Wa'alaikumussalam wa rahmatullaahi wa barakaatuhu

Rina,

Iko ado tulisan singkek ambo di dalam blog diary ambo nan ditulih tanggal 
29/10/2011 untuak manjawab tanyo kawan nan ampia saroman jo tanyo Rina katiko 
itu. Ka panambah-nambah bahan pamikiran sajo....
--------------------------

Makhluk Halus

Seorang teman bertanya tentang sesuatu yang ganjil. Sesuatu yang sama sekali 
tidak terpikirkan olehku. Pertanyaannya begini; 'Bagaimana hukumnya 
mengusir atau memindahkan makhluk halus?' Nah! Bagaimana ini 
menjawabnya? Aku ajak yang bertanya itu berdiskusi. Apa yang dimaksud 
sebagai makhluk halus itu. Tapi dia sendiri juga ragu. Dia hanya 
menjawab, pokoknya makhluk halus. Seperti yang kadang-kadang ditayangkan 
televisi itu, lho. Seperti makhluk yang kadang-kadang menampakkan diri 
dan kehadirannya biasa disebut penampakan. Begitu katanya.

Dalam Islam  makhluk yang tidak bisa dilihat dengan indera biasa itu dikenal 
sebagai malaikat dan jin. Malaikat punya keterikatan langsung dengan manusia. 
Ada malaikat yang ditugaskan Allah untuk mengawasi dan mencatat setiap 
perbuatan manusia, baik atau buruk. Itulah malaikat Raqib dan 'Atid. 
Tapi jarang atau mungkin hampir tidak ada manusia yang merasakan 
keterikatannya dengan kedua malaikat tersebut. Sedangkan jin adalah 
makhluk yang diciptakan Allah untuk melalui ujian dari Allah, untuk 
menghambakan diri mereka kepada Allah, lalu dinilai seberapa patuh 'dia' dalam 
menghambakan diri tersebut. Firman Allah dalam al Quran, 'Tidaklah Aku ciptakan 
jin dan manusia itu kecuali untuk menyembah kepada-Ku.'

Lalu ada di antara jin itu yang namanya iblis (lihat surah Al Kahfi (18) 
ayat 50). Itulah si pembangkang Allah, yang berjanji akan menyesatkan 
anak cucu Adam agar tidak mengikuti jalan Allah. Kalau iblis dendam dan 
berjanji akan menjerumuskan umat manusia ke jalan yang sesat, jin secara 
keseluruhan, punya dunianya sendiri. Mereka tidak 'terlalu' 
berkepentingan dengan manusia, kecuali dengan manusia-manusia yang ingin 
berurusan dengan mereka (baca surah Jin (72) ayat 6).

Bagi manusia yang merasa berkepentingan dengan jin, mereka (jin) adakalanya 
mau 'terang-terangan' menipu manusia. Ini yang dikenal secara umum 
sebagai hantu, sebagai gendruwo, sebagai tuyul atau apa saja namanya. 
Tapi bagi manusia yang tidak mau berurusan dengan mereka, jin juga tidak 
berkepentingan untuk berurusan dengannya. Dimensi jin berbeda dengan 
manusia. Alamnya juga berbeda. Mereka ada yang beriman dan ada yang 
kafir. Seperti kita baca di surah Jin ayat-ayat pertama, ada di antara 
mereka yang beriman dengan al Quran dan memeluk Islam. 

Karena dimensi dan alamnya yang berbeda itu, tidak ada perlunya kita 
mengkhawatirkan mereka. Mungkin saja dia tinggal dalam dimensinya, dalam 
alamnya di pekarangan kita. Mungkin saja dia ikut berjamaah bersama 
kita ketika shalat di mesjid. Tapi mereka tidak mengganggu dan tidak 
merugikan kita. Kenapa mesti pusing harus mengusir dan memindahkan 
mereka. Lagi pula, dengan cara apa mereka akan dipindahkan? Kemana 
mereka akan dipindahkan? Bagaimana kita dapat menjamin bahwa mereka akan 
menerima saja seandainya kita mampu pun memindahkan mereka?

Ada orang yang seolah-olah mendemonstrasikan bahwa  mereka berhasil 
memasukkan jin ke dalam botol. Seolah-olah jin itu  bisa dikurung sampai tidak 
bisa keluar dari dalam botol. Agaknya cerita seperti itu hanya 
untuk difahami sebagai sesuatu yang di luar logika saja dan sulit 
dibuktikan. Dan tidak ada pula gunanya untuk dibuktikan. 

*****                       

Wassalamu'alaikum

 
Muhammad Dafiq Saib Sutan Lembang Alam
Suku : Koto, Nagari asal : Koto Tuo - Balai Gurah, Bukit Tinggi
Lahir : Zulqaidah 1370H, 
Jatibening - Bekasi


________________________________
 From: Rina Permadi <[email protected]>
To: [email protected] 
Sent: Wednesday, December 19, 2012 9:45 AM
Subject: RE: [R@ntau-Net] Re: Penampakan
 
Assalamu'alaikum Warahmatullahi,

Dalam al Qur'an Allah berfirman; "sesungguhnya jin dan balatentaranya dapat
mengintai kalian dari tempat yang tidak dapat kalian lihat". (QS Al A'raf
27). 

ayat di atas menjelaskan bahwa jin bisa melihat kita tapi kita tidak dapat
melihat jin di alamnya. 

Dalam surat lain Allah juga berfirman "(Dia adalah Tuhan) yang mengetahui
yang ghaib maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorangpun tentang yang
ghaib itu kecuali kepada Rosul yang di ridhoinya". (QS AL Jin26-27)

http://iwankalialang.blogspot.com/2012/10/fenomena-anak-kecil-melihat-jin.ht
ml


Nah di ayat jaleh ditarangkan mode itu, baa kok ado juo nan mangaku bisa
mnacaliak karena barusaho mancaliak bukan dipanampakan dek jin tu?

Terus terang ambo jadi binguang dengan hal iko
Apo ado nan bisa maagiah pencerahan mengenai hal iko, sebab ambo sadang
menghadapi masalah jo hal penampakan iko kini.

Wassalam
Rina, 35, batam

-- 
-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/



Kirim email ke