora Indonesia - apakah WNI maupun WNA - mempunyai
>> brain power yang luar biasa. Selama di AS, saya tak kunjung habis bertemu
>> inovator, entrepreneur, pelopor, edukator dari diaspora Indonesia. Karena
>> itu, "diaspora Indonesia" lebih dari sekedar perantau, namun suatu
>> komunitas besar yang padat ilmu, ide, modal dan jaringan. Saya percaya,
>> secara hitungan kasar, jumlah diaspora Indonesia paling tidak 2 kali jumlah
>> penduduk Singapura, dengan pendapatan per kapita 5 kali lipat per kapita di
>> Indonesia.
>>
>> Diaspora juga mempunyai idealisme yang tinggi - mungkin lebih tinggi di
>> Indonesia yang sedang dilanda budaya sinisme (culture of cynicism).
>> Dimana-mana, saya bertemu diaspora WNI ingin kembali berkarya di tanah air,
>> dan diaspora WNA yang ingin berbuat sesuatu bagi Indonesia. Sehat Sutarja,
>> industrialis IT di Silicon Valley asal Indonesia, misalnya, menyatakan: "I
>> have now reached a point in my life where I have begun to think more about
>> my past and my heritage", dan sekarang merencanakan membuat cabang kantor
>> Marvell di Indonesia yang akan merekrut inovator-inovator Indonesia.
>>
>> Masalahnya, diaspora Indonesia di berbagai kota dan negara mempunyai satu
>> ciri yang menyolok : mereka tercerai berai dan tidak saling kenal. Diaspora
>> Indonesia ibarat "thousands of unconnected dots". Seringkali, hubungan
>> mereka dengan tanah air juga minim. Hal ini membuat diaspora menjadi
>> komunitas yang penuh potensi tapi lemah koneksi.
>>
>> Karena itulah, sudah waktunya pendekatan "diaspora" jadi kebijakan
>> nasional. Presiden Yudhoyono menyatakan bahwa konsep diaspora adalah
>> "strategi baru" Indonesia. Dalam upaya Indonesia untuk menjadi kekuatan
>> dunia, lingkaran pertama yang otomatis perlu dibina adalah komunitas
>> diaspora yang secara alami mempunyai kaitan batin dan tali sejarah dengan
>> Indonesia. Pendekatan "diaspora" bukan pendekatan legalistis yang kaku
>> (hanya WNI) namun pendekatan kultural yang lembut dan luwes. Dalam
>> pendekatan ini, semua orang Indonesia di luar negeri - selama masih cinta
>> Indonesia - dianggap sebagai saudara kita, sebagai bagian dari keluarga
>> besar bangsa Indonesia dan, lebih penting lagi, sebagai aset.
>>
>> To be continued in part 2
>> 5 months ago
>>
>>
>>
>>
>>
>> --
>> Wassalaamu'alaikum
>> Dutamardin Umar (aka. Ajo Duta),
>> suku Mandahiliang,
>> lahir 17 Agustus 1947.
>> nagari Gasan Gadang, Kab. Pariaman.
>> rantau Deli, Jakarta, kini Sterling, Virginia-USA
>> ------------------------------------------------------------
>>
>>
>  --
> --
> .
> * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
> wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet
> http://groups.google.com/group/RantauNet/~
> * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
> ===========================================================
> UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
> - DILARANG:
> 1. E-mail besar dari 200KB;
> 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
> 3. One Liner.
> - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
> http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
> - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
> - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
> - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
> mengganti subjeknya.
> ===========================================================
> Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
> http://groups.google.com/group/RantauNet/
>
>
>
>



-- 
Wassalaamu'alaikum
Dutamardin Umar (aka. Ajo Duta),
suku Mandahiliang,
lahir 17 Agustus 1947.
nagari Gasan Gadang, Kab. Pariaman.
rantau Deli, Jakarta, kini Sterling, Virginia-USA
------------------------------------------------------------

-- 
-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/



Kirim email ke